Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode.41


__ADS_3

Leo dan Kesetiaannya.


"Gue dijodohin" ucap Abian pada laki-laki yang sudah bersamanya sejak kelas satu SMA nya itu tiba-tiba.


Leo tengah bersama dengan Abian disebuah cafe kecil yang tak jauh dari tempat keduanya kuliah, segelas kopi dan yang satunya lagi lebih memilih air mineral adalah perbedaan yang sudah biasa terjadi, Abian si pecinta kopi semenjak tugas-tugasnya tak kunjung berhenti, dan Leo yang sudah cinta mati dengan air mineral semenjak penyakit ginjal yang menyerangnya beberapa bulan lalu.


"Gue pikir ginjal lu kayaknya udah muak deh dengan air putih" ucap Abian saat sejoli nya itu sedang menenggak air mineral.


"Gue gak mau lagi ye Bian masuk rumah sakit, boring, mana susternya galak banget lagi" balas Leo.


"Lagian lu, susternya lagi ngecek lu, lu nya malah gombal" ejek Abian.


"Btw, gue pikir lu sama si bocil, kenapa gak lu tolak aja sih" ucap Leo.


"Udah gue coba tolak, tapi ya disisi lain gue gak bisa terus egois, orang tua gue udah ngebet banget pengen lihat gue nikah" jelas Abian.

__ADS_1


"Iya juga sih, kalo lu nunggu si bocah mana bisa, kelamaan" ucap Leo.


"Tapi gue gak abis pikir sih lu bisa-bisanya suka sama bocah SMA, lu Inget umur gak sih, maksudnya lu itu udah kuliah semester lima" ejek Leo yang mendapatkan bonus pukulan di kepalanya.


"Yeu, lu mah sok tau dengan perjalanan cinta gue, udah kenal dari lama gue sama bocah nya" balas Abian.


"Mana sih anjir, secakep apa penasaran bego gue, lu tunjukkin kek, apa jangan-jangan jelek lagi makannya malu?" ucap Leo memasang wajah tengil.


"Ada fotonya gue, tapi nanti aje ye, kalo bocah nya udah liburan baru gue kasih lihat, anaknya masih di pondok" ucap Abian yang membuat wajah Leo seketika terkejut bukan main.


Abian hanya tertawa pasrah, ia sebenarnya juga tak yakin dengan keputusannya, namun jika belum mencoba bagaimana bisa tau, dasar Abian tolol, itulah yang dipikirkan oleh Leo semenjak tau kalau Zize adalah seorang wanita muslim, iya anak Tuhan, namun Tuhannya beda dengan Tuhan Leo.


"Eh btw yang dijodohin sama lu yang mana?, lu diem-diem aja nih, pasti cakep ye" canda Leo.


"Ah yang dijodohin sama gue ya, lu kenal kok Leo, soalnya kata dia satu jurusan sama lo" balas Abian.

__ADS_1


"Siapa?, kok gue gak tau ya" pikir Leo.


"Bentar, gue punya fotonya" ucap Abian sambil membuka galerinya.


"Nih Bianca, anak komunikasi satu jurusan kok sama lu, soalnya waktu gue cerita tentang lu dia langsung semangat banget" jelas Abian sambil menunjukkan foto gadis dengan rambut panjang, gadis itu terlihat sangat, bahkan selalu cantik dan sempurna di mata Leo.


"Serius?!" ucap Leo tak menyangka.


"Serius lah, masa gue mau ngerjain lu, kurang kerajaan amat nyari foto ni cewek" ucap Abian.


"Wah, lu beruntung banget sih bisa dijodohin sama dia, anaknya baik loh, perhatian, lu pasti gak nyesel dijodohin sama dia" ucap Leo.


"Semoga sih" balas Abian yang terlihat tak tertarik dengan Bianca.


Leo mengambil ponselnya, pura-pura sibuk dengan sesuatu disana, padahal dalam hatinya ia benar-benar kesal dengan Abian, bisa-bisanya perempuan yang selalu ia puji, ia banggakan sekarang malah dijodohkan dengan Abian yang jelas-jelas tak ada perasaan bahkan niat serius dengan Bianca, jujur, jika ia mendengar Bianca menangis karena ulah sahabatnya ini, ia akan membuat Abian babak belur, tak peduli meskipun ia sahabatnya sekalipun.

__ADS_1


-


__ADS_2