Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps33


__ADS_3

Anzel sibuk di dapur membuat omelet untuk istri nya, Tadi usai pulang dari kantor. Angel pergi lagi sekitar pukul sembilan, Sampai sekarang pukul dua pagi belum juga kembali.


"Biar saya bantu tuan." Ujar maid merasa sungkan.


"Tidak usah, Aku ingin membuat sendiri." Tolak anzel.


"Baik lah."


Deru motor angel terdengar dari luar, Anzel meletak kan omelet nya keatas piring dan menaruh kemeja.


"Maaf ya aku baru pulang." Ujar angel melepas masker nya.


"Malam gini kamu bawa motor ngel, Angin malam tidak bagus untuk kesehatan." Nasihat anzel.


"Iya sayang." Angel memeluk suami nya.


Sepasang anak manusia ini berpelukan dengan erat, Bahagia dan juga bersyukur mereka ucapa kan dalam hati masing masing.


"Ayo makan." Ajak anzel menduduk kan istri nya.


"Cuma satu? Kamu tidak makan." Tanya angel.


"Makan lah, Kan lebih enak jika sepring berdua." Sahut anzel.


"Dasar kamu."


Anzel memotong omelet dan menyuap kan kemulut istri nya, Dengan suka rela angel pun menerima nya.


"Aku sudah memutus kan kalau besok akan kerja di perusahaan." Ujar anzel.


"Jangan memaksa kan diri lah nzel, Enggak masalah kok aku yang kerja." Jawab angel tidak ingin suami nya tertekan.


"Ya enggak lah! Mana ada aku tertekan, Itu memang kewajiban aku kok." Sahut anzel ganti minta suap.


"Aku tahu kamu takut mau kerja sayang, Diam di rumah saja ya." Bujuk angel.


"Kamu mau aku terus diam di rumah sampai tua nanti, Dukung aku dong biar makin berani." Ucap anzel.


Angel bimbang untuk melakukan apa, Di satu sisi ia merasa anzel sangat memaksa kan diri untuk bekerja di kantor daddy nya. Namun di sisi lain angel juga merasa ini adalah kesempatan anzel mengenal dunia luar.


"Udah ngomong sama mommy?" Tanya angel mengelap mulut suami nya.


"Udah! Mommy bangga loh karena aku udah berani." Sahut anzel cepat.


"Aku juga bangga kamu mau keluar dan mengurus perusahaan daddy, Tapi tolong jangan memaksa kan diri." Ujar angel.


Hati anzel terenyuh melihat kecemasan istri nya ini, Angel begitu khawatir tentang diri nya. Bahagia dalam hati pemuda ini karena merasa sangat di cintai.


"Terima kasih sudah mencintai aku, Semoga cinta kamu tidak berubah." Ujar anzel memegang tangan angel.

__ADS_1


"Tentu saja tidak! Sembilan tahun cinta ku padamu hanya terpendam, Lalu untuk apa aku harus berubah ketika sekarang cinta ini sudah di ketahui oleh mu." Jawab angel.


Tidak bisa lagi anzel menjabar kan rasa bahagia nya untuk saat ini, Di gendong nya angel masuk kamar dan melakukan aktivitas malam.


Pagi hari.



"Pagi semua." Sapa anzel yang sudah rapi dengan pakaian kantor.


Angel terpesona melihat tuan muda nya yang sangat tampan, Bahkan bianca juga kagum dengan ketampanan sang putra.


"Ganteng banget si anzel." Gumam anyelir yang pagi ini ikut sarapan di rumah bianca.


"Ya iya lah, Suami gueh gitu loh." Bangga angel merangkul suami nya.


"Halah! Juno juga bisa kok ganteng gitu." Anye memiring kan bibir nya.


"Enggak setampan ini ya." Ejek angel mencubit gemas pipi suami nya.


Anzel tersenyum bahagia karena di puji oleh sang istri, Dari tadi ia tidak melepas kan gandengan tangan nya.


"Kita itu mau sarapan ya, Bukan mau nyebrang jalan." Ujar anyelir.


"Pasangan romantis nih boss, Senggol dong!" Ejek angel.


"Nanti di senggol beneran loh ngel." Sahut deprian yang lewat.


Deprian hanya tertawa dan berlalu pergi, Ia memang tidak pernah ikut sarapan walau pun bianca sering mengajak nya.


...****************...


Seminggu kemudian.


Semua karyawan dan karyawati atau juga para pemegang saham, Semua berkumpul di aula besar karena di minta oleh bianca.


"Selamat pagi semua nya." Sapa bianca di panggung sana.


"Selamat pagi." Balas mereka semua.


"Hari ini saya akan mengumum kan bahwa jabatan ceo sudah ada yang mengisi, Bukan saya lagi yang mengurus perusahaan peninggalan suami saya ini." Ujar bianca.


"Siapa yang menjabat nyonya?" Tanya joni yang menjabat menager."


"Putra saya anzel de lamozada."


Anzel masuk keaula mendekati mommy nya, Tepuk tangan riuh mengiringi langkah nya yang terlihat sangat elegan.


"Cakep juga bocah itu." Ujar big kagum pada menantu nya.

__ADS_1


"Iya lah ganteng, Suami gueh." Bangga angela.


"Kakak ku hebat sekali, Dia berani ngel." Girang anyelir bersorak sambil menetes kan air mata.


Juno merangkul istri nya yang tengah di landa rasa haru melihat sang kakak yang kini tampil berani, Big hanya melirik saja karena jarak mereka yang berdekatan.


"Iri bilang bos." Bisik angel pada ayah nya.


"Durhaka kau ngel." Sengit big.


Angel menahan tawa nya karena big terlihat jadi tidak nyaman, Mungkin saja big masih menyimpan rasa pada anyelir mantan istri nya.


"Selamat pagi semua nya, Salam kenal dari saya untuk kalian." Ujar anzel setengah gugup.


"Selamat pagi tuan anzel, Senang mengenal anda." Ujar joni.


Bianca memberi kode pada angel agar mendekat untuk menenang kan anzel, Angel pun melangkah mendekati suami nya.


"Kedepan nya saya akan berusaha menjalan kan perusahaan daddy, Mohon bantuan dari kalian semua." Pinta anzel.


"Baik tuan."


"Hari ini kita akan istirahat saja dengan menikmati hidangan yang telah mommy say siap kan, Semoga kalian suka." Ujar anzel.


"Terima kasih tuan."


Para karyawan dan karyawati bersorak girang karena mereka hari di libur kan hanya untuk makan makan saja, Untuk meraya kan kedatangan ceo baru.


"Sekalian saya ingin mengatakan, Kalau angel adalah istri saya! Jadi jangan sampai ada yang mencoba mendekati nya." Ujar anzel memperingat kan.


Angel menepuk lengan suami nya karena ia merasa malu dan tersanjung, Yang lain hanya mengangguk dan tersenyum.


"Malu ih nzel." Ujar angel ketika sudah turun dari panggung.


"Kenap malu? Malu jadi istri aku." Ujar anzel melirik.


"Bukan! Kesan nya kayak lebay gitu kamu ngenalin aku." Jelas angel.


"Biar lah, Suka hati aku kok." Anzel tidak peduli dengan pendapat orang.


Akhir nya mereka pun makan makan besar di sertai canda tawa, Mereka berharap kedepan nya akan labih baik lagi.


Sementara di tempat lain seorang pria mengamuk karena sangat kesal melihat siaran di televisi, Anzel yang tersenyum sangat bahagia membuat nya tidak terima.


"Apa kita harus bergerak sekarang?" Tanya julia.


"Kepala mu bergerak! Mereka belum punya anak." Geram pria tato naga.


"Terlalu lama menunggu angel hamil, Cukup ambil saja istri nya." Ujar julia.

__ADS_1


"Tidak! Itu tidak akan membut ku puas." Tolak tato naga


Julia menunduk karena saran nya di tolak lagi, Padahal julia sungguh tidak sabar melihat angel menderita.


__ADS_2