
Angel terus mengumpat umpat karena sampai sekarang masih lanjut bekerja, Tubuh dan pikiran nya sangat lah lelah. Namun berkas ini harus selesai hari ini juga.
"Pulang lah kau duluan." Suruh angel pada dahlia.
"Saya akan menemani nona saja." Jawab dahlia.
"Ku bilang pulang ya pulang! Aku tambah malas bekerja kalau lihat wajah mu." Bentak angel.
Dahlia pun keluar dari ruangan angel dan menyambar tas nya untuk pulang, Dalam hati ia bersorak karena angel sekarang hanya sendirian kelelahan.
"Ternyata anzel lelah juga bekerja terus." Gumam angel memikir kan suami nya.
Jam di tangan sudah menunjukan sembilan malam, Tapi masih ada dua berkas yang harus angel kerjakan.
Ting.
Ponsel angel bersuara menanda kan pesan masuk, Tertulis nama suamiku sayang di layar ponsel mahal nya.
"*Sayang kenapa belum pulang?" Anzel.
"Masih ada pekerjaan nzel." Angela.
"Udah malam ini, Lanjut besok saja." Anzel.
"Tanggung sayang, Sebentar lagi juga kelar. Kamu bobok duluan saja." Angela.
"Aku mau nya bobok sama kamu😘." Anzel.
"Nanti jam sebelas lah mungkin aku sampai mansion, Duluan saja ya kamu bobok muaach." Angel.
"Yakin nyuruh aku bobok duluan?" Anzel.
"Iya, Soal nya aku lama masih." Angela*.
Angel menunggu lagi balasan dari suami nya, Namun tidak ada lagi pesan yang masuk. Mungkin saja anzel sudah bergegas tidur dengan bibir yang manyun.
"Punya suami manis banget." Angel tersenyum bahagia.
Ting.
Angel cepat mengambil ponsel nya lagi untuk melihat isi pesan, Mendelik seketika angel melihat gambar yang suami nya kirim kan.
"Yakin enggak mau pulang sekarang?" Anzel.
Jiwa mesum angel mana tahan jika sudah dapat pancingan begini, Tidak peduli dengan berkas nya. Angel keluar dari ruangan dan masuk mobil meluncur pulang.
"Dasar suamiku." Angel tersenyum malu di dalam mobil.
__ADS_1
Sangking tergesa gesa nya akan pulang, Angel tidak sadar jika ada sepasang mata yang mengawasi nya saat keluar dari kantor tadi. Pandangan nya sangat sulit untuk di arti kan.
"Tidak kah kau pernah melihat ku sekali saja?" Tato naga menggeram.
"Kenapa tidak dari dulu kau mengatakan cinta mu?" Tanya julia menatap tato naga.
"Karena aku tau dia akan menolak ku! Dan pasti nya dia tidak mau bertemu dengan ku lagi." Jawab tato naga.
"Bukan kah itu lebih baik dari pada kau memendam nya sendiri selama bertahun tahun." Ucap julia.
"Aakhh, Uhuk."
Julia merasakan sakit dan tidak bisa bernafas ketika tato naga mencengkeram leher nya dengan erat, Wajah nya pun merah sangking sakit nya.
"****** seperti mu tau apa hingga berani mengajari aku?!" Geram tato naga menghempas kan julia.
"Uhuk, Uhuk."
Terbatuk batuk julia sambil menggeliat kesakitan, Bantingan tato naga sangat keras hingga membuat kayu yang di hantam tubuh julia pun ikut patah.
"Besok aku akan beraksi, Kau harus membantu ku." Tato naga berkata sembari meninggal kan julia.
Tetes air mata gadis ini terjatuh kepipi nya, Ia sangat benci perasaa ini. Perasaan cinta yang tak kunjung pudar meski sering di sakiti.
"Sialan!!"
Bukan nya julia tidak ingin meninggal kan atau melupa kan tato naga dalam hidup nya, Rasa cinta julia lah yang sangat sulit untuk di hapus kan.
...****************...
Keesokan hari nya anzel sudah rapi bersama istri nya, Tadi malam saat sudah ahik ahik. Anzel mengatakan jika besok akan mengunjungi makam kedua orang tua angela.
"Anak mama sudah rapi semua." Ujar angela senang.
"Iya dong, Kita kan mau alan alan." Sahut asena.
"Ayo ma, Cepet dong." Desak aleta yang sudah tidak sabar.
"Iya sayang, Ayo kita berangkat."
Mobil mereka pun meluncur menuju pemakaman keluarga de lamozada, Karena orang tua angel dulu nya adalah asisten jasson de lamozada. Sehingga mereka pun di kubur kan di sana.
"Ayo kita turun anak anak." Ajak anzel yang menyetir mobil sendiri.
Mereka sudah berjanji hari ini hanya ada anggota keluarga saja, Meski pun bukan hari libur. Namun anzel ingin menghabis kanv waktu bersama anak anak.
"Beri salam pada grandma dan grandpa." Suruh anzel.
"Hallo glendpa dan glenma, Kami datang untuk belkunjung." Ujar sena dan leta.
__ADS_1
Angel yang sekian lama baru datang lagi mengunjungi orang tua nya pun tak kuasa menahan air mata nya, Bunga yang tadi mereka beli pun ia taruh di atas kuburan.
"Mama, papa. Aku datang lagi menemui kalian, Namun sekarang aku mengajak anak dan suami ku! Mereka tampan dan cantik bukan? Kalian bisa kan melihat nya." Angel berkata berurai air mata.
"Mama angis!" Bisik leta pada adik nya.
"Ssuutt!"
Sena memberi tanda agar leta tidak cerewet, Anzel pun memeluk pundak istri nya yang terguncang guncang.
"Papa lukas, Kini aku yang akan melindungi angela! Terima kasih dulu sudah menyelamat kan aku." Ujar anzel.
Cukup lama mereka ada area pemakaman, Karena jarang juga mereka datang berkunjung.
"Aku mau ketoilet dulu ya." Pamit angela pada suami nya.
"Leta juga mau pipis ma." Ujar aleta.
"Ayo sayang, Sena sama papa dulu ya nak." Ujar angela.
Angel pun menuntun anak nya menuju toilet yang memang tersedia, Namun aleta malah menghentikan jalan nya.
"Eeh tapi tidak jadi ma, Nanti saja pipis nya." Aleta malah tidak jadi kebelet.
"Kok tidak jadi? Nanti malah pipis di mobil." Seru angela.
"Enggak kok, Leta pulang lagi sama papa ya." Aleta pun berlari lagi.
Karena pipis nya sudah tidak dapat di tahan, Angel pun membiar kan anak nya pergi sendiri menemui anzel. Karena ada penjaga juga, Tidak akan mungkin leta sampai keluar dari pemakaman.
"Beser banget sih aku." Rutuk angel ketika sudah selesai pipis.
Sekitar sepuluh menit angel pun kembali lagi menemui suami nya, Namun hanya ada anzel dan sena yang sedang duduk di sana.
"Mana leta sayang?" Tanya anzel ketika melihat istri nya pulang hanya sendirian.
"Dia kan tidak jadi pipis, Bukan nya dia kembali kesini?!" Angel langsung panik.
"Tidak ada leta kesini, Dia pergi sama kamu." Anzel langsung berdiri kaget.
Angel berlari lagi kearah toilet, Namun tidak ada siapa pun di toilet itu. Ketika akan kembali menemui anzel, Kaki nya tidak sengaja menginjak sesuatu.
"Jepit rambut aleta ini." Gumam angel gemetaran.
"Ada apa tidak ngel?!" Tanya anzel berlari ngos ngosan.
"Tidak ada! Jelas dia tadi bilang kalau tidak jadi pipis." Sahut angel menatap kesana kemari.
"Aku akan cari kesana, Tidak mungkin ada orang lain di sini." Anzel mulai teringat dengan penculikan nya.
__ADS_1
Sementara angel mendatangi penjaga kuburan untuk bertanya apa kah ada orang lain yang datang, Atau melihat aleta keluar dari sini.