
"Aduh capek nya." Keluh anzel ketika sudah selesai kerja.
"Nama nya juga kerja bangunan jang." Sahut surya sang pengawas.
Anzel menoleh kepada surya yang sejak tadi terus bersikap baik pada nya, Bahkan saat makan siang pun surya mendekati anzel yang memesan pizza.
Tentu saja yang lain nya kaget bukan main, Pekerja bangunan makan siang nya pizza. Mereka pun melongo.
"Kamu teh sebenar nya kenapa mau kerja di sini?" Tanya surya.
"Tentu saja biar dapat uang pak." Sahut anzel mengelap sepatu nya.
"Serius?! Tapi kamu seperti nya anak orang kaya." Ujar surya.
"Anak orang kaya juga butuh uang." Jawab anzel masih dengan logat jutek nya.
Surya semakin penasaran dengan pemuda di samping nya ini, Kulit putih anzel terlihat buluk karena terkena debu dan semen.
"Besok saya masih boleh kerja kan pak?" Tanya anzel.
"Ya boleh atuh asal kamu nya kuat." Sahut surya.
"Saya pasti kuat, Semua ini demi istri saya." Semangat anzel.
"Beneran kamu teh udah punya istri?" Tanya surya yang tidak percaya jika anzel telah menikah.
Anzel merogoh ponsel mahal nya dan memperlihat kan foto pernikahan nya dengan angela, Surya melongo tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat ini.
"Geulis pisan istri kamu." Puji surya.
"Nama nya angel pak, Bukan gelis." Ralat anzel merengut.
Surya tertawa melihat anzel yang mudah merajuk, Jika melihat pemuda ini. Ia teringat anak nya yang di kampung.
"Dia pekerja yang giat dalam pekerjaan apa pun, Saya juga harus bisa mendapat kan uang untuk nya." Ujar anzel.
"Kenapa harus kerja kasar? Saya yakin kalau banyak kerjaan yang lebih bagus untuk kamu." Ujar surya.
"Saya tidak ingin kerja di perusahaan daddy, Lebih baik kerja bangunan saja." Sahut anzel.
Surya menepuk jidat nya mendengar ucapan anzel yang memilih jadi pekerja kasar di banding kan kerja di perusahaan, Entah apa yang merasuki pemuda ini.
"Saya pulang dulu ya pak, Nanti kalau kelamaan bisa ketahuan sama angel." Pamit anzel.
"Emang istri kamu tidak tahu?!" Tanya surya.
"Tidak."
"Ya sudah sana cepat pulang, Hati hati di jalan." Ujar surya.
__ADS_1
Anzel pun masuk mobil untuk ganti pakaian dulu, Bisa bisa nanti ada yang curiga jika ia pulang dalam keadaan yang buluk.
Mobil anzel pun langsung meluncur membelah jalanan, ia tersenyum senang membayang kan nanti reaksi angel setelah ia memberi nya uang.
"Semoga angel senang dan dia kaget." Batin anzel.
Sejujur nya hari ini anzel melewati hari yang sangat menyiksa, Pertama ia harus melawan rasa takut nya untuk bergaul dengan orang banyak. Kedua anzel pun merasa kan lelah yang sangat parah.
Tubuh anzel tidak pernah di pakai untuk bekerja sekeras ini, Untung saja surya kadang membantu nya.
"Dia kelihatan nya seperti orang baik." Gumam anzel mengingat surya.
Jam di tangan nya sudah menunjukan lima tiga puluh, Sebentar lagi angel pasti akan pulang dari kantor. Anzel pun tanjap gas ngebut menuju mansion.
Tiba di mansion, Bodyguard membuka kan pintu mobil untuk tuan muda nya. Hanya saja saat anzel keluar, Bodyguard mengerenyit karena hidung nya mencium bau masam keringat.
"Apa aku yang bau? Tidak mungkin tuan anzel." Gumam bodyguard.
"Apa?"
"Tidak tuan muda." Geleng bodyguard cepat.
Anzel pun bergegas masuk kedalam kamar nya, Segera ia mengguyur tubuh nya dengan air dingin dan menyabuni semua debu yang menempel.
"Sayaangg!"
Terdengar panggilan dari angel, Pertanda jika sang istri telah pulang. Untung saja anzel sudah di dalam kamar mandi.
"Kaget ya kamu?" Tanya angel tersenyum nakal.
"Mau mandi bareng?" Tanya anzel.
"Boleh! Tapi cuma mandi saja loh." Ujar angel.
"Iya."
Sesuai dengan ucapan nya, Anzel memang hanya mandi bareng istri nya. Sementara angel bingung karena biasa nya hanya mandi bareng tidak ada dalam kamus mereka.
"Beneran kamu enggak mau?" Tanya angel bingung.
"Sekarang enggak lah, Kamu kan capek." Kilah anzel yang sebenar nya dia lah yang sangat letih.
"Auuchhh sayang banget deh sama kamu." Angel menciumi pipi suami nya gemas.
Walau pun menurut angel suami nya hanya diam di rumah tanpa bekerja, Namun ia juga harus mengurus keperluan anzel mulai dari baju dan juga makan.
"Banyak kerjaan ya kamu?" Tanya anzel ketika sudah berbaring di kasur.
"Ia sayang, Punggung aku rasa nya panas." Sahut angel menumpang kan kaki ketubuh suami nya.
__ADS_1
"Aduh!"
Mendengar anzel yang mengaduh kesakitan, Angel kaget dan langsung mengangkat kaki nya lagi.
"Kenapa kamu nzel?" Tanya angela panik.
"Enggak kok, Cuma sakit pinggang biasa." Sahut anzel.
"Itu lah kamu kebanyakan duduk main game, Jadi sakit pinggang kan." Omel angel mengelus pinggang suami nya.
Tidak di jawab oleh anzel omelan istri nya, Padahal ia sakit pinggang karena mengangkat semen berkarung karung saat kerja tadi.
...****************...
Esok hari nya anzel pun bergegas pergi setelah angel dan juga bianca pergi keperusahaan, Sedikit terburu buru karena takut telat.
Untung saja ia tepat waktu tiba di sana, Hari ini anzel memakai stelan celana panjang dan juga kaos. Walau pun terlihat simple, Namun harga nya juga waow.
Turun dari mobil pun sudah mengundang perhatian orang orang, Tas selempang di pundak nya berisi makanan untuk siang nanti.
"Bocah sultan itu masih datang lagi." Seru maman tersenyum heran.
"Orang kaya kalau lagi gabut ada saja tingkah nya." Jawab unar yang seumuran dengan anzel.
"Kapan ya saya datang kesini naik mobil dan makan siang pesan pizza." Ujar maman.
"Ngimpi saja kamu! Saya kalau udah kaya seperti dia, Tentu tidak akan mau kerja bangunan." Sahut unar.
"Maka nya kamu tidak kaya." Ujar surya.
"Hehe pak bos." Cengir unar.
Anzel melangkah mendekati mereka yang sedang ngopi di gelas plastik harga lima ribuan sambil menunggu jam kerja, Senyum ramah terkembang di bibir nya.
"Selamat pak dan abang." Sapa anzel menunduk sopan.
"Pagi jang." Jawab mereka serentak.
"Masih ada anak orang kaya bentuk nya baik macam dia." Decak maman kagum.
Melihat teman nya yang masih santai duduk, Anzel pun juga ikut duduk di samping surya yang tengah ngopi dan makan gorengan.
"Udah sarapan kamu jang?" Tanya surya.
"Sudah pak." Angguk anzel yang takut di tawari gorengan berminyak itu.
"Kamu sarapan nya apa nzel? Saya panggil kamu nama saja ya, Kan saya lebih tua." Ujar maman.
__ADS_1
"Iya bang, Tadi saya sarapan roti sama susu." Jawab anzel.
Mereka langsung tertawa melihat ekspresi nya maman yang menelan ludah membayang kan enak nya makan roti bakar di temani susu, Sementara anzel tampak bingung karena mereka semua tertawa.