
Tentang Fawwas
Kalau dipikir-pikir, nama Fawwas bahkan jarang sekali terdapat di cerita Zize, justru Abian lah yang seakan menjadi tokoh utama dalam ceritanya, tapi Fawwas adalah Fawwas, ia lebih baik diam daripada harus membuat Zize merasa lebih rumit lagi. Kalau di pikir-pikir juga, dirinya cukup percaya diri ketika ingin mengejar Zize, secara gadis itu nyaris mendekati kata sempurna di mata siapapun, orang tua Zize juga cukup terpandang. Sudah banyak nama laki-laki yang ia dengar pernah mendekati bahkan nyaris melamarnya, namun tidak ada yang lebih menarik dibanding mendengar nama Abian, ia Abian, sebut saja nama Abian, maka atensi Zize akan tertuju padanya.
Mengenai Fawwas sendiri, ia merupakan anak kedua dari ibu Nyai, iya, bisa dibilang ia merupakan penerus pondok pesantren tempatnya saat ini ia mengajar, Kakak pertamanya masih betah di Mesir, dan sudah menikah, Fawwas sendiri kini sudah berumur 22 tahun, masih sangat muda bukan?, ia sendiri sebenarnya sama dengan Kakak pertamanya masih betah, namun Umi nya sudah menyuruhnya pulang sebab Zize, gadis yang dijodohkan dengannya sudah mau naik kelas akhir, dan liburan nanti rencananya keduanya akan dipertemukan.
Fawwas sendiri tiba di Indonesia sudah seminggu yang lalu, dan setelah perdebatan panjang dengan pikiran dan hatinya ia akhirnya setuju dengan rencana perjodohan yang di rencanakan Umi nya, membuat nya harus mengajar dan pindah ke pondoknya sendiri sebagai salah satu cara mengenali Zize.
__ADS_1
"Jadi mereka pernah punya hubungan?"
"Bukan hubungan macem-macem sih Fawwas, mereka cuma adek kakak, tapi beda versi gitu, yang ini pake perasaan"
Kini, Fawwas dan Leo sedang duduk bersama di sebuah saung yang sepi pada malam itu, setelah melihat Leo yang habis mencecar Zize, Fawwas lalu meminta Leo untuk menemuinya di saung ujung, tempat yang agak sepi agar Abian tidak curiga. Awalnya Leo menolak sebab ini merupakan ranah pribadi Abian, namun setelah Fawwas mendesak dan memberitahu status nya ia akhirnya menyerah dan berakhir lah disini, Leo menceritakan apa yang ia tau.
"Abian waktu itu bener-bener stres waktu dia tau mau dijodohin, sayang banget dia sama Zize, dia tau dalam agama kalian kalau pacaran atau sejenisnya itu dosa, makannya dia gak ngajak Zize pacaran, padahal umur Zize kan lagi wajar-wajar buat jatuh cinta, tapi gue masih salut sih Abian gak ngajak tu bocah SMA pacaran, Zize waktu tau Abian di jodohin langsung balik ke pondok, dan dua Minggu setelah itu Abian dateng ke pondok buat ketemu dia dan bohong kalau dia saudara Zize"
__ADS_1
"Gak, Abian gak ketemu, dia cuma nitipin makanan dan minta yang jaga buat Zize nya yang ngambil langsung, dan begitu lihat Zize Abian langsung pergi, awalnya sih Abian nekat mau ketemu, tapi gue yang waktu itu ikut ngasih tau dia buat lihat dari jauh aja, soalnya kalau ketauan Abian bohong, yang kena pasti Zize, tapi seiring berjalannya waktu Abian mulai lupa sama Zize dan nerima langkah awal yaitu pertunangan, buat move on itu emang gak mudah, gue yakin Zize juga ngalamin hal yang sama cuma dia tutupin, dua-duanya hebat bisa berdamai dengan keadaan yang gak mungkin dipaksa, sebab sekalipun Abian pindah agama, Zize gak bakal nerima karena sekarang ada orang lain di hati dia"
Leo berhenti dengan ceritanya, ia lalu menatap Fawwas yang tengah bingung dengan akhir kalimat Leo, Fawwas yang sadar akan tatapan Leo hanya mengangkat sebelah alisnya, ia masih bingung.
"Zize kayaknya juga nyimpen perasaan sama lo Fawwas, gue bisa lihat perbedaan ketika si bocil ngelihat lo sama ngelihat Abian, beda banget kok, kalau Abian gue sih seratus persen yakin itu bocah udah ngeliat Abian sebagai Abang, tapi kalo lu kayaknya masih dalam tahap kagum, jangan sia-sia in dia sih kalo kata gue, Zize itu anak baik, kemarin aja dia pas ngobrol sama gue gak natap mata terus, suka nolong temennya pas angkat barang kemarin, dia juga anaknya tegas banget pas lihat ada santri putra yang nyari kesempatan, keliatan kok Zize itu anaknya gak macem-macem, gue juga pas lihat bocahnya juga maklum kenapa Abian se sayang itu" ucap Leo, ia lalu menenggak sisa terakhir minuman hangat nya membuang plastik bekas minuman nya ketempat sampah dan berdiri ingin kembali ke tenda.
"Gue balik dulu ya Fawwas ke tenda, udah mau jam setengah sembilan, dah ya" pamit Leo meninggalkan Fawwas yang mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
Itulah Fawwas, ia diam-diam melihat dan mencari tau apa yang membuat ia penasaran, meskipun ada sedikit perasaan aneh sebab Abian adalah laki-laki pertama yang pernah singgah di hati dan pikiran Zize, sekalipun bukan pertama, namun Abian terdengar cukup berkesan di kehidupan Zize.
-