
Lima hari sebelum nya.
Anzel yang santai karena tidak punya pekerjaan pun hanya bermain game di ponsel nya, Layak nya film ikan terbang. Istri yang harus banting tulang, Sedang kan sang suami santai di rumah.
"Enggak guna banget sih hidup mu nzel." Ujar deprian menghampiri.
"Apa sih, Ganggu saja." Jutek anzel.
Deprian tertawa melihat anzel yang semenjak menikah kini sangat menjauhi nya, Karena anzel merasakan cemburu yang luar biasa pada nya.
"Angel kerja di perusahaan sekarang?" Tanya deprian membuka soda kaleng.
"Ngapain nanya istri orang?!" Sengit anzel.
"Yah kali aja dia butuh bantuan, Dan suami nya enggak bisa bantuin." Jawab deprian.
"Maksud kamu apa dep?!"
"Enggak ada maksud apa apa kok, Cuma kasihan saja sama angel yang cantik dan juga pintar. Tapi malah punya suami beban!" Ucap deprian.
"Aku bisa cari uang kok, Jangan menghina ya kamu." Kesal anzel.
"Dari game kamu? Yang dapat nya cuma tiga juta dan itu tiga bulan sekali, Kamu pikir dapat apa uang segitu." Ejek deprian.
Anzel terdiam mendengar ucapan deprian yang benar semua, Ia merasa sangat di rendah kan oleh ucapan deprian.
"Maka nya kerja, Jangan cuma jadi beban! Emang enggak takut kalau angel nanti selingkuh karena kamu tidak bisa kerja." Deprian berkata sambil berlalu pergi.
Air mata anzel jatuh karena merasa sedih dan terhina, Dalam hati ia bertekad akan mencari kerja.
"Tapi mau kerja apa? Aku enggak bisa kerja di perusahaan. Nanti kalau kerja di sana juga malah aku tidak boleh kerja sama angel." Batin anzel.
Hingga akhir nya anzel bertekad untuk keluar rumah dan membawa mobil yang tentu nya mewah, Pakaian nya juga terlihat bermerek semua.
"Masa aku jadi tukang sapu, Gaji nya juga tidak besar." Anzel melaju kan lagi mobil nya.
Hingga ia melihat bangunan yang baru saja beroprasi, Terlihat anak muda yang bekerja mengangkut semen.
"Aku apa kuat kerja seperti itu." Batin anzel gamang.
Namun demi untuk menghasil kan uang yang akan di berikan pada angela, Anzel pun memilih untuk keluar dari mobil.
"Permisi." Sapa anzel pada kepala proyek.
"Ada apa tuan?" Tanya kepala proyek yang tahu stel anzel orang kaya.
"Emm begini, Apa anda butuh karyawan?" Tanya anzel grogi setengah mati.
Baru kali pertama bagi anzel keluar rumah dan menemui orang asing di jalanan, Sekuat hati ia tahan rasa takut yang bergelayut di hati nya.
__ADS_1
"Butuh tuan, Memang saya sedang mencari." Sahut kepala proyek.
"Kalau begitu tolong ajak saya kerja pak, Saya butuh pekerjaan." Pinta anzel.
"Anda?!"
Kepala proyek menurun kan kaca mata hitam nya dab meneliti dari ujung rambut hingga ujung kaki anzel, Apa lagi mobil anzel yang terparkir.
"Hahahaha lucu sekali anda tuan." Tawa kepala proyek canggung.
"Saya tidak bercanda!" Bentak anzel.
"Hah?!"
"Saya butuh nya tukang atau pun kenek yang yang mengangkat semua bahan tuan." Jelas kepala proyek.
"Tidak masalah, Asal boleh tau gaji nya dulu pak." Sahut anzel.
"Sehari nya seratus lima puluh."
"Waah saya mau pak, Tolong terima saya ya walau pun cuma satu minggu." Harap anzel.
Akhir nya kepala proyek pun membawa anzel menemui yang lain nya, Mereka menatap anzel yang terlihat bersih dan tampan.
"Anak anak, Kenal kan ini karyawan baru." Teriak kepala proyek.
"Tidak, Kalian ajak dan beritahu apa saja pekerjaan nya." Suruh kepala proyek dan langsung pergi.
Semua pekerja bangunan menatap anzel tidak percaya, Tidak mungkin pria dengan bentuk ini mau bekerja seperti ini.
"Beneran kamu teh mau kerja jang?" Tanya pengawas surya yang orang sunda.
"Nama saya anzel pak." Ujar anzel berusaha tersenyum.
"Jang itu teh arti nya nak atau bujang." Jelas surya tersenyum.
"Tapi saya bukan bujangan." Sahut anzel.
"Masa? Kamu paling juga umur nya baru dua puluh tahunan." Ujar surya.
"Saya dua puluh enam dan saya udah punya istri, Maka nya saya ingin bekerja dan menghasil kan uang." Ucap anzel.
"Nama nya juga orang kaya, Pasti kelihatan awet muda." Bisik maman.
"Paling dia lagi bosan maka nya pengen kerja bangunan." Sahut surya.
Anzel melirik surya yang usia nya sekitar empat puluh lima tahunan, Surya lah yang paling tua di sini.
"Ya sudah ayo mulai kerja, Ganti baju dulu sana." Suruh surya.
__ADS_1
"Enggak punya saya baju ganti." Jawab anzel.
"Ada baju bekas yang lain, Kamu tinggal pakai aja." Ujar surya.
Membayang kan harus memakai baju milik orang lain, Anzel memiring kan bibir nya jijik. Surya melongo melihat ekspresi anzel yang demikian.
"Saya pakai baju ini saja." Ujar anzel.
"Ya jangan dong, Nanti baju kamu teh bisa kotor dan rusak." Cegah surya.
"Tidak masalah pak, Nanti tinggal di buang saja." Sahut anzel enteng.
Untung saja surya tidak tersedak skop sangking kaget nya, Sudah pasti dan jelas jika anzel adalah orang kaya gabut.
Meski yang di pakai nya hanya kaos dan celana pendek, Namun itu semua jika di total bisa mencapai puluhan juta. Tidak sebanding dengan gaji yang akan ia dapat.
"Kamu angkat semen itu semua naik kelantai dua." Suruh surya.
"Semua?! Itu ratusan karung." Kaget anzel.
"Ya kan kamu tidak sendiri jang, Nanti juga mereka akan mengangkat." Ujar surya.
"Baiklah."
Pertama anzel melihat dulu orang orang yang membawa semen naik kelatai dua, Semen yang bobot nya lima puluh kilo itu pun mereka bawa naik.
"Ayo giliran kamu." Suruh maman.
"Awas tulang punggung saja patah ya bang." Ujar anzel.
Maman ingin tertawa melihat anzel yang terlihat sangat polos, Entah anak orang kaya ini sedang gabut atau sedang di hukum oleh orang tua nya pikir mereka.
"Aakhhhh!"
Anzel jatuh terduduk karena tidak kuat, Padahal baru satu karung yang di naik kan. Yang lain langsung tertawa kencang.
"Udah pulang saja sana jang, Remuk kamu." Suruh surya sembari tertawa.
"Kalau tidak kuat memang sebaik nya pulang saja, Nanti kamu malah sakit." Ujar maman.
"Tidak bang! Saya pasti bisa." Kekeh anzel mencoba lagi.
Maman pun kembali menaik kan semen kepunggung anzel, Jika yang lain nya mampu mengangkat sampai tiga sak. Anzel hanya bisa satu sak dan itu sudah oyong.
"Ya allah, Kuat juga dia." Seru maman di antara rasa kasihan dan ingin ngakak.
"Jangan terlalu mempermain kan dia ya kalian, Saya takut nanti malah jadi masalah! Lihat lah dia anak orang kaya, Mana ada orang kerja bangunan tapi naik mobil mewah." Ujar surya.
Rombongan ini pun mengangguk tanda setuju, Biasa nya mereka akan mempermain kan jika ada orang yang baru berkerja.
__ADS_1