Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode 27


__ADS_3

" ya Allah kapan nyala si lampunya, Aslan mana lagi belum datang juga " ucap Abimanyu sambil membawa beberapa piring di tangan kanannya.


" ya udah sana ngambil makan dulu, nanti kalo Aslan udah datang di susul deh " balas Fatih.


" bener ya, yuk " ucap Abimanyu sambil berbalik untuk mengambil makan disusul Damar, Khafi, dan Nazril dibelakangnya.


tak lama setelah itu Aslan lalu muncul dengan senter ditangannya dan raut wajah datarnya.


" dari mana?, sampe tadi gak ikut jamaah? " tanya Fatih.


" galak banget sih Fatih, nanti aja ceritanya ana laper " balas Aslan dengan wajah datarnya.


" eh, antum udah sholat kan? " tanya Fatih memastikan.


" udah Fatih, kalo belum dosa banget ana makan dulu " balas Aslan.


keduanya lalu masuk keruang makan khusus pengurus, yang didalamnya sudah ditunggu oleh Abimanyu, Damar, dan Khafi dan Nazril.


beberapa waktu yang lalu


" Aslan! " panggil Dita yang terlihat di depan gedung utama sambil membawa senter.


" Dita, ngapain disini? " tanya Aslan sambil menghampiri Dita yang berada di depan. gedung utama.

__ADS_1


" antum ngapain? " balas Dita dengan wajah polosnya.


" ini itu kawasan putra Dita, kalau mau ke aula juga kan harus lewat sini " jelas Aslan.


" jadi gini Aslan, Zize tuh gak pulang-pulang dia kayaknya masih di gedung utama deh, tolong ya cariin soalnya udah mau azan Maghrib " jelas Dita dengan wajah memohon.


" Zize? di gedung utama jam segini?!, kenapa antum gak nyari duluan sih " ucap Aslan yang sangat jelas terlihat khawatir.


" iya Aslan Mahendra, ana sekarang tuh posisi nya sebenernya mau bantu Zeo ngurusin masalah lampu, nah kebetulan antum ada disini makanya tolong cariin ya, kalo bisa anter pulang sampe tujuan oke, ini sekalian senter siapa tau disana gelap, makasih loh, assalamualaikum " balas Dita sambil memberikan sebuah senter dan berjalan kembali menuju kawasan putri.


" t-tapi " balas Aslan yang mau tidak mau harus menuruti perkataan Dita, meskipun ia harus sedikit terlambat menuju aula.


Aslan lalu berjalan masuk menuju gedung utama dengan langkah sedikit lebih cepat, namun pandangan nya seketika fokus pada sebuah cahaya yang bersinar di tengah gedung.


" kali ini ana kalah cepet " ucap Aslan yang pada akhirnya mematikan senternya memilih untuk kembali.


-


" Zize! " teriak Mia saat melihat sahabatnya itu datang dengan map merah ditangannya.


" dari mana aja? kita nyariin tau, mana tadi mati lampu lagi " ucap Dhara yang terdengar khawatir.


" tadi ana masih ngeberesin nilai di gedung utama terus mati lampu deh, jadi agak lama jalannya " jelas Zize.

__ADS_1


" kita kira tuh tadi antum diculik tau " ucap Fira yang berhasil mendapatkan pukulan di lengannya.


" hehe, canda Zize " ucap Fira.


" mau makan gak? " tanya Dhara pada gadis itu.


" mau, tapi ana belum sholat Maghrib terus mau mandi dulu, gak enak soalnya kalo belum sholat sama mandi " balas Zize.


" oke " ucap Mia.


" Zeo sama Dita mana? " tanya Zize.


" mereka masih ngurusin lampu sama pak Eko, biasalah mereka kan bisa tuh dikit-dikit " jawab Dhara.


" oke kita ambilin antum, Zeo sama Dita ya berarti " ucap Fira.


" makasih ya semuanya, kalau gitu ana mau bersih-bersih dulu, assalamualaikum " ucap Zize sambil tersenyum meski ia sedikit merasa lelah.


" waalaikum salam " balas Dhara.


gadis itu lalu berbalik dan berjalan menuju tangga yang tak jauh dari tempat ia berdiri tadi namun, kata-kata ustadz Fawwas tiba-tiba terlintas di dalam pikirannya, ia masih tidak percaya jika ustadz Fawwas terlihat begitu menghawatirkan nya, yang bahkan bertemu dengannya saja belum genap seminggu.


" kok bisa ustadz Fawwas ngomong kayak gitu ya? " batin Zize penasaran.

__ADS_1


-


__ADS_2