
Zize masih belum percaya jika laki-laki yang pernah hadis dalam hidupnya kini hadir kembali, gadis itu masih tetap diam, bahkan setelah kegiatan lain selesai dilaksanakan.
" baik, setelah ini, panitia yang sudah selesai dengan tugas yang diberikan, boleh istirahat sejenak, mungkin ada yang mau jalan-jalan sekitar wilayah camp, syukron " ucap suara ustadz Fahmi yang terdengar jelas karena menggunakan alat pengeras suara.
gadis itu lalu berjalan menuju tempat yang sangat ia hafal, tempat yang sangat ia sukai, dan tempat yang ia rindukan, tempat yang berada tak jauh dari lokasi camping. Jujur, ketika ia tahu jika lokasi camping yang disebutkan adalah tempat yang ia kenal, kenangan lama seketika kembali berputar di ingatannya.
" masih sama " ucap Zize sambil melihat sebuah sungai kecil nan jernih di depannya.
gadis itu lalu jongkok dan memasukkan tangannya ke dalam air yang berada di aliran sungai itu.
" ternyata kamu masih ingat "
ucap sebuah suara yang sangat ia kenal, sontak membuat gadis itu refleks berdiri.
" apa kabar? " tanya Abian pada gadis yang berada di sampingnya.
Zize lalu menghela nafas, ia berusaha untuk bersikap senormal mungkin.
" baik, lama juga kita gak ketemu kak " balas Zize sambil tersenyum.
__ADS_1
" kamu dari mana saja? " tanya Bian dengan ekspresi wajah yang tak dapat dideskripsikan.
" aku gak kemana-mana, aku tetap disini, aku gak pernah pergi jauh-jauh, kakak tau kan aku ini anak pondok, sebenernya yang pergi itu bukan aku, tapi kakak " balas Zize.
" tapi gak apa-apa, toh kita juga punya jalan dan hidup masing-masing sekarang " tambah Zize.
" iya, aku tau kamu masih dipondok itu, tapi kenapa kalau aku hubungi kamu, kamu gak pernah balas sama sekali? " balas Abian.
" kan aku bilang, kita itu punya jalan hidup masing-masing, kalau gitu aku pamit pergi dulu, gak baik kalau kita ketauan berduaan kayak gini, nanti pada mikir yang macem-macem lagi, aku duluan ya kak " ucap Zize.
" tunggu sebentar, aku belum selesai bicara Zize " tahan Abian sambil menggenggam pergelangan tangan gadis itu.
" ZIZE IZETA! " ucap Fawwas dengan nada tinggi yang berada tak jauh dari keduanya.
" aduh... ustadz Fawwas lagi " batin Zize yang refleks melepaskan genggaman tangan Abian.
" Zize ikut saya " tegas Fawwas dengan mata tajamnya.
gadis itu lalu berjalan mengikuti Fawwas dari belakang, saat ini jantung nya berdetak dua kali lebih cepat. Fawwas lalu memilih tempat untuk berbicara empat mata dengan Zize.
__ADS_1
" antum ini, kenapa saat berada di wilayah diluar pondok antum tidak membatasi pergaulan dengan lawan jenis, bagaimana kalau kejadian tadi bukan ana yang ngelihat?, tapi ustadzah Anggi?, atau ustadz Fahmi? " ucap ustadz Fawwas.
" Afwan Ustadz, ana sama sekali gak tau kalau kak Bian mengikuti ana, dan ana juga gak nyangka kak Bian bakal megang tangan ana " balas Zize sambil menundukkan kepalanya.
" Zize, dimana orang lain kamu mungkin saja terlihat baik, terlihat polos, terlihat suci, tapi dimata ana, antum sama sekali jauh dari kata itu " ucap Fawwas.
deg
kata-kata Fawwas seakan menusuk ke dalam hati gadis itu, sakit sekali.
" Afwan ustadz kalau begitu " balas Zize sambil menahan air matanya yang sebentar lagi akan menetes.
" kalau pandangan ustadz memang begitu, tidak apa, pandangan orang juga berbeda-beda pastinya, tapi untuk kalimat seperti itu bukanlah sudah keterlaluan?, sekali lagi, ana sudah berusaha untuk menghindari kak Bian, tapi saya harus bagaimana jika dia yang nyatanya terus mengikuti ana?, untuk kejadian itu, apa ustadz pikir saya mau?, demi Allah ana sama sekali tidak mengharapkan kejadian itu terjadi " jelas Zize dengan wajah kesalnya.
" tapi, percuma saja bukan?,membicarakan ini sama seseorang yang memang sudah melihat kita buruk, kalau begitu ana izin kembali ke tenda ustadz " balas Zize dengan air mata yang berhasil menetes.
Fawwas terkejut, ia tak menyangka bahwa ucapannya telah membuat gadis itu terluka, ia menghela nafas panjang saat gadis itu mulai berbalik pergi dari hadapannya.
" Zize, maaf sudah membuat kamu menangis seperti tadi, saya hanya tidak suka kamu berdekatan dengan laki-laki lain, ya Allah maafkan perkataan hamba yang sudah berhasil membuat hati seorang perempuan baik itu terluka " batin Fawwas.
__ADS_1
-