
Anzel menatap tidak percaya dengan isi kamar angel, Untuk membuat anzel percaya pada ucapan nya. Sengaja mengajak suami nya masuk kamar milik nya.
"Kamu dapat dari mana foto aku sebanyak ini?" Heran anzel.
"Aku fotoin kamu kalau lagi enggak sadar, Kadang juga kalau kita lagi foto bareng keluarga." Jawab angel.
"Ini sengaja kamu potong." Anzel mengambil potongan foto.
"Asal ada kamu nya, Pasti aku ambil dan aku simpan." Jelas angel.
Kini hati anzel baru percaya kalau istri nya memang punya cinta, Cinta yang hanya untuk nya.
"Kenapa kamu enggak bilang dari dulu? Sekarang usia kita udah dua puluh enam kamu baru bilang." Ujar anzel.
"Ya aku takut kamu enggak suka lah sama aku! Apa lagi dulu jutek banget kamu nzel." Sahut angela.
Anzel tersenyum sambil menunduk malu, Bahagia juga hati nya mendengar dan melihat semua ini.
"Sebenar nya aku juga suka dan kagum sama kamu, Cuma aku malu untuk mengaku karena keadaan ku yang kayak gini." Ucap anzel.
Senyum merekah di bibir angel, Ia berjongkok di hadapan suami nya. Dengan lembut angel mengelus pipi anzel.
"Apa pun keadaan kamu, Aku tetap cinta." Bisik angel tulus.
"Aku bersyukur bisa di cintai kamu." Jawab anzel bahagia.
Kedua anak manusia berpelukan dengan bahagia, Anzel tak kuasa menahan air mata atas kebahagian ini. Istri yang cantik dan juga tangguh ternyata sungguh mencintai nya.
Dua bulan kemudian.
Hujan membasahi bumi malam ini, Anzel mondar mandir menunggu angel pulang, Sudah pukul tiga pagi namun sang istri tak kunjung pulang.
"Kemana sih kamu ngel?!" Cemas anzel tak bisa tidur.
Anzel bergegas menuju pavilun untuk mencari deprian, Ia ingin menyuruh deprian pergi mencari angela.
"Pokok nya dia harus jadi milik ku! Aku tidak peduli apa pun yang terjadi." Geram deprian dari dalam.
Sedikit kaget anzel dengan nada suara deprian yang terdengar tidak ramah, Namun ia tidak bisa mengurung kan niat nya untuk menyuruh deprian mencari angel.
"Deprian!"
Mendengar suara anzel yang memanggil nya dari luar, Deprian memutus kan sambungan telepon dan bergegas keluar.
"Ada apa nzel?" Tanya deprian.
"Tolong cari angel sekarang, Udah jam tiga malam dia belum juga pulang." Pinta anzel.
"Udah biasa dia begitu nzel, Lagian kan pekerjaan anzel memang malam." Ujar deprian.
"Tapi aku merasa cemas sekarang." Keluh anzel.
Deprian menatap anzel yang memang tampak cemas, Terlihat beda dari biasa nya. Tatapan curiga deprian membuat anzel mengerut.
__ADS_1
"Kenapa?!"
"Biasa nya kamu cuek saja angel mau pulang jam berapa pun, Kenapa sekarang peduli?" Tanya deprian.
"Ya wajar dong aku kan suami nya." Sahut anzel.
"Emang kamu merasa benar jadi suami?" Pancing deprian.
"Maksud kamu apa sih dep?!"
"Kan biasa nya yang kerja itu suami, Sedang kan istri diam di rumah untuk mengurus rumah!" Sindir deprian.
"Jangan mancing mancing lah kamu! Lagian angel juga enggak masalah sama hal itu." Kesal anzel mulai tersinggung.
"Yakin dia enggak masalah?! Emang kamu tau isi pikiran nya." Deprian semakin menyudut kan.
Anzel termakan ucapan deprian, Ia mulai bertanya tanya tentang isi hati angel yang sesungguh nya. Apa benar jika angel keberatan jika hanya bekerja sendirian.
"Maka nya kerja! Aku pergi cari dia dulu lah." Deprian menepuk pundak anzel.
Tinggal anzel yang termenung memikir kan ucapan deprian, Rasa ingin bekerja pun mulaai timbul di hati nya.
Namun harus bekerja di mana agar bisa menghasil kan uang, Jika ia kerja di kantor daddy nya. Anzel takut karena ia tahu di perusahaan banyak orang yang licik dan jahat.
"Aakksss! Sialan."
...****************...
"Bukan kah jika dia sudah tidak perawan maka tidak akan meninggal kan ku." Batin anzel.
"Ayo sarapan." Ajak angel.
"Sini dulu." Anzel menepuk ranjang.
Angel mendekat kearah suami nya, Sedikit kaget karena anzel langsung menciumi diri nya. Walau begitu angel senang karena anzel membutuh kan diri nya.
"Aku ingin sekarang." Ajak anzel ketika ciuman mereka terlepas.
"Yakin? Emang udah siap." Tanya angel.
"Siap dong, Kamu nya udah siap apa belum?" Tanya anzel balik.
Hanya anggukan kecil yang angel berikan, Perlahan anzel membuka kaos yang di pakai oleh istri nya. Anzel berusaha tenang walau jantung nya berdegup kencang.
"Emmm!"
Lenguhan keluar dari mulut angel ketika anzel mencium dari leher hingga turun kedada, Semula anzel yang lembut pun berubah sedikit beringas.
Skiiiipp😁
*****
Bianca menunggu pasangan suami istri itu, Namun lama sekali muncul nya. Makanan pun sudah siap.
__ADS_1
"Nahh mommy nungguin dari tadi loh sayang, Ayo sarapan nanti kan mau nemani mommy belanja." Ujar bianca melihat kedatangan anzel dan angel.
"Maaf mom lama." Cengir anzel mendekat.
"Kenapa kamu ngel, Kok di gendong?" Heran bianca.
"Ini mom si anzel pengen romantis kata nya." Jawab angel.
"Romantis apa nya? Aku gendong kamu kan karena kata kamu sakit untuk berjalan." Sahut anzel.
"Sakit kenapa?! Bekas operasi nya kemarin ya." Cemas bianca.
"Bukan mom! Kami tadi habis mengesah kan status suami istri dengan bersatu." Jawab anzel.
"Astaga!"
Bianca memegang kening nya karena malu dengan jawaban putra nya, Sedang kan angel juga membuang muka karena malu.
"Bersatu bagai mana?" Tanya deprian ikut nimbrung.
"Ya bersatu, Aku udah unboxing dia." Jawab anzel bangga.
"Anzel apa sih!"
Malu juga angel lama lama dengan ucapan suami nya, Merah padam karena baru saja mereka melakukan nya dan anzel langsung bercerita.
"Beneran ngel?" Tanya deprian masih tidak percaya.
"Apa sih dep! Gitu saja di tanya terus." Elak angel.
"Kan cuma nanya." Lirih deprian.
Bianca berdehem agar suasana tidak canggung lagi, Untung saja jasson sudah tidak ada di mansion sehingga canggung nya tidak sebarapa.
Sementara anzel masih tidak tahu malu nya terus menggenggam tangan angel dengan rona bahagia, Bahagia karena merasa angel tidak akan meninggal kan diri nya.
"Mau belanja apa nanti mom?" Tanya angel menyuap kan nasi kemulut.
"Stok makanan sama sambil lihat lihat lah." Sahut bianca.
"Aku mau di suapi dong." Pinta anzel.
Angel menyuapi suami nya dengan lembut, Mereka tersenyum bahagia walau pun hanya dengan cara sederhana seperti ini.
"Kamu cari istri juga lah dep, Biar ada yang menyuapi." Suruh bianca.
"Tunggu lah sebentar lagi nyonya, Calon ku lagi tersesat pada pria lain." Jawab deprian.
"Hahaha kasihan sekali kau." Ejek anzel.
"Cih!"
Deprian berdecih kesal karena di ejek, Tatapan nya sejak tadi tidak lepas dari angel yang begitu menyayangi suami nya.
__ADS_1