Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps21


__ADS_3

Di lantai bawah juga sepi tidak ada orang yang bisa di ajak ngobrol, Angel sungguh merasa bosan karena tidak punya teman.


"Duaaar!"


"Astaga deprian! Buat kaget saja kau ini." Angel menepuk keras lengan deprian.


"Kau kenapa? Tidak punya teman." Deprian berjalan mendahului angel.


"Entah kemana mommy saja daddy." Ujar angel.


"Masuk kamar mereka tadi, Mungkin buat baby untuk anzel." Gurau deprian.


Angel tertawa mendengar gurauan dokter muda yang tampan ini, Mereka duduk di taman belakang sambil menikmati pemandangan danau.


"Enak nya berenang nih." Ujar deprian.


"Jangan ngejek kau ya, Luka ku robek lagi nanti." Angel menendang betis deprian.


"Hahahaha, Kasihan sekali." Ejek deprian tertawa kencang.


Sudah biasa angel dan deprian tertawa dan berguaru seperti ini, Mereka tidak tahu jika dari balik jendela ada sepasang mata yang mengintip.


"Apa mungkin angel menyukai deprian?" Batin anzel bertanya tanya.


Memang anzel sering melihat angel bercanda ria dengan deprian, Sedang kan dengan nya angel hanya sibuk memberikan kebahagian. Tanpa anzel tahu apa kah istri nya bahagia atau tidak.


"Tapi aku tidak ingin bercerai, Pernikahan hanya sekali." Batin anzel sedih dan serba salah.


Apa lagi di lihat nya angel menggelitik deprian dan berpegangan tangan, Jauh dalam hati nya anzel merasa sangat terluka dan tidak terima.


"Kalau ada waktu ayo kita touring ngel." Ajak deprian.


"Boleh." Angguk angel setuju.


"Anzel gimana? Emang boleh kamu pergi." Tanya deprian.


"Tidak boleh!"


Sahutan tuan muda membuat mereka kaget, Anzel sudah berdiri dengan tangan di lipat di dada nya. Wajah anzel pun masam, Angel bisa menangkap jika suami nya tidak suka melihat ia berdekatan dengan deprian.


"Ada apa kamu keluar nzel?" Tanya angel ikut berdiri.


"Kenapa memang nya kalau aku keluar?!" Balas anzel sengit.


"Enggak, Aku kan cuma nanya." Ujar angel pelan.


"Jangan gitu dong nzel, Dia kan cuma nanya." Deprian membuka mulut.

__ADS_1


"Diam kamu! Ini urusan aku sama istri ku." Sentak anzel.


"Tapi kamu kelewatan lah nzel! Jangan cuma mau di mengerti aja dong sama istri, Kamu juga harus bisa ngertiin dia." Ujar deprian.


"Udah udah, Ayo kita masuk." Ajak angel pada suami nya.


Anzel malah menyentak tangan angel dengan kasar, Rasa tidak percaya diri nya malah semakin membuat cemburu anzel semakin menjadi jadi.


"Kamu senang kan di bela sama dia? Jujur saja kamu emang cinta sama deprian?!" Tuduh anzel.


"Dari mana datang nya aku suka sama dia." Bingung angel.


"Dari hati kamu lah." Sinis anzel.


Jika saja suami nya ini bisa di ajak bicara dan tidak susah saat di bujuk, Ingin sekali angel menghajar nya.


Bisa bisa nya anzel menuduh kalau cinta nya untuk deprian, Sedang cinta angel sejak SMP hanya untuk anzel seorang.


"Dengerin aku baik baik ya nzel, Cinta aku tu cuma untuk satu orang laki laki. Dari dulu sampai saat ini." Sentak angel.


"Kamu bentak aku?!" Kaget anzel.


Anzel bergegas masuk dan bisa di pastikan jika ia merajuk parah, Angel menepuk mulut nya sendiri karena sudah kebablasan.


"Mau kemana kamu ngel? Udah biarin aja dia! Cowok kok gampang banget ngambek." Cegah deprian.


Angel melepas kan tangan deprian yang mencekal nya, Tinggal deprian yang sangat kesal bukan main.


...****************...


Karena pintu kamar terkunci dari dalam, Angel terpaksa mendobrak nya dengan kasar. Ia cemas setelah mendengar cerita dari jasson.


"Anzel takut kalau kamu tidak cinta dan terpkasa punya suami kayak dia." Ujar jasson.


"Jadi emang daddy sama mommy biang kerok nya?" Tanya angel memastikan.


"Iya! Kan kamu nya juga cinta sama anzel." Sahut jasson.


"Seharus nya daddy cerita dong sama aku, Lah aku nya juga bingung." Ucap angel.


"Daddy belum punya waktu mau cerita ngel, Maksud daddy sekalian nanti tunggu anzel nya juga cinta sama kamu." Jelas jasson.


Hembusan nafas angel terdengar berat, Gundah ia untuk mencari cara meyakin kan anzel agar percaya kalau angel mencintai nya.


"Buka pintu nya nzel, Kita perlu bicara." Teriak angel.


Tidak ada sahutan dari dalam kamar, Rasa kesabaran angel pun sudah habis untuk menunggu di buka kan pintu.

__ADS_1


Braak, Braak.


Pintu kamar akhir nya terbuka setelah dua mendapat tendangan dari angel, Di dalam sana anzel kaget sekaligus takut.


"Kita perlu bicara." Ucap angel terengah engah.


"Aku tidak mau bicara." Tolak anzel cepat.


"Kita kelarin masalah nya sekarang nzel, Kalau cuma diam saja kapan mau selesai." Ujar angel.


"Enggak! Lain kali saja kita bicara." Sahut anzel.


"Lain kali?! Biar kita terus salah paham begini, Biar kamu ngira kalau aku terpaksa nikah sama kamu?!" Teriak angel.


"Jangan teriak teriak." Sentak anzel.


"Maka nya kamu dengerin aku ngomong dong." Balas angel.


"Mau ngomong apa? Mau ngomong kalau kamu merasa tertekan menikah sama aku dan mau minta cerai sungkan sama daddy." Anzel terlihat sangat putus asa.


Bukan main geram nya angel karena anzel masih tenggelam dalam pikiran nya sendiri, Sama sekali tidak mau mendengar kan penjelasan yang akan angel ucap kan.


"Angela!!"


Anzel menjerit ketakutan ketika angel mengeluar kan mendekap nya dan menekan kan pistol di jidat nya, Pucat pasi wajah anzel.


"Dengerin aku ngomong atau ku tembak sekarang." Ancam angel memasang wajah serius.


Karena takut anzel hanya bisa mengangguk kan kepala, Kelemahan anzel jatuh kepada senjata seperti itu.


"Aku mencintai seorang pria dari sejak SMP, Bisa di bilang kalau itu hanya cinta monyet. Namun sampai aku dewasa cinta itu tidak hilang." Ujar angel melepas kan dekapan nya.


"Kamu malah cerita pria lain." Rutuk anzel masam.


"Aku tidak bisa melupa kan nya siang dan malam, Walau pun orang lain tidak menyukai sikap nya yang suka merajuk dan juga introvent." Lanjut angel.


Anzel cepat menoleh kearah istri nya yang tampak sangat bahagia saat mengambar kan orang itu, Senyum nya sejak tadi tidak pudar.


"Bahkan aku sangat bahagia walau bingung ketika pagi hari kami di tingkap karena telah di jebak, Itu adalah hari bahagia sepanjang hidup ku." Ujar angel menatap suami nya.


Mata anzel menatap tidak percaya pada angela, Ia merasa angel hanya mengada ada saja untuk menyenang kan hati nya.


"Enggak usah bohong!" Anzel duduk menjauh.


"Sejak aku tau kamu menyalamat kan kami dari penculik, Aku sudah bertekad untuk melindungi kamu sampai kapan pun! Sial nya aku tidak konsisten dan malah jatuh cinta pada pria ini." Angel mencubit hidung mancung anzel.


Malu dan juga masih ada rasa tidak percaya anzel dengan ucapan istri nya, Ia tersenyum dalam samar.

__ADS_1



__ADS_2