
" assalamualaikum " ucap Aslan pada Abimanyu dan Nazril.
" waalaikum salam " balas kedua sahabatnya itu.
" dimana Damar sama Fatih? " tanya Aslan.
" Damar dia masih sibuk sama Al-Qur'an nya di aula, kalo Fatih udah tidur nyenyak dari tadi " jelas Nazril.
" eh Aslan, kita gak ngambilin antum makan " ucap Abimanyu.
" gak apa-apa, ana udah makan kok dirumahnya Bu nyai " balas Aslan.
" berdua? " tanya Abimanyu.
" gak sih, lebih tepatnya berempat ana, Bu nyai, Zize, sama ustadz Fawwas " jawab Aslan.
" wow, lihat kan Nazril persaingan mendapatkan Zize cukup sulit, apalagi kali ini ustadz Fawwas udah berhasil diundang Bu nyai buat makan dirumahnya " ucap Abimanyu.
" tapi masa sih ustadz Fawwas langsung tertarik sama Zize? secara kan beliau itu baru disini, belum juga satu mingguan " balas Nazril.
" bisa aja kan, secara antum tau lah auranya Zize tuh beda daripada yang lain " ucap Abimanyu dengan yakin.
" udah ah, kita mending tidur lumayan tuh satu setengah jam lagi " ucap Aslan.
" oke, kita tidur tapi abis itu... "
" Abimanyu! " ucap Nazril yang berhasil membuat laki-laki itu diam.
" iya ana tidur kok " balas Abimanyu.
ketiga sahabat itu lalu tidur di atas karpet dengan bantal yang sudah berada dibawah kepala masing-masing.
-
" Fira udah sampe " ucap Khafi pada gadis di sampingnya itu.
__ADS_1
" kok cepet sih " balas Fira yang perlahan membuka matanya.
" iyalah cepet orang dari tadi tuh tidur mana sadar kalo macet " ucap Khafi.
gadis itu lalu turun dari mobil dan mengambil tasnya tak lupa beberapa pesanan dari sahabatnya.
" udah ana balik ya " ucap Khafi.
" eh bentar " tahan Fira.
" kenapa? " tanya Khafi.
gadis itu lalu memberikan sebuah paper bag hitam bergambar emoticon tersenyum.
" buat ana? " tanya Khafi.
" ya buat siapa lagi? " balas Fira dengan wajah kesalnya.
" makasih ya " ucap Khafi sambil menerima paper bag pemberian Fira.
satu jam yang lalu.
" eh, itu karnaval apa deh? " tanya Fira.
" gak tau " balas Khafi.
" kesana yuk " ajak Fira.
" Fira " ucap Khafi seakan menolak ajakan gadis itu.
" janji gak bakal lama khafi, lihat sebentar terus kita pulang " balas Fira.
Khafi lalu berjalan sambil melipat kedua tangannya dengan Fira yang berada di belakangnya.
" Khafi lihat deh lucu-lucu banget " ucap Fira sambil melihat sebuah stand aksesoris.
__ADS_1
" Mbak yang ini ada pasangannya ya? " tanya Fira.
" ada kak, memangnya mau pasangan sama siapa? " tanya penjaga stand tersebut.
" buat..., Khafi? mbak lihat temen saya gak yang tadi kesini sama saya? " tanya Fira.
" oh, mas nya tadi ke arah sama kak " jawab penjaga stand tersebut.
" oh, makasih ya mbak, saya tanya temen saya dulu " balas Fira.
gadis itu lalu mencari Khafi dan berhasil menemukan nya di sebuah stand gelang.
" ya Allah Khafi, dari tadi dicariin ngapain lihat gelang? " tanya Fira pada Khafi.
" gak, lucu aja gitu " balas Khafi yang masih saja melihat gelang incarannya.
" mau beli?, yang huruf k lucu tuh cocok lagi Khafi " ucap Fira.
" nanti aja, lagian nanti kita juga bakal ke tempat ini lagi, ayo " balas Khafi.
" duluan, ana sakit perut udah dari tadi nih " ucap Fira sambil memegang perutnya.
" jangan lama-lama, ana tunggu di mobil " balas Khafi.
khafi lalu berjalan menuju mobil, sedangkan Fira gadis itu pergi sebentar lalu setelah beberapa detik ia lalu berjalan kembali menuju toko gelang tadi.
" mas mau gelang yang itu yah " ucap Fira sambil menunjuk gelang incaran Khafi.
" yang ini mbak? " ucap penjual gelang tersebut.
" iya mas, tapi warnanya hitam sama biru dongker, yang hitam namanya khafi, yang biru dongker namanya Fira ya mas " jelas Fira.
" iya mbak tunggu sebentar ya " balas penjual tersebut.
Fira lalu menunggu gelang pesanannya, sedangkan Khafi laki-laki itu masih menunggu di mobil dengan sambil membaca Al-Qur'an.
__ADS_1
-