Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps43


__ADS_3

Mayat leta sudah di kubur kan berdekatan dengan kuburan jasson sesuai permintaan bianca, Anzel yang masih terus meraung raung tidak bisa menerima kematian putri kecil nya.


"Makan dulu nak." Ajak bianca menyuap kan nasi kemulut anzel.


"Tidak mau! Anak ku pasti lapar di sana." Lirih anzel.


"Anzel, Jangan begini terus nak. Mommy juga sedih kalau kamu jadi sakit." Bujuk bianca.


Bukan nya memakan nasi yang bianca berikan, Anzel malah masuk keruang kerja dan mengamuk di sana.


"Aaakkhhh, Siapa yang membunuh anak ku!!" Teriak anzel melempari barang.


"Buka pintu nya nzel, Anzel." Bianca menggedor pintu.


"Mau kemana kamu ngel?!"


Angel sudah siap dengan pakaian nya, Terlihat ia akan pergi. Bianca menghadang langkah nya.


"Anzel mengamuk di dalam, Tolong bujuk dia dulu." Suruh bianca.


"Percuma membujuk nya, Aku tidak akan bisa menghidup kan leta juga." Sahut angel.


Bianca menganga mendengar jawaban angel yang sangat kejam bagi nya, Kini angel seolah tidak peduli dengan anzel yang mulai kambuh trauma nya.


"Suami mu mulai lagi ngel, Tapi kamu tidak peduli?" Bianca bergetar tidak percaya.


"Mommy saja yang urus dia! Aku lelah dengan sikap manja nya." Cetus angel.


"Angela!"


"Apa?! Mommy ingin menyuruh bercerai dari nya." Tantang angela.


"Kamu kenapa nak?!" Bianca mengguncang tubuh angela.


"Lepas kan aku! Sena masih di tangan penculik." Angel mengibas kan tangan mertua nya.


Tinggal lah bianca yang melongo tidak percaya dengan perubahan angel yang sangat drastis, Mungkin saja angel lelah karena selalu mengerti anzel.


Namun tidak ada yang tahu saat angel berjalan pergi, Ia mengelap air mata nya yang menetes kepipi.


"Aku harus bagai mana ini?" Desah bianca kebingungan.


Jasson sudah tidak ada yang bisa menangani masalah ini, Ingin minta tolong pada gara daddy nya pun tidak mungkin.


Hanya big yang masih bisa membantu nya, Karena big masih jadi pentolan mafia dengan tubuh yang bugar.


"Bukan kah vegas juga punya koneksi banyak." Tiba tiba bianca ingat dengan anak nya kaisar.


Tidak menunggu lama bianca pun bergegas keluar untuk mendatangi cucu keponakan nya , Memang benar jika sena masih di tangan penculik.


Sepeninggal bianca dari kamar anzel, Deprian masuk kedalam dengan santai. Orang juga tidak ada yang curiga pada nya.


"Bagai mana rasa nya kehilangan orang yang kau sayangi?!" Tanya deprian dari luar pintu.


Anzel yang di dalam sedang berjongkok sambil menangis pun langsung mendongak, Emosi nya terkumpul begitu mendengar suara deprian.

__ADS_1


"Apa mau mu sialan?!" Sentak anzel.


"Uuh kau galak sekali, Apa karena berduka?" Ejek deprian tersenyum.


"Kau pelaku nya?" Anzel memicing sinis.


"Kenapa jika aku pelaku nya? Apa kau bisa membuktikan dan mengatakan pada angela." Tantang deprian.


"Bangsaat kau deprian!"


Buakk.


Tinju anzel menghantam rahang deprian yang kokoh, Deprian yang di tinju hanya tersenyum sambil mengelap sudut bibir nya yang berdarah.


"Ohoho ternyata tuan muda lemah ini bisa garang juga." Ledek deprian.


"Kau yang membunuh leta?!" Anzel masih menanyakan perihal putri nya.


"Hhmm, Rasa nya aku bahagia sekali ketika anak sialan mu itu menangis kesakitan. Pisau ku perlahan mengiris leher kecil nya dan memutus nya hingga mati." Seringai deprian.


Lemas lunglai tubuh anzel mendengar cerita deprian, Membayang kan leta yang mungkin saja menangis karena kesakitan.


"Apa salah ku deprian?! Kau bekerja pada orang tua ku dan sudah di anggap anak oleh daddy ku." Teriak anzel.


"Kau masih bertanya tentang salah mu?!" Sinia deprian mengeluar kan pisau nya.


"Mau apa kau deprian?" Anzel mundur ketakutan.


"Tidak banyak! Hanya ingin mengingat kan luka mu dahulu." Jawab deprian.


Jleep.


Telapak tangan anzel tertikam pisau dan menanjap di meja, Darah nya pun mengucur keluar.


"Aaakkhhh, Aakhhh!"


Jerit kesakitan dan juga ketakutan keluar dari mulut anzel, Jiwa nya yang melow memang tidak akan sanggup menahan nya.


"Jika kau berani mengatakan pada angela tentang ini, Maka hidup sena akan kelar." Ancam deprian.


"Angel pasti akan membunuh mu." Teriak anzel.


"Sungguh? Namun aku rasa sekarang angel malah mulai membenci mu." Ucap deprian.


"Aarrkkhh!"


Kembali anzel menjerit karena deprian menarik kembali pisau nya yang tertanjap, Tawa pembunuh menggelegar.


"Angel akan menemui ku karena sadar telah salah pilih suami nya, Jangan kan untuk melindungi anak. Melindungi diri sendiri pun kau tidak bisa!" Cemoh deprian.


Anzel merasa ucapan deprian benar ada nya, Angel memang selalu berucap sinis sejak leta menainggal. Mungkin kah jika angel mulai membenci nya.


...****************...


Braaakk.

__ADS_1


Pintu apartement julai terbuka lebar ketika sudah berulang kali di tendang oleh angela, Julia yang sedang bermain game di ponsel nya terlonjak kaget.


"Apa apaan kau angela!" Bentak julia marah karena angel merusak properti nya.


"Bisa kau ya usai membunuh anak ku, Kini kau dengan santai bermain ponsel." Geram angel.


"Apa yang kau bicarakan?" Bingung julia tidak mengerti.


Buaak, Braak.


Gerakan angel yang sangat cepat tidak bisa julia hindar kan, Sehingga tubuh julia terpelanting kelantai yang keras.


"Aakhh sialan kau." Geram julia.


"Di mana anak ku?!"


Angel menginjak batang leher julia yang tergeletak di bawah, Sehingga julia kesakitan tidak bisa bernafas.


"Lepas kan aku."


Julia mencengkeram kaki angel dan menepuk nepuk minta di lepas kan, Namun angel sama sekali tidak peduli.


Buaak.


"Jangan berlagak kau bangsaat." Geram dahlia yang tadi memukul angel dengan tongkat besi.


Segera dahlia menolong kakak nya berdiri, Julia mengambil pistol nya yang ada dalam laci.


"Duduk atau ku ledak kan kepala mu!" Ancam julia menekan pistol nya.


"Langsung saja kau bunuh dia." Suruh dahlia tidak sabar.


"Jangan ikut campur urusan ku!" Sentak julia tidak ingin ambil resiko.


Jika menuruti kata hati nya saat ini, Julia memang ingin menghabisi angela sekarang juga. Namun jika angel mati, Maka ia juga akan mati di tangan tato naga.


"Kau kira bisa mengancam ku."


Angel menepis tangan julia yang memegang pistol, Dalam sekejap pistol sudah pindah ketangan nya.


Dor.


"Aarrkkhh!"


"Langsung saja lakukan seperti ini jika memang ingin menembak." Seringai angel menembak paha dahlia.


"Jangan sakiti adik ku, Urusan mu dengan ku." Cegah julia.


"Hhhmm!"


Seringai iblis angel keluar ketika mendengar ucapan julia, Kini julia tidak bisa bergerak sembarangan karena angel sudah memegang senjata.


"Anak ku juga tidak ada urusan nya dengan mu julia! Namun dia mati kau bunuh." Ujar angel.


"Aku bersumpah angela! Bukan aku yang membunuh nya." Sahut julia.

__ADS_1


Angel mendekat menarik leher julia hingga kening mereka beradu, Mata mereka saling bertatapan.


__ADS_2