Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode. 39


__ADS_3

"Nih Zize buah nya" ucap Abian sambil menunjukkan kantong yang berisi buah yang sudah di bersihkan sebelumnya.


Zize akhirnya melangkah menuju bangku tempat Abian yang sudah berdiri menunggu gadis itu, namun disisi lain ia juga sadar jika Ustadz Fawwas tengah memandang nya sinis.


"Makasih kak" balas Zize menerima buah pemberian Abian.


"Oke habisin ya, udah aku cuci bersih juga" ucap Abian lagi.


Ustadz Fawwas akhirnya bangkit dari bangkunya, ia benar-benar kesal dengan Abian yang terus mencari perhatian dari Zize Izeta, perempuan yang berhasil menarik perhatiannya sejak beberapa hari yang lalu.


"Maaf, bukannya saya mau ikut campur dengan hubungan kalian berdua, tapi bukankah sudah menjadi tanggung jawab saya agar tidak membiarkan siapapun santri disini menjalin hubungan?" ucap Fawwas dengan rahang yang sedikit mengeras.


Abian yang mendengar ucapan Fawwas hanya mendengus kesal, ia sebenarnya juga tau jika laki-laki itu sebenarnya cemburu.


"Maaf sebelumnya Ustadzah Fawwas yang terhormat, saya disini sebelumnya sudah kenal dengan Zize, dia teman baik saya, dan saya juga gak ada niatan lebih dengan itu" jelas Abian.


"Hanya teman kan? bukan saudara? bukan kakak ataupun adik?, saya pikir jika tidak ada hubungannya darah sebaiknya tidak perlu sedekat ini" balas Fawwas.


"Tapi Ustadz, say-"


"Zize!"


Ucapan Abian terputus ketika mendengar teriakkan Fira, ia lalu menoleh melihat gadis yang terlihat seumuran dengan Zize dan Leo yang sedang mengikuti dibelakangnya, gadis itu terlihat sedikit berlari menghampiri Zize.


"Assalamualaikum Ustadz Fawwas, Kak Abian" ucap Fira yang masih terengah-engah.

__ADS_1


"Lama banget deh mandinya, buru ayo balik ke tenda" ucap Fira sambil menarik tangan Zize, membawa sahabatnya itu menjauh dari dua laki-laki yang sebentar lagi akan berdebat karena dirinya.


"Kak Leo duluan ya" pamit Zize yang dibalas acungan jempol Leo.


.


.


.


Lima menit sebelumnya...


Fira yang masih kekenyangan itu memutuskan untuk duduk di depan tenda sembari menunggu Zize yang masih mandi. Namun bukan Fira namanya jika ia bisa menjaga pandangan.


"Hai temen si primadona" balas Leo sambil menghampiri gadis itu.


"mau mandi Kak?" tanya Fira.


"nggak, dingin, besok aja lumayan kan hemat sabun" balas Leo sambil tersenyum, membuat gadis itu lagi-lagi terpesona dengan sejoli Abian.


"Zize mana?" tanya Leo.


"Lagi mandi Kak, belum balik daritadi, lama banget" jawab Fira.


"Tadi juga ngelihat Ustadz Fawwas mau mandi, mungkin ngantri abis Ustadz Fawwas" tambah Zize, membuat sesuatu mengklik di otak Leo.

__ADS_1


"Wah gawat, Ra ayo! ikut gue ya" ucap Leo.


Setelah menuju area kamar mandi panitia, hal yang sudah diperkirakan Leo benar terjadi Abian, Zize, dan Fawwas tengah berada di situasi dan lokasi yang sama.


"Ngapain sih Kak pake lari segala" ucap Fira tak mengerti.


"Udah nanti aja gue jelasinnya, atau nanti kan lu bisa nanya ke Zize, sekarang tolong banget bawa Zize ke tenda ya, langsung tarik aja, oke" ucap Leo.


"Oke" balas Fira singkat tanpa perlu berlama-lama.


.


.


.


kembali ke saat ini.


"Udah buset lu berdua ye, bukannya mandi malah rebutan perempuan, buru dah mandi" ucap Leo setelah Zize dan Fira sudah cukup jauh.


"Abian udah ah mandi sono, nanti makin dingin loh airnya" ucap Leo lagi.


Abian akhirnya mengalah, ia akhirnya memilih untuk mandi daripada harus melanjutkan debat nya dengan Fawwas.


_

__ADS_1


__ADS_2