Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode 23


__ADS_3

" ayo silahkan dinikmati ya semuanya, maaf kalo kurang enak " ucap Bu nyai pada Aslan, Zize, dan Fawwas yang sudah berada di meja makan.


" malah kita yang minta maaf udah ngerepotin Bu nyai " balas Zize yang otomatis membuat kedua laki-laki itu otomatis tersenyum.


" antum suka sama ikan gurame kan Zize? " tanya Bu nyai.


" Zize bukannya gak suka, tapi Zize punya alergi sama beberapa jenis ikan salah satunya gurame " jelas Aslan yang berhasil membuat Zize terkejut.


" ya Allah, ana gak tau Zize tapi antum suka sayur kan? " tanya Bu nyai memastikan.


" ana suka kok sama semua masakan Bu nyai " balas Zize sambil tersenyum.


Zize lalu mengambil nasi dan sayur, ia lalu mulai memakannya.


" ustadz Fawwas, setelah beberapa hari disini apa antum udah betah? " tanya Bu nyai.


" Alhamdulillah betah " balas Fawwas sambil tersenyum.


" bagus kalau gitu, lagian disini juga suasananya nyaman kan siapa juga yang gak betah tinggal disini " balas Bu nyai sambil tersenyum.


" Aslan jangan lupa nanti bilang ke Dita suruh ngadep ana ya buat bahas beberapa peraturan pondok sama bilang ke Dita, misalnya ana ada halangan bisa tanya ke ustadz Fawwas aja, kan ustadz Fawwas dulu kayak kalian sama-sama ketua umum " ucap Bu nyai yang dibalas anggukan kepala Aslan.


suasana kali ini terasa sedikit agak canggung apalagi bagi Zize, gadis itu dari tadi terus saja menundukkan pandangannya.


-

__ADS_1


" Zize ambilin makan gak ya? " tanya Mia.


" ambilin aja sih, ntar kalo emang dia makan disana ya udah nasinya kasih ke Zeo aja " balas Dhara.


" bener ya nanti nasinya malah gak dihabisin lagi, kan sayang kalo dibuang " ucap Mia.


" kan ana lagi, mending gini aja deh, kita gak usah ngambil buat dia sekarang, takutnya dia udah makan sama Bu nyai, kalau memang belum ya belum dan dapurnya misalnya udah dikunci kan tinggal minta sama Fatin dia pasti megang kunci kan " jelas Zeo.


" oke deh, ayo kita ambil " ajak Dhara.


" tunggu Dita dulu, dia lagi ganti mukena " ucap Zeo.


tak lama setelah itu, Dita datang dengan piring ditangannya.


" senyum ih, dari tadi kayaknya itu muka ditekuk mulu " ucap Zeo.


" makan dimana? di atas apa di sana? " tanya Mia sambil menunjuk tempat makan khusus pengurus.


" di sana aja, kayak biasa " balas Dita sambil berjalan.


keempat nya lalu makan di meja panjang yang masih kosong.


" gimana kemarin? udah beres file yang mau dikasih ke Bu nyai? " tanya Dhara memulai obrolan.


" udah kayaknya, kan itu kerjaannya si Aslan " balas Dita.

__ADS_1


" seru banget ya jadi kalian, bisa tuker pikiran, deket sama Bu nyai, sering dipanggil sama pengasuh... " ucap Zeo.


" iya sih seru tapi kan kalian semuanya, itu tanggung jawab kita, kalo kalian ada yang macem-macem pasti kita juga yang kena, itulah salah satu alasannya kita sering dipanggil kesana-kemari " jelas Dita.


" eh ada yang dateng nih " ucap Mia sambil menunjuk Zize yang berjalan dengan anggun.


" assalamualaikum " ucap Zize dengan lantang yang otomatis dibalas oleh seluruh pengurus yang tengah makan siang itu.


" lama banget neng ke rumah Bu nyai nya " ucap Dhara.


" eh kok tau? " tanya Zize.


" iya tadi ada santri yang ana tanya terus dia bilang antum lagi ke rumah Bu nyai buat nganterin titipannya ustadzah Inggit " jelas Dhara.


" ngapain aja deh? " tanya Mia penasaran.


" awalnya sih ana cuma nganterin titipannya ustadzah Inggit tadi, tapi pas ana mau pamit pulang ditahan sama Bu nyai disuruh sholat berjamaah sama makan dulu, baru deh boleh pulang " jelas Zize.


" eh tunggu, bukannya ada Aslan ya dirumah Bu nyai sekarang? " tanya Dita yang dibalas anggukan Zize.


" ohw jadi... pantes lama, berjamaah lagi indah banget tuh kayaknya " ucap Zeo sambil menaik turunkan alisnya.


" ish nyesel cerita " balas Zize yang otomatis membuat keempat sahabat tersenyum.


" ya Allah coba mereka tau apa yang sebenarnya terjadi " batin Zize sambil mengingat kejadian yang bahkan tak bisa ia bayangkan.

__ADS_1


-


__ADS_2