Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps34


__ADS_3

Tiga tahun kemudian.


Bianca sibuk mengasuh dua cucu nya yang senang berlarian kesana kemari, Asena dan arleta kini sudah berusia dua tahun.


Angel melahir kan anak kembar secara normal, Walau pun bianca menyaran kan untuk cesar saja. Namun angel tetap kekeh ingin normal.


"Gi ana." Arleta menyuruh adik nya menjauh.


"Dak au." Tolak asena.


Tampak nya mereka sudah bosan bermain, Jika sudah begini maka mereka pasti akan bertengkar sebentar lagi.


"Duh akiit!" Teriak arleta menjerit keras.


Asena menarik rambut kakak nya yang di kuncir dua, Sus ina pun langsung memisah kan mereka.


"Jangan di tarik dong rambut kakak nya tuan." Larang sus ina lembut.


"Akak bau, Akk elek." Asena cemberut sambil memeluk sus ina.


"Tidak boleh nakal sama adik ya nona cantik." Ujar sus ina.


"Akak apek." Sahut arleta masih menangis.


Bianca menghampiri cucu nya yang menangis dan segera menggendong nya, Memang mereka hanya punya satu sus. Karena arleta tidak pernah mau jika di cari kan pengasuh.


"Bawa sena kekamar ya sus." Ujar bianca.


"Baik nyonya." Angguk sus ina sopan.


Arleta masih menangis karena rambut nya terasa sakit saat di jambak tadi, Pribadi gadis kecil ini memang mirip dengan anzel. Sifat manja nya tidak ketolongan.


"Mau eh cim ma." Arleta meminta es crim.


"Boleh, Tapi satu saja ya. Nanti kalau dua mama marah." Ujar bianca.


Mendapat kan keingian nya arleta meringis menunjukan gigi nya yang mulai rapat, Hanya omong saja mereka yang belum jelas.


******


Flasback.


Malam itu hujan turun dengan lebat nya, Angel yang hamil besar sedang berada di dalam mobil menuju kantor anzel.


"Pakai hujan segala." Rutuk angel melihat dari jendela.


"Malam minggu malah hujan ya non." Ujar pak ali sang sopir.


"Iya pa, Aturan nya kan saya mau jalan jalan." Sahut angel.


"Jalan juga tidak masalah non, Kan dalam mobil juga." Ujar pak ali.


Benar ucapan pak ali, Walau pun hujan ia tetap tidak basah karena berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Ssshh aduh."


Tiba tiba angel merasakan pinggang nya panas dan sangat sakit, Mules nya pun terasa sangat melilit.


"Kenapa non?!" Panik pak ali.


"Kontraksi palsu pak, Wajar lah kan sebentar lagi mau brojol." Jawab angel tenang.


"Kalau semakin sering segera bilang ya non, Biar kita kerumah sakit." Ujar pak ali.


Angel mengacung kan jempol nya, Jujur saja untuk bicara pun angel merasa kesusahan sangking sakit nya.


"Tuh kan hilang lagi." Ucap angel kembali duduk tenang.


"Sampai kita non." Ujar pak ali.


Pak ali keluar lebih dulu sambil membawa payung untuk angela, Cekatan ia membuka pintu karena angel sangat susah bergerak dengan perut nya yang sangat besar.


"Untung tidak basah." Ujar angel lega.


"Saya tunggu dalam mobil ya non." Ucap pak ali.


"Tidak usah pak, Saya pulang bareng anzel nanti." Beritahu angel.


"Oh gitu, Berarti saya langsung pulang ya." Ujar pak ali.


"Mau langsung pulang boleh, Mau malam mingguan juga boleh." Goda angel.


"Selamat malam nona." Sapa dadang membungkuk.


"Malam mas dadang." Balas angel ramah.


Angel masuk lift untuk menuju ruangan suami nya di lantai paling atas, Dari pantulan ia menatap diri nya yang sangat gemuk semenjak hamil.


"Eeh gilak! Naik berapa kilo sih berat ku." Gumam angel ngeri.


Perut nya yang sangat besar membuncit, Bahkan leher angel sekarang tidak kelihatan lagi sangking gemuk nya.


"Lagi sibuk apa ya dia?" Batin angel membuka pintu ruangan anzel.


Setelah terbuka tampak anzel sedang membahas pekerjaan dengan seorang wanita cantik, Namun wanita itu langsung menatap sinis kepada angel.


"Sayang, Kok datang sendirian." Sambut anzel.


"Di antar kok tadi sama pak ali." Jawab angel duduk di sofa.


"Tunggu ya di sini, Aku udah selesai kok metting nya." Ujar anzel.


Wanita itu memberes kan berkas yang sudah di tanda tangani oleh anzel untuk bekerja sama dengan perusahaan milik nya, Angel membuang muka karena sangat kesal.


"Baik lah saya permisi dulu ya tuan anzel, Lain kali kita bertemu lagi." Ujar wanita itu.


"Baik terima kasih atas kerja sama nya." Jawab anzel.

__ADS_1


Lambaian tangan wanita itu sangat membuat angel merasa muak, Apa lagi tadi wanita itu menatap diri nya seolah sangat menghina.


"Maaf ya kamu jadi susah payah nyamperin aku kekantor, Padahal berat banget bawa tuh dua bocil." Sesal anzel.


"Kamu kenal dari mana wanita itu?" Tanya angel mengabai kan ucapan suami nya.


"Dia perwakilan dari perusahan milik nya kak kenzo." Ujar anzel.


"Kenzo de lamozada?" Tanya angel memastikan.


"Iya lah! Memang ada lagi kenzo yang lain." Ujar anzel mencubit gemas pipi istri nya yang sangat gembul.


"Apa kak kenzo tidak menyelidiki latar belakang nya ketika masuk keperusahaan?" Tanya angel heran.


"Biasa nya sih pasti iya, Emang kenapa sih sayang?" Tanya anzel penasaran.


"Dia itu jelas wanita yang aku kenal? Kamu kan udah pernah juga ketemu dia nzel." Ucap angel mengingat kan.


"Kapan?! Baru ini aku ketemu dia sayang." Ujar anzel.


"Ingat kan waktu pertama kali kamu datang kerumah aku, Dia yang nyerang kita." Seru angel.


Anzel tampak berusaha mengingat kejadian itu, Baru lah ia berhasil mengingat bahwa itu adalah musuh angel.


"Bagai mana dia bisa kerja di tempat kak kenzo." Kaget anzel.


Tapi angel tidak menjawab lagi ucapan suami nya, Kontraksi nya datang lagi dan yang ini terasa sangat hebat.


"Kenapa sayang?! Panik anzel mengelus perut istri nya.


"Sakit sekali perut sama pinggang ku." Ujar angel mencekam lengan suami nya.


"Ayo kerumah sakit kita." Ajak anzel sigap.


"No! Ini hanya kontraksi palsu kok." Tolak angel.


"Aakkhh sakit sekali rasa nya." Keluh angel merintih.


"Lebih baik kita kerumah sakit, Biar tau ini palsu atau asli." Paksa anzel.


"Aku udah di kasih tau sama dokter nur, Kalau jarak nya makin dekat berarti asli." Ujar angel.


Karena istri nya masih menolak untuk di bawa kerumah sakit, Anzel pun membawa angel kedalam kamar yang ada di ruangan nya.


"Miring kiri ngel." Suruh anzel yang tahu dari dokter.


"Udah hilang kok sakit nya." Jawab angel bernafas lega.


"Mau aku ikut baring atau duduk saja?" Tanya anzel.


"Sini lah, Elus punggung ku." Pinta angel.


Anzel melepas jas nya dan sepatu, Ia pun iku naik keranjang sambil mengusap usap perut dan punggung istri nya.

__ADS_1


__ADS_2