Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode 59


__ADS_3

Tentang 2 Darah yang berbeda


Rentetan acara telah sukses di laksanakan, mulai dari terbitnya matahari sampai pamit dari edarannya, seakan ia ingin juga ikut beristirahat, ingin ikut kedalam sunyi nya malam. Seluruh santri kini tinggal bersiap untuk sholat Maghrib yang tentunya akan di gabung dengan sholat isya, atau bisa disebut juga penggabungan antara dua waktu sholat menjadi lebih singkat "JAMA", dan sisa waktu yang dimiliki dapat digunakan untuk tidur atau main ke tenda kawan lainnya sebelum jam istirahat tiba, menuntaskan perbincangan atau senda gurau yang tak sempat di sempurnakan.


Zize, gadis itu tengah duduk berkumpul di tenda teman dekatnya, Dhita. Perempuan yang ia kenal semenjak menengah pertama, perempuan yang selalu menjadi teman ceritanya semenjak lima tahun ini, perempuan yang selalu menjadi tempat cerita ketika kelasnya tiba-tiba dapat jam kosong, ketika tugas bagiannya terasa berat, ketika tugas sekolah dan hafalannya bermasalah, ketika ia dan Damar dipanggil karena sering bertemu diam-diam, ketika ia merasa lelah dengan amanah yang diberikan, ketika ada anggota yang melanggar peraturannya sendiri, dan perempuan yang menghabiskan waktu dengan Fawwas sepanjang mata Zize memandang hari itu, dan ia sadar dan perlu diakui bahwa Dhita dan Fawwas terlihat sangat amat cocok jika memang harus bersanding.


"Akh jelek banget sih pikirannya" Batin zize ditengah obrolan kawan-kawannya yang malam itu ikut duduk bergabung kedalam obrolan keduanya.


"Kenapa Zize? ngantuk ya? ayo ana anterin balik ke tenda" Ucap Dhita ketika memperhatikan kawannya yang tiba-tiba saja diem ditengah obrolan mereka, Dhita itu sudah kenal lama dengan Zize, maka untuk alasan ini juga Dhita paham ketika Zize diam, energi sosial nya sudah habis terpakai.


Zize hanya menggeleng, ia lalu menghembuskan nafasnya, sengaja agar pikiran jeleknya juga ikut terbuang.

__ADS_1


"Mau tidur disini boleh gak sih, ana gak suka disana, mereka kadang ngobrol istilah pramuka yang banyak macem nya, apa lagi Fira, dia kadang konyol gitu, tapi kalo udah ururan pramuka dia gercep dan tanggap banget, suka kaget kalo mereka tiba-tiba debat, antum harus percaya, ini lebih ribet dan ngeri kalo mereka udah debat kayak tadi" Jelas Zize membuat Dhita selaku ketua OSIS dipondok tertawa, ketika apa yang dijelaskan oleh Zize itu memang benar adanya, perdebatan kecil sering kali terjadi dihadapannya ketika beberapa kepala sedang berkumpul bersamanya, dan tentu saja hal ini sudah biasa terjadi.


Ngomong-ngomong soal Zize, gadis baik ini merupakan anak introvert, hmm mungkin dalam jaman sekarang yaitu keperibadaian yang lebih nyaman diam, dan tidak banyak omong, tapi jika ketika waktunya bersosialisasi kepribadian ini akan menggunakan seluruh tenaganya dengan baik. Zize begitu dulu tapi ya karena bagiannya, kini yang terpaksa harus lebih banyak bicara dan bersosialisasi membuatnya harus sedikit lebih banyak mengeluarkan tenaga. Dan bisa dilihat kan Dhita kebalikannya, ia dapat berkomunikasi dengan seluruh anggotanya dengan baik, ia bahkan kerap di julikin Social Butterfly sebab Dhita kecil sudah dapat memiliki banyak teman dari seluruh tingkatan, ia dapat dengan mudah mencari topik dan mencairkan suasana, dan begitulah keduanya bertemu, ia dan Zize sempat satu kelas, satu bangku, dan satu kamar membuat keduanya secara tak sengaja dapat dekat begitu saja, hingga saat ini.


"Tapi emang sih Fira mode ketua gak ada lawan, dia bener-bener suka sama bagiannya, selalu kagum sama dia kalau udah mode kayak gitu, bener-bener kayak bukan Fira yang suka ketawa tiba-tiba" Tambah Dhita ikut memuji Fira yang memang definisi dari "Saya aslinya dua orang"


"Gimana tadi MC nya Zize? ana lihat antum kompak banget sama Khafi, asli Khafi itu Fira kedua ana kira antum bakal keganggu, ternyata nyambung dong, keren banget emang temen ana ini, bisa bersoalisasi selain dengan Aslan" Puji Dhita, membuat Zize lagi-lagi menemukan kepercayaan diri nya.


Dhita menyimak dengan baik kalimat yang Zize ucapkan namun, arah pandangan Dhita seketika teralih pada kawannya yang baru datang dengan handuk di bahunya, wajah polos dengan bibir yang sedikit pucat dapat menjelaskan dengan baik jika kawan uniknya tersebut tengah kedinginan. Iya, Mia dia gadis yang tengah di deskripsikan oleh Dhita. Jadilah obrolan malam itu kembali berlangsung karena tokoh lain hadir dan membawa cerita baru, cerita yang sayang jika di lewatkan.


_

__ADS_1


"Izetaaa ayo bobo nak"


Sudut bibir Zize naik beberapa senti ketika suara yang ia hafal terdengar di luar tenda, Zize melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, ia tak sadar jika obrolan yang ia lakukan tersebut memakan waktu cukup lama yang membuat Zize pada akhirnya dijemput oleh Fira karena lapak disebelah nya tak kunjung diisi oleh pemiliknya.


"Pulang Izetaaaaa" Ajak Fira sekali lagi menarik tangan kanan Zize yang terlihat masih betah di tenda Dhita.


"Iya bawel" Balas Zize yang segera bangkit dari duduknya, meninggalkan Dhita yang tubuhnya sudah sangat membutuhkan istirahat segera.


Gadis itu lalu pamit, pada Dhita dan Mia, tak lupa ia ucapkan terima kasih karena sudah diizinkan berkunjung di tendanya dan maaf karena lupa akan waktu yang semakin malam.


Terima kasih Dhita yang sudah menjadi teman dalam perjalanan hebat Zize, terima kasih Zize yang sudah hebat karena berhasil keluar dari zona nyaman, terima kasih sekali lagi untuk terus bertahan satu sama lain sampai kalian dapat menjadi diri sendiri dengan usaha yang paling baik, dan terima kasih Tuhan yang sudah mengizinkan keduanya berperoses.

__ADS_1


__ADS_2