
" jadi ini semua tinggal difotokopi ya, setelah itu kasih ke ustadzah kepala bagian masing-masing " ucap Bu nyai pada Aslan.
" baik Bu, saya usahakan semua nya akan selesai dengan cepat " balas Aslan.
" bagus, kerja sama tuh sama Dita " tambah Bu nyai.
" oke, kalau begitu antum... " ucapan Bu nyai seketika berhenti ketika mendengar suara Zize.
" assalamualaikum " ucap Zize.
" masuk Zize " ucap Bu nyai sambil tersenyum melihat anak kesayangannya itu.
Zize lalu masuk dengan posisi sandal siap pakai tak lupa paper bag ditangan kanannya.
" ya Allah Zize makasih ya udah mau repot-repot nganterin ke rumah " ucap Bu nyai.
" gak kok Bu gak repot sama sekali, ana juga sekalian jalan-jalan kan " balas Zize sambil memberikan paper bag tersebut dan tak lupa dengan senyum khas miliknya.
" yaudah kamu duduk dulu ya bentar, ana bikin minum dulu " ucap Bu nyai.
" gak usah Bu, ana langsung pulang aja bentar lagi soalnya sholat zhuhur, ana juga yang piket jaga sekarang " jelas Zize.
" gak, ana maunya anti duduk dulu bentar, ana yakin kok Najla atau partner antum yang lain pasti bisa gantiin " balas Bu nyai yang kali ini mau tak mau harus di dengar oleh Zize.
" ya udah deh, ana gak jadi pulang ana disini dulu " balas Zize.
gadis itu lalu duduk di sofa yang jaraknya tak jauh dari Aslan.
__ADS_1
" gini ni kalo anak kesayangan dateng, ana jadinya di kacangin sama Bu nyai " ucap Aslan bercanda.
" mulai kan ngeledek nya Aslan " balas Zize.
" makasih loh makanan nya " ucap Aslan.
" sama-sama, gimana makanan nya enak gak? atau antum buang? " tanya Zize.
" ya ana makan lah, kapan lagi coba seorang Zize baik hati sama ana " jawab Aslan.
" sebenernya ana gak tau antum sukanya apa, jadinya ana beli makanan nya asal rasanya " ucap Zize.
" enak kok, sebenernya sih si Abimanyu bahkan gak mau ngasih makanan itu ke ana " ucap Aslan.
" Zize antum... "
" assalamualaikum " ucap Fawwas sambil melihat Aslan dan Zize yang tengah mengobrol.
" ya Allah kenapa ketemu lagi sih " batin Zize sambil menundukkan kepalanya sambil mengingat kejadian tadi.
" waalaikum salam ustadz Fawwas " balas Bu nyai.
" Aslan, Zize jadi ustadz Fawwas ini sengaja ana panggil buat makan siang disini sama kalian, tapi karena sebentar lagi sholat zhuhur jadi kita sholat berjamaah dulu ya " jelas Bu nyai.
" baik Bu " balas Aslan dan Zize bersamaan.
" ayo Zize ana anter buat ngambil mukena " ucap Bu nyai.
__ADS_1
Bu nyai lalu masuk kedalam ruangan diikuti oleh Zize dibelakangnya, meninggalkan Aslan dan Fawwas.
" ya Allah saingan kenapa engkau datangkan sih " batin Aslan sambil melihat ustadz Fawwas.
" kenapa Aslan? " tanya ustadz Fawwas.
" gak kok ustadz ana mau ngajak ustadz wudhu, ustadz mau ikut? " tanya Aslan.
" ana sudah wudhu tadi " balas Fawwas.
" oke ustadz, kalau gitu ana wudhu dulu ya " ucap Aslan yang dibalas anggukan kepala Fawwas.
Aslan lalu keluar menuju keran yang berada di halaman sedangkan Fawwas, laki-laki itu duduk di sofa.
" ustadz Fawwas, antum yang imam ya kita sholat nya di ruang tengah " ucap Bu nyai di balik tirai.
Fawwas lalu berjalan menuju ruang tengah dimana sudah ada Zize disana, dan saat Fawwas datang gadis itu malah seakan mencari sesuatu.
" Aslan? " tanya Fawwas.
" dia udah pulang ustadz? " tanya Zize dengan wajah polosnya.
" gak dia lagi wudhu " balas Fawwas dengan wajah datarnya.
tak lama setelah itu Aslan datang dan ketiga pun memulai sholat dengan Fawwas sebagai imamnya.
-
__ADS_1