Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode. 56


__ADS_3

Pandangan mata Zize saat ini sedang tertuju pada Dhita yang tengah berbincang dengan Ustadz Fawwas di tenda peleton terakhir, dahinya makin berkerut ketika melihat Ustadz Fawwas tertawa lepas. Ia sebenarnya ingin segera pergi dari tempat duduknya saat ini, namun tugasnya sebagai MC belum selesai. Khafi sewaktu-waktu bisa saja mencarinya. Sebenarnya bukan hanya Dhita, namun entahlah sepenglihatan nya dari arah sini Dhita lah yang paling bersemangat dan paling seru berbincang, santri disekitarnya hanya ikut tertawa dan sesekali merespon.


"Dhita sama Ustadz Fawwas Deket kah?" tanya Khafi yang sedari tadi berada disampingnya. Zize mengerutkan keningnya, menatap Khafi dengan sinis.


"Tanya sendiri lah, ngapain tanya ana?"


"Ih galak" balas Khafi.


Zize hanya diam, dirinya saat ini sedang tidak mood untuk membahas tentang Fawwas, mendengar namanya saja saat ini sudah membuatnya emosi.


"Kita ngapain sih sekarang?, udah selesai belum sih ini MC nya?, mana panas banget lagi" omel Zize dengan wajah datar.


"Belum loh Zize, masih ada beberapa permainan lagi yang harus kita pandu, kalau mau ke tenda gak apa-apa sih ke tenda aja dulu, nanti kalo ada sesuatu baru aja panggil" jawab Khafi yang kini bingung dengan mood partner nya yang tiba-tiba berubah.


"Males jalannya lagi, udah ah ana duduk disini aja" balas nya lagi-lagi kesal.


Zize lalu duduk dengan wajah tertunduk, ia tak ingin jika Khafi tau wajahnya tengah memerah sebab menahan marah, ditambah suhu udara yang mulai naik.


"Bentar-bentar ya Zize, tunggu dulu disini" ucap Khafi yang pada detik berikutnya sudah pergi entah kemana.

__ADS_1


Pandangannya sudah ia alihkan ke sembarang arah, sebisa mungkin ia tak ingin melihat Fawwas yang tengah tertawa entah dengan siapa disana, namun entahlah, ujung-ujungnya ia juga melihat Fawwas.


"Itu ngapain sih anak IPS satu pada ikut nimbrung, Ustadz Fawwas juga katanya gak pernah ngerespon berlebihan, dasar laki-laki omongannya gak bisa dipegang" batin Zize yang masih menundukkan kepalanya.


"Kenapa sih?"


Suara Damar membuat menoleh, namun tatapannya masih sama datar dan sinis.


"Apaan sih gak jelas, dateng-dateng tanpa konteks" balas Zize kembali menundukkan kepalanya.


Damar sekarang mengerti mengapa Khafi setakut itu pada Zize, memang benar tatapan mata Zize sangat mengintimidasi siapapun lawan bicaranya saat ini.


"Kenapa bad mood?, laper?, haus?, atau kenapa?" tanya Damar.


"Yeu, ditanya malah jawab gak apa-apa, ini si Khafi mau ngobrol sama kamu, dia nya dia nya malah takut Izeta"


"Mau minum haus, tapi yang dingin, mau pergi ke tenda peleton nya males duluan, jauh" jawab Zize yang kini sudah menegakkan duduknya.


"Ya Allah gitu doang, diem disini, aku beliin dulu" balasnya.

__ADS_1


Tanpa lama, Damar lalu menuju tenda peleton, meninggalkan Zize yang masih bad mood dengan Fawwas, yang pada akhirnya harus mengorbankan sepupunya dan Khafi yang kini takut berbicara dengannya.


"Kata ana sih, yang jadi gebetannya Damar harus banyak sabar, soalnya sepupu ana banyak yang ngincer" batin Zize sambil melihat Damar menuju tenda peleton terakhir, alias kedai kecil-kecilan.


Perhatiaan nya kini tertuju pada Damar yang tengah mengantri, namun pandangannya masih saja tertuju pada Fawwas yang berada tak jauh dari posisi Damar.


"Ngeliatin mulu mah gak bakal terjadi apa-apa, samperin terus labrak tuh yang ngobrol sama Ustadz Fawwas, geser"


"Dih, ngapain banget" balas Zize menggeser posisi duduknya agar Dhara dapat duduk disampingnya.


"Ngapain dah tiba-tiba kesini?" tanya Zize.


"Lah, suka-suka ana lah Zize, antum sendiri ngapain disini?" tanya balik Dhara.


"Lagi nunggu Damar lagi beli minum, tuh bocahnya lagi bertingkah sok keren" jawab Zize sambil menunjuk dengan dagunya.


Dhara sebenarnya hanya basa-basi, ia tau karena Damar tadi dijemput Khafi saat sedang ngobrol dengan nya, kata Khafi sih Zize lagi gak mood, galak banget, matanya sinis kayak lagi interogasi buronan pondok, udah Khafi ajak ngobrol tapi di jawabnya jutek sama Zize, makannya Khafi manggil Damar biar sepupunya aja yang ngatasin bad mood Zize. Lagi-lagi Zize diam, mau gak mau Dhara juga ikut diam.


Temenan sama Zize selama lima tahun lebih pastinya buat Dhara tau mood temannya itu, dan sekarang lah contohnya. Ia lalu melirik ke Zize sekilas dan mengikuti arah mata oknum yang lagi bad mood itu.

__ADS_1


"Ana lagi gak mood ngomong ya Dhar, antum pasti ngerti" ucap Zize.


-


__ADS_2