Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode.44


__ADS_3

"Apa sih gak jelas" ucap Zeo yang tengah mencoba memukul Abimanyu yang terus saja mengganggunya, sedangkan yang sedang menganggu itu hanya tersenyum.


Bisa dibilang, Abimanyu sudah menganggap Zeo sebagai adiknya sendiri, sebab ia juga memiliki adik dirumahnya yang bernama Zeo, ia juga pernah bilang pada Zeo jika sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri, namun tanggapan Zeo hanyalah.


"Ana yang gak mau punya Kakak kayak antum, udah jail, pelit lagi".


Baik, kali ini kita beralih dulu ke tempat cerita ini dimulai, awal mula dari segalanya, disini, ditempat ini, dengan lokasi dan waktu yang berbeda, beberapa remaja dengan tanggung jawab besar tengah disatukan disebuah tempat yang sering mereka sebut Staf Only a.k.a SO.


Waktu menunjukkan pukul setengah dua siang, udara panas tak menyurutkan semangat remaja yang tengah bertukar ide itu, saling menambah dan mengurangi program kerja tiap divisi.


Setiap divisi yang sudah menyelesaikan pekerjaannya boleh meninggalkan ruangan, sebenarnya program kerja Zeo sudah selesai direvisi oleh Dhita, namun ia tetap berada di ruangan sebab sahabatnya belum selesai berdiskusi, seperti Dhara dan Dhita yang memegang posisi penting yang menyebabkan keduanya cukup lama menyusun program kerja, dan jadi lah ia diganggu oleh Abimanyu yang juga tengah menunggu Nazril.


Posisi keduanya saat ini ialah, Zeo yang tengah duduk di lantai dengan beralaskan karpet, dan beberapa meter tak jauh darinya Abimanyu juga duduk sejajar dengan Zeo, Laki-laki seumuran Zeo itu sengaja tak ingin duduk jauh dari Zeo, karena tak lain adalah ingin menganggu gadis itu.


"Nunggu siapa sih, kenapa gak pulang-pulang?" tanya Zeo yang sudah lelah dengan tingkah Abimanyu.


"Nazril, sama antum, kalo antum pulang ana juga pulang, ana anterin malah sampe depan asrama" balas Abimanyu asal.


"Serius Abimanyu" kesal Zeo.


"Yang bilang bercanda siapa Zeo" balas Abimanyu.


Keduanya lalu berbincang random, satunya terus berbicara tentang segala hal, dan satunya ikut menanggapi dengan alasan yang lebih tak masuk akal.

__ADS_1


"Besok siap gak ke camp?" tanya Abimanyu.


"Siap lah, siapa sih yang gak siap, kita bakal lepas sama tanggung jawab selama tiga hari, bayangin May tiga hari, kita gak keliling asrama, gak ketemu sama santriwati yang langganan sidang, siap banget sih ana" Ucap Zoe semangat.


"Iya sih bener banget, tapi maaf nih kok nama ana jadi May? May siapa?" tanya Abimanyu.


"Abimanyu, diambil dari kata manyu" jelas Zeo.


"Mana ada kayak gitu, tapi oke, karena antum yang bikin ana izinin manggil May" Ucap Abimanyu.


"Gak jelas banget deh Abimanyu, sana kek jauhan dikit" omel Zeo.


"Eh, Aslan sama Zize lagi ngapain ya disana kira-kira?" tanya Zeo.


"Gak mungkin sih kalo bareng si Aslan, Zize kan gak demen sama Aslan, kalo demen juga gak mungkin pergi bareng lah Abimanyu, bukan muhrim" ucap Zeo.


"Jangan kayak gitu dong Zeo, kasian itu teman ana kalo denger ucapan antum, udah berusaha dia dari empat tahun yang lalu" balas Abimanyu.


"Lagian sih kenapa masih kekeuh sih ngedeketin Zize, udah tau anaknya udah dijodohin dari SMP jadi susahlah Abimanyu" kesal Zeo.


"Masa Damar gak pernah cerita sih, kalo Zize itu dijodohin, gak mungkin sih, pasti ana juga kalo jadi Damar bakal kasih tau si Aslan kalo sepupu ana dijodohin biar gak percuma gitu berharap sama usahanya" tambah Zeo.


"Udah bilang si Damar mah, tapi ya gimana orang Aslan nya yang gak mau nyerah" ucap Abimanyu.

__ADS_1


"Udah jangan gibah, ayo dah ana anterin pulang, mereka kayaknya masih lama Zeo" ajak Abimanyu.


"Gak mau dih, dia mah maksa" kesal Zeo.


"Yakin gak mau? itu Dhita sama Dhara bisa aja selesai nya mendekati asar loh, antum mau nunggu selama itu?, sekarang masih jam dua kurang ada banyak waktu buat tidur, nyuci, murajaah juga bisa, daripada disini nunggu yang gak jelas" bujuk Abimanyu.


Zeo lalu mengerucutkan bibirnya, ia nampak berfikir sejenak, benar juga perkataan Abimanyu, ia lalu menoleh dan akhirnya mengangguk.


"Iya deh, mau, ayo dah pulang" ucap Zeo sambil berdiri.


Laki-laki seumurannya itu seketika tersenyum, ia benar-benar senang karena Zeo akhirnya setuju akan pulang bersamanya.


"Ayok" balas Abimanyu dengan semangat.


Keduanya lalu keluar dari dalam SO, meninggalkan beberapa anggota lagi yang belum selesai berdiskusi, seperti Dhita, Dhara, dan Nazril.


"Udah kek, jangan senyum-senyum terus, serem tau" ketus Zeo.


"Ya gimana gak seneng, orang pulangnya bareng adek" balas Abimanyu.


"Stop ya Abimanyu, ana gak bakal mau jadi adek antum, gak akan pernah" tegas Zeo dengan wajah lucunya.


Abimanyu hanya tersenyum, jika saja ia tak ingat jika keduanya berada di lingkungan pondok, ia tadi akan mengelus kepala Zeo gemas.

__ADS_1


-


__ADS_2