
Braak.
Pintu kamar deprian di tendang dari luar, Deprian yang sedang santai pun kaget bukan main. Apa lagi terlihat angel menatap nya penuh emosi.
"Kenapa main tendang sih ngel? Kan bisa di buka dengan tangan." Seru deprian.
"Ngomong apa kamu sama anzel?!" Tanya angel langsung.
"Ngomong apa?"
"Enggak usah belagak begok dep! Lo kan yang nyuruh anzel buat kerja." Bentak angela sangat marah.
Deprian malah tertawa ketika mendengar ucapan angel, Tentu saja angel semakin marah melihat nya.
"Lah terus kenapa marah? Wajar dong aku nyuruh seorang suami untuk kerja! Biar ada guna nya dia, Masa jadi beban istri nya terus." Ucap deprian.
Plaaak.
Amarah angel mendidih karena deprian sama sekali tidak merasa bersalah, Malah ia seolah mengejek anzel suami nya.
"Angel!"
"Mau beban atau tidak, Itu bukan urusan lo! Aku tidak masalah dia mau kerja apa tidak." Geram angel.
"Iya sekarang kamu enggak masalah, Lihat saja kedepan nya nanti." Sahut deprian mengosok pipi nya yang panas.
"Ini peringatan untuk kamu, Aku enggak peduli walau lo itu teman ku! Sekali lagi lo usik anzel, Hidup lo tidak akan selamat." Ancam angel.
Deprian menatap tajam langkah angel yang semakin menjauh meninggal kan pavilun nya, Ia sangat marah dan juga terhina.
"Sialan!!"
Braaakk.
Meja kayu hancur berantakan karena di tendang oleh deprian, Nafas nya terengah engah menahan emosi.
******
Malam ini angel kembali melakukan sebuah misi, Ia mendapat kan bayaran cukup mahal dari seorang pengusaha juga.
"Shiit, Banyak sekali gundik jahanam tua itu." Geram angel dari balik pintu.
Nurdin pengusaha batu bara sama seperti gara kakek nya angel, Namun nurdin berbuat licik dengan menilap uang sebesar dua triliun.
"Cih, Pasti uang nya untuk berfoya foya dengan wanita gatal itu." Desis angel jadi emosi.
"Ayo kita habis kan malam yang panjang ini." Seru nurdin mengangkat botol wine.
"Aku akan minum kalau kamu beliin aku tas keluaran dior terbaru." Pinta wanita berbaju merah.
"Berapa harga nya sayang, Nanti aku transfer ya." Ujar nurdin pada gundik kesayangan nya.
"Cuma dua ratus juta." Sahut wanita baju merah.
"Hahahaha!"
Nurdin terlonjak kaget melihat ada seseorang dengan pakaian serba hitam, Apa lagi di tangan angel ada pistol.
"Siapa kau?!" Bentak nurdin.
__ADS_1
"Haissh turun suara mu! Orang yang akan mati tidak boleh berteriak." Ujar angela.
"Bawa pengawal keruangan ku." Perintah nurdin pada bodyguard nya melalui sambungan telepon.
Angel sama sekali tidak panik karena dia telah mengunci ruangan nurdin, Sehingga tidak ada yang masuk atau pun keluar.
"Mungkin aku akan sedikit mengampuni mu jika uang yang kau ambil itu untuk pengobatan istri mu, Sial nya malah kau pakai untuk memuas kan para gundik mu." Ujar angela.
"Bukan urusan mu mau ku pakai untuk apa saja." Sentak nurdin.
Dor.
"Aarrkkhh."
Nurdin menggerang ketika paha nya di tembus oleh peluru, Tiga wanita itu berlari menjauh sambil berteriak ketakutan.
Angel mengabai kan nurdin yang kesakitan di lantai, Ia lebih dulu menghampiri tiga wanita itu.
"Katakan padaku, Siapa yang memakan uang sangat banyak dari nya?!" Tanya angela.
"Dia!"
Setentak dua wanita menunjuk gadis bergaun merah itu, Gadis baju merah jadi ketakutan setengah mati.
"Siapa nama mu?" Tanya angela.
"Ayah ku seorang polisi, Jangan macam macam kau." Ancam gadis gaun merah.
"Waah! Anak polisi tapi mengemis uang dari bandot tua." Cemoh angel.
"Jika sampai kau menyakiti ku, Maka papa ku akan datang membunuh ku." Ancam gadis baju merah.
"Nama nya sonia." Ujar dua gadi itu.
Buaaak.
Sepatu angel menghantam mulut sonia yang baru saja membentak dua teman nya, Gigi depan sonia patah dua.
"Aahhkk, Aahh."
Sonia mengulung di lantai sambil kesakitan, Angel tersenyum puas dan kembali mendekati nurdin mangsa utama nya.
"Aku akan memberi mu uang setengah dari yang ku ambil, Tapi tolong ampuni aku." Hiba nurdin.
"Tapi aku tidak ingin uang." Jawab angel menginjak luka nurdin.
"Aakkhh sakit." Jerit nurdin.
"Haissh baru segitu saja sudah sakit." Ejek angela.
"Ampuni aku nona, Aku bisa memberi mu apa saja." Bujuk nurdin.
"Apa saja?"
"Yah! Katakan kau mau apa." Tanya nurdin berharap nyawa nya tidak hilang.
Angel berlagak sedang memikir kan apa yang ia ingin kan, Sedang kan nurdin masih menunggu.
"Aku ingin kepala mu." Ujar angel.
__ADS_1
"Tidak! Tolong biar kan aku hidup." Hiba nurdin.
Dor, Dor, Dor.
Tiga tembakan mendarat di dada nurdin, Seketika ia mendelik dan mati di tempat dengan darah yang mulai menggenang.
Braak.
Angel kaget karena tiba tiba saja pintu terbuka lebar, Julia menatap angel penuh dendam di depan pintu.
"Jangan kacau pekerjaan ku." Geram angel.
"Bunuh dia." Teriak julia pada para pengawal nurdin.
Angel cekatan menembaki kaca rumah nurdin, Ia merasa akan kalah jika melawan mereka yang jumblah nya sangat banyak.
"Aku akan membalas mu." Geram angel sebelum loncat kelua.
Pyaarr.
Kaca tebal itu pecah ketika angel menabrak kan diri kesana, Untung saja angel sudah membuat rencana dengan menggantung tali di sana.
"Julia sialan! Tau dari mana dia aku di sini." Geram angel.
Buukk.
Tubuh angel menghantam lantai dengan keras karena julia memotong tali nya dari atas, Seringai licik julia keluar kan karena melihat angel celaka.
Dor.
"Aakhhkk!"
Julia tidak tahu jika angel masih punya sisa peluru dalam pistol nya, Sehingga ia tidak menyangka jika akan terkena tembakan pada pundak nya.
"Sialan!" Teriak julia.
Angel yang mendapat kesempatan kabur pun langsung naik motor meninggal kan rumah nurdin, Angin malam menerpa nya.
Di sebuah pohon besar pinggir jalan ia menghentikan motor nya, Ia duduk menatap langit malam.
"Apa itu mama dan papa." Desis angel menatap bintang.
Jujur saja angel merindukan orang tua kandung nya, Walau pun ada bianca dan juga big yang menganggap nya anak. Namun angel juga rindu pada orang tua nya.
Dret, Drett.
Ponsel angel bergetar dan tertulis nama suamiku di sana, Angel tersenyum karena sejak tadi anzel memang menelfon nya terus.
"Hallo sayang."
"Pulang sekarang ya, Udah malam nih." Ujar anzel.
"Sebentar lagi aku pulang, Kamu mau pesan apa?" Tawar angel.
"Tidak mau! Aku mau nya peluk kamu saja." Ujar anzel.
"Ya sudah tunggu aku pulang." Ucap angel tertawa renyah.
Sambungan telefon terputus, Angel tersenyum mengingat tingkah laku suami manja dan imut nya.
__ADS_1
"Uuh jadi pengen peluk dia." Ujar angel teringat anzel.
Motor angel kembali menembus pekat nya malam, Ia menuju mansion de lamozada dan ingin segera memeluk suami tersayang nya.