
Biasa nya anzel hanya menggunakan jaket dan celana jeans, Kini sekarang ia sudah menggunakan stelan kantor yang terlihat elegan.
"Agak sesak ya pakai span gini." Gumam angel merasa kurang nyaman.
"Cantik banget kamu sayang." Puji bianca menatap menantu nya.
"Emang harus ya mom kalau kerja baju nya gini?" Tanya angel menurun span nya.
"Ya biar rapi lah ngel, Masa kamu ngantor pakai kaos." Sahut bianca.
Angel nyengir mendengar ucapan mertua nya, Hari ini adalah hari pertama nya membantu di kantor. Entah apa yang harus ia kerjakan nanti dengan senjata pulpen, Biasa nya senjata yang di pegang adalah pistol dan belati.
"Anzel mana? Kok enggak sarapan dia, Nanti orang udah pada pergi baru mau sarapan." Ujar bianca.
"Tadi lagi mandi mom." Sahut angel.
"Lama banget ya tu anak." Rutuk bianca.
Tak lama langkah kaki terdengar mendekati meja makan, Dua orang ini terperangah melihat penampilan nya anzel.
Bahkan angel lupa untuk menutup mulut karena kaget nya dengan penampilan tampan suami nya, Sementara anzel tampak bangga karena istri nya kagum.
"Di tutup mulut nya ngel." Suruh bianca tertawa kecil.
"Tampan sekali suami ku!" Pekik angel menubruk anzel.
"Aduh."
Anzel menyambut pelukan istri nya dengan erat, Aroma yang wangi di tubuh anzel membuat istri nya semakin terlena.
"Tangan di kondisi kan ngel." Peringat bianca membuang muka.
"Anzel nih mom yang nyuruh." Elak angela.
"Mana ada!"
"Barusan kamu bisikin aku kalau punya kamu tegang." Sahut angel lempang.
"Ya emang tegang karena kamu tabrak barusan." Jawab anzel.
"Astaga!"
Bianca mengurut jidat nya karena pusing dengan percakapan random ini, Akhir nya dua manusia laknat ini pun duduk untuk sarapan.
"Suasana nya jadi beda, Biasa ada daddy di ujung sana." Lirih anzel menatap kursi kosong milik jasson.
"Makan dulu ya sayang." Bianca tidak ingin membahas yang membuat mood nya sedih.
"Iya."
Anzel menunduk untuk menyembunyikan air mata nya yang jatuh meluncur kepipi, Angel bukan nya tidak tahu jika sang suami tengah menangis.
"Jangan menangis saat sedang makan, Nanti daddy sedih melihat mu begitu." Ujar angel diam diam menghapus air mata nya sendiri dengan cepat.
"Haissh!"
__ADS_1
Denting sendok yang di banting memenuhi ruang makan, Selera makan anzel hilang karena merasa sedih.
"Jangan sedih terus, Udah ganteng kok masih nangis aja." Hibur bianca.
"Tapi ngomong ngomong kamu mau kemana pakai jas dan dasi segala?" Heran angela.
"Ya aku mau kekantor lah ikut kamu." Jawab anzel.
"Sungguh?!"
"Mau ngapain juga aku di rumah, Mending aku ikut sekalian bantu bantu kalian." Jawab anzel.
"Tapi kan kamu tidak suka kantor sayang, Mommy takut kamu tidak nyaman di sana." Bianca khawatir.
"Tempat apa pun itu asal kan ada angel maka aku akan nyaman." Jawab anzel.
"Aakkhh kamu sweet banget."
Angel bergelayut dan menciumi suami nya tanpa pandang kondisi, Sedang kan anzel tersenyum dan balas mencium pipi istri nya.
"Astaga mata ku." Keluh bianca.
Mereka tertawa bersama, Dengan cepat mereka menyelesai kan sarapan nya dan langsung berangkat kekantor.
Bianca masuk mobil dan di sopiri oleh pak ahmad, Sedang kan angel masuk mobil bersama anzel dan nyetir sendiri.
"Kita punya ruangan kan di sana?" Tanya anzel.
"Punya."
...****************...
Para karyawan menunduk hormat ketika bianca memasuki lobby, Tak lama angel juga masuk sambil mengandeng seseorang.
"Apa itu tuan anzel?" Tanya karyawan pada teman nya.
"Ku rasa iya, Lihat lah nona angel sangat menjaga nya." Balas teman nya.
"Padahal wajah dia tampan, Kenapa pula harus di tutup." Sambung teman nya.
Anzel masuk keperusahaan dengan kepala di tutup jas hitam nya, Seolah olah seperti tahanan.
"Tenang, Jalan yang santai." Bisik angel pada suami nya.
"Jauh banget nih, Enggak nyaman kepala ku di tutup." Keluh anzel.
"Maka nya di buka saja." Saran angel.
"Enggak mau!"
"Biar kelihatan jalan nya."
"Enggak mau!"
Takut jika beruang hibernasi nya malah ngambek, Angel pun langsung diam dari pada malah jadi masalah.
"Ini ruangan kita." Ujar angel setelah keluar dari lift.
__ADS_1
"Waah, Besar sekali ya ngel." Seru anzel kagum.
"Ada kamar juga di sana kalau kamu mau bobok." Ucap angel.
"Mau nya bobok sama kamu." Pancing anzel memeluk istri nya.
"Jangan sekarang lah, Tu lihat kerjaan aku di hari pertama." Angel menunjuk berkas yang menumpuk.
Angel mendapat bagian untuk mengecek semua berkas yang akan mendapat tanda tangan dari bianca, Meski tidak terlalu berat. Namun resiko nya terlalu besar jika ia sampai lalai.
"Sekali saja, Udah berdiri nih." Bisik anzel mempel kan pusaka nya.
"Kamu mesum banget ternyata." Angel tertawa menjauh karena takut terpancing dengan ajakan setan.
"Aku enggak fokus nanti bantuin kamu kerja kalau dia tegak gini terus." Bujuk anzel.
"Nih bocah emang polos plus keparat juga." Batin angel.
Angel tersentak ketika anzel menarik nya masuk kedalam kamar, Bahkan pintu ruangan pun belum terkunci.
"Kok langsung saja sih? Enggak pemanasan dulu?" Tanya angel.
"Kata nya kita harus kerja, Enggak sempat mau pemanasan ngel." Jawab anzel menaik kan rok istri nya.
Akhir nya peradukan pun terjadi di tempat baru mereka, Rintihan kecil pun terdengar dalam ruangan ini.
Di lain ruangan, Anyelir yang sudah bekerja pun membawa empat berkas tambahan untuk di berikan kepada kakak ipar nya.
"Pagi mommy." Sapa anyelir ketika bertemu bianca.
"Pagi cantik nya mommy." Balas bianca mencium pipi putri nya.
"Angel jadi kan masuk hari ini mom?" Tanya anye.
"Jadi dong, Bahkan kejutan nya ada anzel juga." Girang bianca.
"Sungguh?!"
"Iya sayang, Untuk sekarang dia belum bisa membantu juga. Siapa tahu nanti malah dia jadi semakin terbuka pada semua orang." Harap bianca.
"Mudah mudahan ya mom." Angguk anyelir.
"Mau kemana kamu nye?" Tanya bianca.
Anyelir menunjukan berkas yang akan di berikan pada angela, Bianca pun mengangguk dan masuk kedalam ruangan milik nya.
Sampai lah anye di depan ruangan milik kakak ipar nya, Tidak terdengar suara apa pun dari dalam.
Tok, Tok.
Tidak ada sahutan dari dalam, Anye pun membuka pintu yang tidak terkunci. Celingak celinguk anye karena ruangan angel kosong.
"Kemana dua iblis itu?" Gumam anye menatap sekeliling.
Mata anye menatap pintu kamar yang terbuka sedikit, Suara aneh memasuki gendang telinga anyelir. Namun langkah nya semakin cepat mendekati kamar.
"Astaga kalian!" Pekik anyelir kaget.
__ADS_1