Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode 38


__ADS_3

Setelah kegiatan personal selesai dilakukan, sorenya seluruh panitia yang sudah berada di lokasi camp saat itu ramai-ramai berkumpul ditengah lapangan setelah Ustadz Fahmi memberikan informasi saat sholat ashar tadi.


"Baik, selamat sore panitia sukses acara camp tahun ini" ucap Ustadz Fahmi dengan suara lantang.


"Sore" balas seluruh panitia bersemangat.


"Baik, sore ini kegiatan masih bebas ya, dan nanti makan malam sudah disediakan di saung yang warna hijau" jelas Ustadz Fahmi yang dibalas ucapan terimakasih dari seluruh panitia.


"Maaf, untuk Zize, Fira, Khafi, Aslan, Ustadz Fawwas, Ustadzah Inggit, Kak Abian dan Kak Leo tolong merapat sebentar ya" ucap Ustadz Fahmi.


"Dipanggil" ucap Fira sambil menarik tangan sahabatnya itu, membuat ia mau tak mau harus ikut berkumpul.


"Kenapa sih, males banget kayaknya" bisik Fira sambil berjalan di kerumunan yang sudah menunggu mereka.


Setelah Ustadz Fahmi memastikan semuanya sudah berkumpul, ia lalu mengeluarkan sebuah kertas, membagikan kepada masing-masing panitia yang dipanggil.


"Kertas ini adalah susunan acara, yang tiga hari kedepan insyaallah akan dilaksanakan, tapi khusus panitia yang saya panggil ini adalah penanggung jawab, Zize penanggung jawab kelas sebelas putri, Aslan Penanggung jawab kelas sebelas putra, Ustadzah Inggit penanggung jawab Santriwati putri, Ustadz Fawwas penanggung jawab Santriwati putra, tolong awasi jangan sampai ada yang berdua-duaan apalagi pacaran, Fira dan Khafi penanggung jawab koordinasi Pramuka, dan Kak Abian, Kak Leo penanggung jawab acara ya, nanti misalnya ada perubahan atau sebagainya bisa koordinasi ke penanggung jawab masing-masing bagian agar bisa mengontrol anggota masing-masing" jelas Ustadz Fahmi yang dibalas anggukan keempat penanggung jawab itu.


"Baik Ustadz, saya paham, berarti saya bisa memanggil penanggung jawab, siapa saja kan?, maksudnya waktunya bisa fleksibel kapan saja?" tanya Abian yang refleks membuat Zize melirik kearahnya.


"Bisa kak, bahkan bisa dipanggil menggunakan microphone, agar lebih gampang" jawab Ustadz Fahmi yang membuat senyum Abian merekah seketika.


"Haduh, semoga nanti gak sering ya Allah" batin Zize pasrah.


Leo yang menjadi saksi dimana Ustadz Fawwas terlihat sedikit sensitif dengan pertanyaan Abian, dan Zize yang menunduk pasrah hanya bisa terkekeh.

__ADS_1


"Gak sabar gue ngeliat mereka rebutan si primadona" batin Leo


-


"Mau mandi gak?" tanya Zize pada Fira yang terlihat masih kekenyangan.


"Duluan, ana masih mau duduk bentar, ini kenyang banget, biarin makannya turun dulu" alasan Fira yang sebenarnya tak ingin mandi karena airnya pasti dingin.


"Yaudah duluan ya" ucap Zize yang dibalas anggukan Fira.


Gadis itu lalu berjalan menuju kamar mandi panitia yang terletak lumayan jauh dari tendanya, ia membawa handuk kecil serta pouch berisi sabun dan lainnya, namun kini pandangannya tertuju pada sebuah pohon buah ceri kersen, buah manis yang ia temukan tadi pagi saat bersama Aslan.


"Ih buahnya udah pada matang, harus diambil ini mah" ucap Zize mendekati pohon buah kesukaannya.


Setelah dirasa cukup dekat, gadis itu itu lalu melompat kecil, berharap buah incarannya dapat digapai.


"Mau sampai camp gak bakal ke ambil Zize" ucap suara yang berada dibelakangnya, membuat gadis itu refleks menoleh.


hening.


Diam beberapa saat sebelum gadis itu menurunkan egonya.


"Bisa tolong ambilin gak Kak?" pinta Zize yang sudah tidak terdengar cuek lagi.


Abian yang awalnya mengira gadis itu akan menghindar, sedikit terkejut ketika pikiran nya ternyata salah, gadis itu malah meminta bantuannya dengan wajah menggemaskan yang tidak pernah hilang dari ingatan Abian.

__ADS_1


"Bisa, tapi mandi dulu sana" balas Abian pada gadis kecil itu.


Zize hanya mengangguk setuju, ia akhirnya mandi, entah mengapa ia langsung menuruti perintah Abian, sementara Abian, laki-laki itu lalu mendekati pohon ceri kersen, ia lalu sedikit berjinjit dan mengambil beberapa buah yang sudah berwarna merah. Setelah merasa cukup dengan buah kecil itu, ia lalu bergerak menuju keran air dan mencuci bersih buah kesukaan Zize.


"Dah bersih" batin Abian, laki-laki itu lalu berjalan menuju tenda miliknya dan mengambil sebuah kantong kecil, menaruh buah itu yang nanti akan diberikan oleh Zize.


"Lah, gak jadi mandi?" tanya Leo ketika melihat sejoli nya itu masuk tenda.


"Jadi, cuma mau naro buah ini dulu" jelas Abian menunjukkan buah yang sudah ia petik.


"Mau dong Bi" ucap Leo.


"Enak aja, ini buat Zize, kalo mau ngambil sendiri tuh pohon kek ginian banyak sekitar sini, jangan manja" omel Abian.


"Ye dah, semuanya hanya buat si primadona" ucap Leo.


Setelah menaruh buah kedalam kantong, ia lalu kembali ke area sekitar kamar mandi, ia sebenarnya juga sedikit terkejut ketika melihat Ustadz Fawwas yang juga sedang menunggu antrian sambil duduk di kursi panjang yang tersedia, laki-laki itu lalu menarik nafas sejenak sebelum memutuskan duduk di kursi yang sama.


"Permisi Ustadz, ikut duduk ya" ucap Abian ramah.


"Silahkan" balas Ustadzah Fawwas singkat namun tetap memasang senyum nya.


Tak lama setelah itu Zize akhirnya keluar dari kamar mandi khusus panitia, ia benar-benar terkejut mengapa ia harus berada di saat seperti ini. Yaitu Ustadz Fawwas yang tengah melihatnya tanpa ekspresi dan Abian yang tengah tersenyum.


"Ya Allah semoga ini bukan hari terakhir ku" batin Zize.

__ADS_1


-


__ADS_2