Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode.48


__ADS_3

Sebuah Ikatan


Beberapa orang mungkin akan penasaran dengan Zize, bagaimana ia bisa memiliki sahabat yang benar-benar memiliki peran penting di pondok, bagaimana ia dekat dengan Aslan, dan teman-temannya, fakta lain bahwa ia sepupu Damar, seorang santiwan yang terkenal dengan wajah tampannya, jika dapat dilihat, kehidupan Zize sangat amat sempurna, namun dibalik itu ada kisah yang sedikit orang tau.


Sebenarnya, Zize adalah gadis yang sangat pendiam, ia malas berinteraksi dengan banyak orang, menurutnya itu adalah hal yang melelahkan, membuang-buang waktu, dan tentu saja akan menguras cukup banyak tenaga, dan ia kurang suka dengan itu.


Namun, Zize saat itu hanyalah santriwati kelas dua SMP yang mau tak mau harus melakukan hal-hal yang ia kurang suka itu, dan itu terjadi tak lain karena prestasi yang selalu membuat orang lain merasa kagum, yang selalu membuat dirinya menjadi sorotan, bolak-balik dari satu kelas ke kelas lain hanya demi sebuah forum bertukar pikiran. Dan dari situ lah lambat laun, ia mengenal gadis seusianya yang mungkin saat ini bisa disebut dengan teman dekat. Dimulai dari perkenalan random nya bersama Dhara, cerita lucu ketika Dhita juga ternyata ingin dekat dengan Zize karena gadis polos itu dengan senang hati membantunya menyelesaikan soal matematika, kelakuan random Fira dan Zeo yang menarik perhatiannya, hingga Mia yang tak sengaja masuk kedalam pertemanan aneh itu sebab ajakan Dhita.


.


.


.


"Itu siapa deh, dari tadi nengok sini mulu" bisik Zize pada Zeo sambil melihat laki-laki yang tengah memperhatikan nya sejak ia dan Zeo memasuki ruangan olimpiade.


"Aslan itu, anak kelas sepuluh IPA 1, sama kayak kita seangkatan, masa gak tau sih, Aslan Mahendra yang suka disebut-sebut itu loh" jelas Zeo sambil mengerjakan laporan.


Zize hanya mengangguk mengerti, ia lalu melanjutkan tugasnya.


Bisa dibilang itu adalah awal dari segalanya, awal dari Aslan yang mengenal gadis seusianya itu ketika keduanya tengah mengikuti tes olimpiade, Aslan sebenarnya sudah sering mendengar tentang Zize, namun saat itu yang ia kenal adalah anak SMP dengan banyak laporan pelanggaran, cukup menarik perhatiannya saat itu, namun siapa sangka jika gadis itu sekarang sudah berubah menjadi gadis yang sangat anggun dan berwibawa.


"Itu bocah yang suka dipanggil sama bagian keamanan ya" bisik Aslan pada Damar disampingnya.


"Iya, Zize, gitu-gitu pinter tau lan, bocahnya suka ikut olimpiade, terus cakep pula" balas Damar sambil menaik turunkan alisnya.


"Kenapa dih?" tanya Aslan seakan tau Damar tengah menggodanya.


"Suka ya?" tanya Damar.


"Gak tau, lihat aja dah nanti" balas Aslan.


"Denial terusssss" ejek Damar pada Aslan yang kini berpura-pura mengerjakan sesuatu.


Dan, satu lagi cerita yang tak kalah menggemparkan adalah, berita jika Damar Argatsani adalah sepupu dekat Zize.


.


.


.

__ADS_1


Cerita dimulai dari Zize dan Damar yang terlihat memiliki barang yang sama, seperti kaos, sepatu, bahkan jam tangan. Hal itu membuat banyak orang curiga, namun tak sedikit pula yang berfikir itu adalah kebetulan, sebab pabrik tak cuma satu, sejak awal Zize sudah bilang jika hubungan persaudaraan ia dan Damar jangan sampai tersebar, sebab Damar memiliki banyak sekali penggemar di angkatan, ia tak ingin jika orang-orang berteman dengannya karena menjadi sepupu Damar, ia juga tak ingin menjadi jastip titip salam, surat, ataupun sejenisnya. Namun takdir berkata lain, hubungan keduanya akhirnya terbongkar karena ulah Zize sendiri.


"Nih, kamu yang ini, aku yang ini" ucap Zize sambil memberikan sebuah paper bag yang berisi baju kembar.


"Baju kembar lagi?, aku capek ya dicurigai sama Aslan terus gara-gara banyak barang kembaran sama kamu Ci" kesal Damar sebab selalu dibelikan barang yang model, merek, bahkan terkadang warna yang sama.


"Lucu tau Mar, kita jadinya kayak siblings goals gitu, kayak orang-orang" balas Zize.


Damar lalu mengambil paper bag dari tangan Zize, membukanya lalu terkejut dengan apa yang ia dapatkan.


Keduanya saat ini berada di sebuah ruangan khusus santriwati pilihan yang nantinya akan dilantik menjadi ketua di setiap bagian, sebenarnya peraturan sudah ditegaskan bahwa, dilarang bagi siapapun berduaan berada di ruangan, namun Damar tetaplah Damar, yang akan memaksa Zize untuk bertemu.


"Masa aku yang pink sih Ci" keluh Damar.


"Diem deh, jangan manggil Cici ya Damar, ini di pondok" tegas Zize, namun Damar malah terus menyebut Cici berulang kali.


Ngomong-ngomong soal Cici, itu adalah panggilan Zize sejak kecil, dan hanya anggota keluarga dekat yang tau, dan Damar juga suka memanggil Cici jika sedang berdua dengan Zize.


"Yaudah tuker Cici baju nya, masa aku cowok malah pink, aturan kamulah yang pink" paksa Damar yang akhirnya disetujui oleh Zize.


"Yaudah, nanti aku tuker, gausah ngambek" balas Zize yang mengambil paper bag nya kembali.


"Di angkatan aku juga ada yang suka sama kamu tuh dia-"


"Diem-diem gak mau bahas yang itu, udah bahas yang lain aja" ucap Zize seolah tau orang yang dimaksud oleh Damar.


"Yeu, giliran aku aja yang cerita malah di suruh diem, gak adil nih" omel Damar tak terima.


"Lagian, kamu bahas nya gak seru Dam" balas Zize sambil tersenyum, tak ingin jika sepupunya itu marah dengannya.


"Gak usah senyum-senyum, gak mempan" balas Damar.


Zize lalu tertawa gemas dengan kepribadian Damar yang satu ini, kepribadian yang hanya ditunjukkan hanya jika sedang bersamanya. Gadis itu lalu refleks mencubit pipi Damar gemas.


"Lucu banget deh sepupu aku yang satu ini, beda banget kalo lagi daur hawanya kayak mau makan orang hidup-hidup, kenapa deh kayak gitu" ucap Zize yang masih asyik mencubit kedua pipi Damar, sedangkan yang dicubit hanya diam menerima perlakuan dari lawan bicaranya.


"Eh, diem ah nanti ada yang-"


Ckrek


Belum selesai Damar menyelesaikan kalimatnya, pintu ruangan tersebut terbuka, menampilkan Aslan, Dhita, Abimanyu, Mia, dan beberapa anggota inti lainnya sedang menyaksikan pemandangan yang jarang terjadi, iya, pemandangan Zize berinteraksi lebih dengan santri putra, terlebih dengan Damar, si cuek bebek dan si paling sedikit interaksi dengan santri putri.

__ADS_1


"Kalian ngapain...?" tanya Dhita pada Zize yang tangannya tanpa sadar masih berada di pipi Damar.


Hening


"Eh, tunggu ini gak yang kalian lihat" ucap Zize gelagapan sambil melepaskan cubitannya pada Damar.


"Damar antum...?" ucap Aslan terkejut ketikan melihat orang dekatnya ternyata lebih dekat dengan Zize.


Aslan, lalu menutup pintu kasar, ingin mendengar penjelasan lebih dari keduanya, terlebih dari Damar, sebab kali ini yang bersangkutan dengannya adalah Zize, gadis incaran Aslan sejak Zize masih menjadi buronan keamanan.


"Oke, dengerin ya, jangan ada yang motong pembicaraan ana sekalipun, dan jangan sampe kejadian tadi kesebar, ana gak mau aja proses laporan pertanggungjawaban nanti kacau gara-gara kejadian tadi" ucap Damar serius, membuat orang sekelilingnya seketika takut untuk memotong, bahkan melawan pembicaraan itu.


"Oke, jelasin sekarang" balas Aslan.


Damar lalu memandang sinis Aslan, laki-laki itu seolah paham jika sejolinya tengah cemburu dengannya, ia lalu menyuruh anggota inti lainnya duduk terlebih dahulu dan mulai menceritakan tentang hubungan persaudaraan nya dengan Zize secara detail, tak mengurang dan menambah sedikit pun.


.


.


.


"Kenapa gak bilang sih dari awal kalau kalian sepupuan, jadinya kan gak perlu sampe bikin kita kaget kayak tadi" kesal Mia.


"Ya maaf, lagian ngapain coba ngasih tau informasi itu, gak penting" balas Zize.


"Penting buat yang lain Izeta, jadi kita gak perlu mikir aneh-aneh kayak tadi" ucap Aslan lega.


"Yaudah, nanti kalo kita beli barang samaan lagi gak usah ada yang curiga ataupun mikir macem-macem ya, ana sama ni bocah udah dekat dari rahim, aib-aib nya ana udah tau semua, jadi aman" sindir Damar pada Aslan.


"Gak gitu juga Damar" ucap Dhita.


Dan setelah kejadian itu pula, fakta bahwa Zize sepupu Damar juga akhirnya tersebar ke seluruh pondok.


.


.


.


Dan, mengenai Abian dan Fawwas, itu adalah cerita spesial dari hidup Zize, cerita yang entah harus diceritakan atau tidak, atau kita simpan saja?, entahlah.

__ADS_1


__ADS_2