Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode.49


__ADS_3

Mentari akhirnya muncul dari tempat persembunyiannya, cahayanya memberikan kehangatan bagi manusia yang sudah beraktivitas pagi itu, ada sebagian yang sudah mengantri mandi, dan sebagian lagi memilih meregangkan otot-otot tubuhnya dulu, hari itu akan menjadi hari yang cukup melelahkan sebab, kegiatan Pramuka resmi dimulai sampai dua hari kedepan.


"Seger banget, mandi gih bentar lagi angkatan udah sampe" ucap Zize yang sudah selesai mandi dan kini tengah bersiap-siap dengan seragam Pramuka nya.


"Bentar dulu ih, ini masih dingin banget Zize, lagian kuat banget dah mandi jam segini" balas Fira yang masih sibuk menggosok kedua telapak tangannya, mencari kehangatan ditengah dinginnya pagi.


"Emang dingin Ra, cuma kalo udah mandi anget lagi" balas Zize.


Fira mengangguk malas, Ia akhirnya memutuskan untuk mandi meski sebenarnya rasa malas dan udara dingin telah menguasainya.


"Tidur dulu ah, nanti bangunin ya kalau disuruh ngumpul" ucap Zize.


"Sono gih keluar, ngapain kek berjemur, jalan-jalan, sayang kalau tidur lagi nantinya gak seger, duduk atas batu tuh biar nambah anget" ucap Fira yang kini sudah siap dengan peralatan mandinya.


Gadis yang sudah siap dengan seragam coklat itu akhirnya keluar dari tenda, ucapan Fira tidak ada salahnya juga untuk didengarkan, sebab jika tidur lagi pasti nantinya akan malas mengikuti kegiatan, ia lalu duduk di sebuah batu besar yang disinari langsung oleh cahaya matahari, benar kata Fira seketika dapat membuat tubuh terasa hangat.


"Oy Zize"


Baru beberapa menit gadis itu duduk dengan posisi nyaman suara bariton yang cukup dikenal gadis itu membuat nya menoleh, namun posisi duduknya yang terlanjur nyaman membuatnya enggan turun dari batu.


"Apa?" sahut Zize.


"Mau ngomong" balas Khafi yang sudah siap dengan seragamnya juga, ia lalu duduk di sebuah batu yang agak rendah Zize, serasi, satu kalimat yang bisa menggambarkan keduanya.


Kini Khafi sudah berada di dekat Zize, tidak dekat, ada jarak sekitar lima langkah, khafi tau gadis itu tak suka terlalu dekat dengan lawan jenisnya.


"Maaf ya, ana males banget turun, izin di atas" ucap Zize.


"Santai aja, ana cuma mau kasih tau nanti kita MC bareng ya" jelas Khafi santai.


"kenapa sama ana?, Fira?, dia nganggur loh, dia aja ah, lagian kan yang koordinasi kan dia bukan ana" balas Zize sedikit tidak terima.


"Ana udah tanya sama Fira, dia nya gak mau, dan dia malah yang ngajuin ana MC bareng antum, katanya antum lebih berpengalaman, dia masih malu" jelas Khafi.

__ADS_1


"Yeu, padahal ana seneng banget kalo pasangan serasi koordinasi MC bareng" canda Zize yang dihadiahi tatapan sini Khafi.


"Udah ah, ayo latihan dulu, ini kita bakal nge-MC satu hari ini, full bareng" tegas Khafi.


"Ayo" balas Zize yang tanpa ba-bi-bu langsung berjalan mengikuti laki-laki yang mengajak nya itu, tanpa sadar mengundang banyak perhatian dari sekitarnya.


.


.


.


Keduanya kini sudah sampai di tengah lapangan, Khafi membantu Zize saat gadis itu kelihatan sedikit bermasalah dengan mic nya hingga membantu menyusun kalimat yang sedikit membuat gadis cantik itu bingung.


"Gimana biar lebih santai lagi, kita ganti jadi, oke teman-teman tercinta, mari kita mulai kegiatan hari ini..." tuntun Khafi serius namun santai.


Keduanya nampak berlatih dengan baik, terkadang diselingi dengan sedikit candaan. Cara komunikasi Khafi berhasil, ia kini sudah tidak merasa canggung. Namun sesuatu yang mengganjal di hadapannya seakan memanggil namanya.


"Hei, kenapa deh?" tanya Zize lagi.


Khafi yang kini sudah kembali ke alam sadarnya hanya menatap Zize diam, kosong, tak berarti apa-apa.


"Ana bikin salah kah?" tanya Khafi membuat gadis itu semakin bingung, sedangkan Zize hanya mengerutkan dahinya.


"Itu loh Zize, pada ngelihatin, mana ngelihat nya gitu banget lagi" tunjuk Khafi pada pada empat orang yang kini tengah berdiri berdampingan di lapangan ujung, iya, empat orang.


Zize refleks membulatkan matanya, ingin mengecek apakah yang ia lihat salah, karena yang kini tengah berdiri berdampingan adalah, Aslan, Kak Leo, Abian dan Fawwas, iya Fawwas.


"Mulai deh mereka, sama-sama aneh" batin Zize.


"Udah ih, gak usah diladenin lagi berjemur itu mereka berempat" balas Zize berusaha tenang, namun siapa yang akan tetap tenang jika tatapan Fawwas seakan ingin memarahinya.


"Yakin berjemur begitu?" tanya Khafi memastikan.

__ADS_1


"Iya" balas Zize.


"Oke, lanjut ya" ucap Khafi yang kini sedikit tenang dengan ucapan Zize.


.


.


.


Sementara keempat laki-laki aneh itu...


"Kurang jauh itu, masa cuma lima langkah, seharusnya sepuluh langkah" gumam Abian namun masih bisa di dengar oleh Fawwas.


"Siapa sih yang milih MC nya, kok bisa-bisanya mereka" balas Fawwas tak terima.


"Gak salah sih cocok" ucap Leo jujur.


"Biasanya kalo milih kayak gini langsung dari koordinator sih, tapi kenapa gak Fira sama Khafi aja, kenapa harus Zize?" gumam Aslan yang dapat didengar oleh ketiga laki-laki yang sebarisan dengannya.


"Heran, kita udah di pegunungan, tapi tetep aja hawanya panas" ucap Abian yang menatap malas kedua MC "serasi" itu.


Leo hanya terkekeh heran, bisa-bisanya ia kini tengah berdiri berdampingan dengan tiga laki-laki yang tengah cemburu dengan Khafi.


"Udah apa, kalian tuh bertiga gimana mau maju, ngomong doang, kalah tuh sama Khafi yang nyamperin" kesal Leo membuat ketiganya menoleh bersama.


"Gimana mau nyamperin Leo, lu aja ngelihat gue ngobrol dikit sensi nya melebihi cewek" balas Abian.


"Ya, lu beda cerita Abian" balas Leo.


Percakapan terhenti sampai disitu, kini keempat kembali melihat MC dadakan yang katanya "serasi" itu.


-

__ADS_1


__ADS_2