
waktu terus berjalan, namun Zize masih sibuk merapihkan laporan nilai santri yang akan ia berikan pada ustadzah Sani, hingga ia tak sadar jika waktu Maghrib tinggal beberapa menit lagi.
" Alhamdulillah, selesai " ucap Zize setelah lembar laporan terakhir selesai.
gadis itu pun mulai merapihkan kertas yang berada didepannya dan mulai memasukkan ke dalam map merah, ia lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari dalam kelas.
" astaghfirullah " ucap Zize spontan saat lampu di gedung utama mati seluruhnya.
" tetap tenang dan jalan aja " batin Zize yang mencoba untuk menenangkan diri.
gadis itu lalu berjalan dengan sedikit menunduk sambil meraba dinding di samping kanannya.
" astaghfirullah apa yang ana tabrak ini? " batin Zize panik saat kepalanya membentur benda keras.
" Zize? " ucap sesuatu yang ia baru saja tabrak.
" antum siapa? " tanya Zize yang sangat jelas terlihat ketakutan.
" Fawwas " jawab laki-laki itu sambil mengambil handphone yang berada di saku celananya.
" ustadz Fawwas?, ustadz ngapain disini? " tanya Zize.
__ADS_1
" harusnya ana yang nanya, antum ngapain masih disini?, sekarang sudah Maghrib dan antum pasti tau dilarang keras untuk berada di kawasan ini " balas Fawwas dengan wajah khawatir.
" maaf ustadz, ana sore ini gantiin kelas tahfidz ustadzah Tira, dan murajaah anak-anak yang sudah khatam lumayan banyak belum lagi harus ngerapihin laporan dulu sebelum dikasih ke ustadzah Sani, jadinya ana gak sadar kalau sudah Magrib " jelas Zize sambil menunduk.
" saya khawatir Zize " ucap Fawwas tiba-tiba yang otomatis membuat gadis didepannya terkejut.
" sekarang antum jalan di belakang ana, ikutin jangan sampe ketinggalan, gedung utama ini lumayan luas " ucap Fawwas yang dibalas anggukan kepala Zize.
Fawwas lalu berjalan dengan pelan, diikuti oleh Zize dibelakangnya.
" ya Allah, kenapa jantung hamba bisa berdetak sekencang ini?, apa kali ini hamba akan jatuh cinta lagi pada salah satu ciptaan mu?, jika ia memang jodoh hamba tolong dekatkan ya Allah, namun jika bukan tolong jangan engkau biarkan perasaan ini tumbuh lagi sebab, hamba tidak ingin jika harus merasakan sakit untuk yang kedua kalinya " batin Zize sambil sesekali melihat Fawwas yang berjalan didepannya.
Fawwas nampak dengan santai berjalan menuju ruangan ustadzah Sani untuk memberikan laporan nilai kelas tahfidz nya.
" assalamualaikum ustadzah " ucap Fawwas pada ustadzah Sani yang seperti biasanya sudah menunggu laporan sore dari masing-masing kelas tahfidz.
" waalaikum salam ustadz " balas ustadzah Sani sambil tersenyum.
" Afwan ustadzah ini laporan untuk nilai santri hari ini " ucap Fawwas sambil memberikan map berwarna merah.
" Syukron ya ustadz " balas ustadzah Sani.
__ADS_1
" semuanya sudah laporan, kok Zize belum laporan sama ana ya?, apa memang belum selesai? " tanya ustadzah Sani pada Fawwas.
" kalau itu ana tidak tau, memangnya Zize mengajar kelas siapa ustadzah? " tanya Fawwas.
" loh, memangnya ustadz gak lihat Zize mengajar sore ini, padahal kelas ustadz sama kelas ustadzah Tira gak jauh kan? " balas ustadzah Sani
" ya Allah ustadzah, kelas ustadzah Tira kan di paling pojok, kalau ana ada di tengah, kalau boleh tahu kenapa Zize yang gantikan ya ustadzah? " ucap Fawwas " ucap Fawwas.
" astaghfirullah ana lupa, kirain kelas ustadzah Tira belum pindah, oh iya kalau soal itu ustadzah Tira hari ini kan ada keperluan jadi ana pilih santri yang hafalannya paling baik dan kebetulan Zize lah yang ana ingat waktu itu, kalau gitu ana duluan ya ustadz, bentar lagi magrib soalnya " ucap ustadzah Sani.
" baik ustadzah " balas Fawwas
Fawwas lalu beranjak dari tempatnya duduknya, ia lalu berjalan menuju kamar khusus ustadz yang masih lajang.
" dua menit lagi azan, mending ana wudhu sekarang " batin Fawwas sambil melihat jam tangannya dan berjalan menuju kamar mandi.
" ASTAGHFIRULLAH! " ucap Fawwas saat tiba-tiba lampu dikamar nya mati, namun laki-laki itu tetap melanjutkan wudhu nya sampai sesuatu terlintas di pikirannya.
" Zize! " batin Fawwas.
-
__ADS_1