Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps30


__ADS_3

Pukul delapan semua nya mulai mengambil pekerjaan, Karena anzel tidak bisa menjadi tukang. Jadi kerja nya hanya mengangkat semen dan kerikil.


"Kerja seperti ini berat nya bukan main, Tapi akan terasa senang jika sudah gajian." Ucap unar.


"Gajian kamu mau di berikan pada siapa?" Tanya anzel.


"Ibu ku lah." Sahut unar tersenyum membayang kan wajah ibu nya.


Anzel juga tersenyum membayang kan nanti bagai mana reaksi angela jika ia memberi nya uang gaji pertama, Mungkin saja istri nya nanti akan sangat syok.


"Istri mu tahu kamu kerja kayak gini?" Tanya unar mengangkat satu ember besar pasir.


"Enggak! Bisa ngamuk dia kalau tahu aku kerja di sini." Jawab anzel.


"Dia kerja apa?" Tanya unar lagi.


"Di kantor daddy ku." Jawab anzel santai.


Terheran heran unar mendengar jawaban anzel, Punya perusahaan namun malah kerja bangunan yang lelah nya bukan main.


"Waah itu pemilik bangunan ini." Seru unar menunjuk gadis cantik yang baru turun.


"Mana."


Mata anzel mendelik ketika melihat kayra anak nya kenzo de lamozada sedang menuju kemari, Kayra adalah cucu dari kakak nya daddy anzel.


"Eeh mau kemana kamu?!" Unar menarik tangan anzel.


"Jangan berisik, Aku tidak mau bertemu dengan dia." Panik anzel.


"Dia istri mu itu? Tapi nona kayra masih gadis." Ujar unar.


"Dia itu sepupu ku!" Geram anzel langsung lari tunggang langgang.


Unar yang melongo tidak percaya dengan ucapan anzel, Namun bisa saja itu terjadi karena anzel terlihat kaya.


"Selamat bekerja semua nya." Sapa kayra tersenyum ramah.


"Terima kasih nona." Jawab surya mewakili semua nya.


"Itu ada makanan untuk kalian, Nanti di makan ya." Ujar kayra.


"Waah terima kasih banyak nona, Semoga rezeki nya lancar selalu." Ucap surya.


Kayra pun tersenyum, Ia berkeliling untuk melihat bangunan nya ini. Ia berencana untuk menjadikan apartement dengan harga yang murah.


Sementara anzel menyelip kan diri di balik triplek ketika kayra berdiri tepat di samping nya, Bisa gawat jika kayra sampai tahu ia ada di sini.


Pukul 12:00


Jam makan siang pun tiba, Mereka istirahat dan makan apa yang kayra bawa tadi, Bungkusan nasi padang yang sangat mengenyang kan.


"Makan lah." Suruh surya memberikan satu bungkus pada anzel.


"Tidak usah pak." Tolak anzel.

__ADS_1


"Makan lah! Tidak baik menolah rezeki." Paksa surya.


Sebenar nya anzel membawa bekal dalam mobil nya, Tapi tidak enak jika menolah pemberian surya.


"Saya ambil sendok dulu." Pamit anzel melangkah kemobil.


Melongo mereka mendengar anzel akan makan nasi padang dengan sendok, Sedang kan mereka makan dengan tangan langsung.


"Waah, Makan nasi padang dengan sendok dan garpu." Seru maman.


"Tangan ku tadi untuk mengangkat semen bang, Banyak kuman jadi nya." Jawab anzel.


"Kan cuci jang." Ujar surya.


"Enggak akh, Saya pakai ini saja." Sahut anzel.


Melihat cara makan anzel yang slay dan juga muka anzel yang kiyowo begini, Tiba tiba saja surya membayang kan bagai mana jika sedang adegan panas dengan istri nya.


"Jang."


"Apa pak?" Tanya anzel mendongak.


"Kamu kan kata nya sudah menikah? Emang kamu bisa ya." Tanya surya.


Yang lain langsung menoleh mendengar pertanyaan surya, Sementara anzel masih bingung tidak mengerti.


"Apa nya yang bisa pak?" Tanya anzel.


"Bisa itu."


Tangan surya menujukan jungkit jungkit dan mengedip kan mata, Anzel yang polos pun semakin bingung.


"Issh susah banget nyambung nya kamu teh! Maksud saya tuh kamu udah unboxing istri kamu belum." Tanya surya the point.


"Sudah lah." Jawab anzel.


"Masa?"


Anzel menoleh cepat karena mendengar suara surya yang seakan tidak percaya, Seolah olah meremeh kan diri nya sebagai pria.


"Bapak enggak percaya sama saya? Istri saya saja puas kok kata nya, Bahkan dia bilang punya saya besar dan enak." Jawab anzel tanpa filter.


"Hahahaha!"


Maman dan unar tidak kuat lagi menahan tawa nya mendengar ucapan anzel, Sementara surya melongo tidak percaya mendengar jawaban anzel.


"Emang kamu bisa gaya apa saja nzel?" Tanya maman.


"Cuma bisa dua gaya sih, Yang lain nya belum pernah coba." Sahut anzel apa ada nya.


"Waah enggak hebat kamu! Tau gaya cicak nemplok di dinding tidak?" Tanya surya.


"Gaya apa itu?" Heran anzel.


"Nanti saya kirimin kamu video untuk belajar ya." Ujar surya.

__ADS_1


"Tidak penting gaya itu pak, Yang penting kan rasa dan kualitas nya." Rengut anzel.


"Kata siapa gaya itu tidak penting! Nanti istri kamu bisa bosan kalau cuma dua gaya terus terusan." Ujar maman.


Anzel tampak memikir kan ucapan maman, Apa pun jika tentang angel. Ia merasa cemas karena takut di tinggal kan oleh istri nya.


"Kita sebagai suami tuh harus kreatif jang, Agar istri tidak merasa bosan dan selalu bersemangat jika kita ajak." Nasihat surya.


"Sunggug?! Coba bapak kirim sekarang." Pint anzel.


"Sebentar."


Surya pun mencari video koleksi nya yang bertumpuk, Ia pun mengirim kan video tersebut kepada anzel.


"Udah masuk tuh." Ujar surya.


Anzel mengecek ponsel nya dan melihat video yang surya kirim, Ia juga penasaran tentang gaya apa saja yang membuat istri tidak bosan.


"Aakhhh, Aakhhh, Uuuhhh!"


"Hei suara nya!" Seru unar menepuk pundak anzel.


"Maaf, Maaf!"


Lupa mengecil kan volume nya, Sehingga suara laknat itu pun terdengar lantang memenuhi bangunan.


"Nanti malam saja nonton nya, Nanti malah nafsu sekarang." Ujar surya.


"Kan tinggal pulang kalau nafsu." Sahut anzel enteng.


"Ya kamu bisa pulang karena ada istri, Lah saya masa harus pulang kejawa barat." Rutuk surya.


"Bisa main sama sabun pak." Sahut anzel sambil melangkah pergi.


Maman dan unar menertawakan surya yang merengut karena di suruh main dengan sabun, Tak lama mereka pun mulai bekerja lagi.


******


Angel yang selalu sibuk belakangan ini jadi rindu dengan kebersamaan nya dengan sang suami, Kini ia hanya bisa bertemu jika malam hari.


"Enak kerja yang lama, Kerja sebentar tapi uang nya banyak." Keluh angel.


Setiap hari nya angel hanya bergelut dengan berkas yang menumpuk, Bahkan pistol andalan nya kini tidak pernah di gunakan lagi.


"Haissh, Kapan anzel mau kerja di sini." Lirih angel.


Jujur saja ia mengharap kan jika sang suami mau bekerja di sini, Dengan begitu ia bisa kembali bekerja awal nya.


"Kenapa sih lo?" Tanya anyelir masuk keruangan angel.


"Capek banget aku." Keluh angel.


"Nama nya juga kerja, Ya capek lah." Ujar anyelir.


"Capek dan juga kangen sama anzel." Ucap angel.

__ADS_1


"Malam kan ketemu."


Angel terdiam mendengar ucapan anye, Malam memang ia bisa bertemu dengan anzel. Tapi ia tidak bisa bermanja karena anzel terlihat lelah tadi malam.


__ADS_2