Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode 37


__ADS_3

kembali lagi ke area kemah, seluruh koordinasi Pramuka dan pembina nampak sibuk dengan urusan masing-masing, Fira sedang beristirahat di tenda koor, begitu pula dengan yang lain.Tepat pukul dua siang Zize bangun dari tempat tidurnya, ia merasa mulai tak nyaman sebab suhu di siang hari terasa sedikit panas.


"Panas banget" batin Zize sambil mengambil kipas tangan yang ia bawa, tak menunggu lama karena hawa panas yang ia rasakan, Zize lalu beranjak ke sebuah saung yang terletak tak jauh dari posisi tendanya. Ia duduk di pinggir saung dan mulai mengipasi dirinya.


"Panas ya Zize?" ucap suara yang berada tak jauh dari jangkauannya, ia lalu menoleh melihat laki-laki yang ia sering lihat bersama Abian.


"Eh Kak Leo, iya Kak panas banget mau tidur juga gak enak, yaudah ngadem dulu deh disini" ucap Zize namun arah pandangan seakan mencari sosok lain, melihat itu Leo seolah mengerti apa yang sedang gadis itu cari.


"Gak ada Abian, dia lagi di tenda, males keluar, mau gue panggilin?" ucap Leo yang membuat Zize terkejut karena laki-laki itu tau pikirannya.


"Apaan sih Kak, orang gak nyari siapa-siapa juga" balas Zize yang jelas berbohong.


Leo akhirnya duduk di saung yang sama dengan Zize, ia duduk di tiang yang agak ujung, mengerti jika harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya itu.


"Yeee, bohong sama gue lagi gak mempan sih, bilang aja kalo nyari" balas Leo sambil tersenyum.


"Iya deh Kak, bener" balas Zize yang membuat laki-laki yang berada tak jauh darinya itu terkekeh gemas karena ekspresi wajah Zize.

__ADS_1


"Pantesan Abian gamon, orang cakep gini kok" ceplos Leo membuat gadis itu melirik malu, ia lalu sedikit tertawa karena ucapan Leo.


"Ish, apaan sih bilangin jangan ke temennya Kak gak boleh gamon, bentar lagi nikah juga" balas Zize dengan nada menasihati, mengundang tawa Leo.


"Asli Zize, kalo lo bukan santriwati udah gue cubit pipi lo, gemes banget, wah harus gue foto sih" ucap Leo sambil mengeluarkan handphone dari dalam sakunya.


"Apaan sih Kak, diem gak, aku gak mau difoto ya" balas Zize sambil memukul lengan Leo menggunakan kipas tangannya pelan, membuat laki-laki itu kembali memasukkan handphone miliknya.


"Eh kak, tau gak kak?, aku waktu lihat Kakak pertama kali, gak berani tau ngelihatnya serem, eh ternyata orangnya baik suka ketawa, ini mah kayaknya Kakak orangnya tengil ya, pasti Kak Abian suka kesel sama Kakak" ucap Zize membuat Leo tersadar kalo ucapan gadis itu sepenuhnya benar.


"Iya anjir, si Abian suka marah gak jelas sama gue, tau banget dah lo, eh iya ya kan dulu..." ucap Leo terputus ketika gadis itu refleks ingin memukulnya.


Keduanya nampak melanjutkan percakapan, diselingi gelak tawa di setiap kalimatnya, membuat keduanya tak sadar jika sedang dipantau oleh dua laki-laki tengah memandang keduanya itu tak suka.


"Tapi sumpah, lu suka sama ustadz Fawwas gak?" tanya Leo sambil memasang wajah tengilnya.


"Kok tiba-tiba nanya itu sih Kak, kan tadi gak ada topik itu" protes Zize.

__ADS_1


"Yaaa gue penasaran aja, lagian kalo gue lihat-lihat ya, Ustadz Fawwas kayaknya juga demen sama lu, udah ah jawab aja buru" jelas Leo sok tau.


"Gimana ya kak, aku baru kenal Ustadz Fawwas itu baru banget, mau bilang suka juga gak bisa, mau bilang nggak juga gak bisa, bingung" jelas Zize jujur membuat laki-laki disampingnya hanya mengangguk mengerti.


"Oke, gue paham tapi lu hati-hati ya, gue takutnya lu nanti diperebutkan sama mereka berdua, Abian sama Ustadz Fawwas, gue takut aja nanti ujung-ujungnya mereka berdua ribut gara-gara lu Zize" ucap Leo yang membuat gadis itu tak mengerti dengan maksud Leo.


"Kok, bisa mikir gitu sih kak, Ustadz Fawwas gak mungkin juga berantem sama Kak Abian, mereka berdua bukan tipe yang sumbu pendek" balas Zize.


"Yah, lu mah gak ngerti Zize, laki-laki kalo udah cinta gak pengen, bahkan gak rela lihat perempuan yang mereka suka ngobrol sama laki-laki lain" jelas Leo.


"Eh, gue duluan ya balik ke tenda, ngantuk" ucap Leo lagi.


"Iya Kak, duluan aja aku masih mau ngadem" balas Zize.


Laki-laki itu akhirnya pamit meninggalkan Zize yang masih ingin berlama-lama di saung, ia benar-benar takut jika ucapan Leo nantinya akan terjadi.


"Haduh, disini bukannya ana senang-senang, malah harus kepikiran Kak Abian sama Ustadz Fawwas" batin Zize pasrah.

__ADS_1


-


__ADS_2