Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps46


__ADS_3

Pagi hari angel sudah rapi kembali dan bersiap akan pergi, Tadi malam ia mendapat kan suatu tempat yang harus di datangi.


"Makan dulu ngel, Tadi malam kamu sudah tidak makan." Suruh bianca.


"Iya mom."


Angel duduk sarapan roti dengan selai kacang, Ada anyelir beserta suami nya juga di sana. Susana sarapan sangat kaku karena angel tidak lagi banyak bicara, Sementara yang lain takut salah bicara.


"Selamat pagi nyonya dan yang lain." Sapa deprian.


"Mau kerumah sakit dep?" Tanya bianca tersenyum.


"Iya nyonya." Angguk deprian sekilas melirik kursi anzel yang kosong.


Bianca sudah sering menyuruh deprian untuk jangan memanggil nya nyonya, Tapi deprian saja yang bandel tetap memanggil nya nyonya.


"Sudah lumayan berumur deprian, Tapi masih belum nikah." Cetus juno ketika deprian sudah pergi.


"Untuk apa juga menikah jika tidak berguna." Sahut angel.


"Apa maksud mu?!" Anye langsung menoleh kearah angela.


"Tidak ada!"


Anye tahu jika angel menyindir kakak nya, Hanya anye yang tidak tahu bahwa sekarang angel merasakan hidup bagai kan di neraka.


Semua kamar dan juga motor angel sudah di taruh alat penyadap, Bahkan tas kecil yang selalu di bawa pun juga ada. Bukan angel tidak ingin membuang, Namun jika di buang. Maka orang itu akan tahu.


Deprian akan tahu jika angel sadar akan rencana busuk nya, Jadi angel terpaksa membiar kan alat alat itu mengintai hidup nya.


"Bisa kamu ngel makan dengan tenang sementara anak kita satu sudah meninggal, Dan yang satu masih belum tahu ada di mana!" Anzel menghampiri istri nya yang sedang sarapan.


"Jadi maksud mu aku harus bagai mana?!" Tanya angel menatap suami nya.


"Kamu usaha dong cari sena! Salah satu musuh kamu pasti yang menyembunyikan nya, Malah kamu makan dengan tenang." Bentak anzel.


Praangg.


Angel melempar kan piring roti sarapan nya di bawah kaki anzel, Yang lain sampai kaget terjingkat.


"Angela!"


"Kau pikir aku tidak berusaha mencari anak ku? Tidak usah menyalah kan aku atas kejadian yang menimpa anak kit, Jika kau bisa hebat macam ayah lain nya. Maka leta tidak akan mati dan sena akan tetap bersama kita!" Balas angel tajam.


"Kau tahu aku dari dulu begini angela." Desis anzel.

__ADS_1


"Yah kau memang hanya sampah tidak berguna! Lihat daddy dulu yang sigap mencari untuk menyelamat kan mu, Akhir nya kau bisa selamat walau pun sekarang menjadi beban semua orang." Geram angela.


Plaak.


Bianca tidak tahan mendengar putra nya terus di cemoh tepat di hadapan nya, Air mata seorang ibu meleleh karena kasihan pada anzel. Dan juga bianca menyesal telah menjatuh kan tangan pada putri nya.


"Tolong jangan seperti itu angela! Jangan sakiti perasaan anzel." Bianca memegang tangan angela.


"Aku mengatakan fakta! Terserah ingin sakit hati atau tidak." Angela menyetak tangan nya yang di pegang bianca.


"Angela!"


Anyelir mengejar angel yang berlalu pergi meninggal kan mereka, Tidak peduli pada biaanca yang menangis memeluk anzel.


"Kau kenapa angela?!" Anye membalik angel menghadap nya.


"Menurut ku kenapa?" Angel balik bertanya.


"Kau berubah, Ayo kita hadapi semua nya bersama sama! Ada kami yang akan selalu membantu mu." Anye berusaha membujuk angel.


"Jika anak mu mati karena juno tidak berguna, Apa kau masih bisa memaaf kan nya?!" Tanya angela.


"Kau tau dari dulu anzel memang begitu, Lalu kenapa baru sekarang kau menyadari nya." Seru anyelir.


Anya menatap angel yang semakin jauh pergi meninggal kan mansion, Benar benar sulit untuk memahami semua yang terjadi saat ini.


Sedang kan deprian yang mendengar kan semua dalam mobil tertawa senang, Akhir nya wanita yang ia cintai sadar.


"Astaga angela! Kenapa kau baru sadar sekarang sih." Gumam deprian sangat senang.


...****************...


Angel tiba di lokasi yang di tuju nya, Untung saja dia membawa motor. Karena ternyata rumah kosong ini harus melewati jalan setapak yang amat licin.


Barisan pohon yang amat rapi seolah memang di tanam oleh seseorang, Angel seorang diri membelah hutan.


"Itu rumah nya." Gumam angel ketika sampai di rumah kosong tua.


Membayang kan sena ada di dalam sendirian, Angel pun berlari masuk tanpa memikir kan yang lain lagi.


Kraakk, Braak.


Byuurr.


"Astaga!"

__ADS_1


Lantai kayu yang angel pijak ternyata sudah lapuk, Sehingga ia yang tidak hati hati malah tercebur kedalam sana.


Ternyata di bawah rumah kosong itu adalah kolam dengan air yang berlumut hijau, Bau amis menguar dari sana.


"Shiit! Bagai mana aku naik." Geram angel merasa jijik.


Dinding kolam sangat licin dan tidak mungkin bisa di panjat, Mata angel menangkap sesuatu yang aneh dari dalam kolam. Untung nya pistol selalu siap siaga di tangan.


"Buaya?! Itu buaya." Keget angel tidak percaya.


Buaya dengan ukuran besar perlahan mengambang naik, Mata nya yang hitam kecoklatan mulai mengintai angel kerena mengira itu adalah mangsa nya.


Di ujung sana ada tangga yang bisa di gunakan untuk naik, Namun jika berenang maka buaya akan semakin terpancing. Angel berjalan pelan sembari berjinjit karena air hampir mencapai hidung.


"Tolong bantu aku tuhan! Anak ku belum ketemu, Aku tidak boleh mati sekarang." Angel berdoa dalam hati.


Blup, Blup.


Baru saja selesai angel berdoa, Kaki nya di tarik dari dalam air oleh buaya tersebut. Darah pun langsung keluar dari gigitan tersebut.


"Aakkhh."


Blupp, Blupp."


Gelembung air mulai bercampur darah, Buaya membuat gerakan menggulung sehingga kaki angel berderak patah.


Namun angel tidak putus asa untuk memperjuang kan hidup nya, Kaki yang sebelah di gunakan untuk menendang nendang.


"Aaakkhh, Aakkk sakit sekali." Angel terlepas dari gigitan predator itu.


Dor, Dor.


Tembakan dua kali angel lepas kan tepat pada mata nya, Buaya yang kesakitan pun tidak lagi mengejar angela.


Kesempatan ini angel gunakan untuk berenang mendekati tangga naik, Susah payah angel memanjat karena kaki yang sebelah tulang kering nya mencuat keluar.


"Aaakkk! Seberapa yakin kau padaku tuhan, Hingga memberiku cobaan separah ini." Desis angel berhenti di tengah tangga untuk istirahat.


Berjuang sendirian untuk menemukan anak nya, Kini ia pun malah terluka separah ini. Angel menangisi hidup nya.


"Aku tidak boleh lemah, Sena masih membutuh kan ku." Angel kembali semangat memanjat.


Dalam nya kolam sekitar empat meter, Sehingga perlu waktu juga angel mencapai keatas dengan kaki yang hanya sebelah bisa di gunakan.


Jika bukan wanita kuat, Maka angel pasti sudah menyerah dan pasrah saja. Namun semangat untuk menemukan sena tidak padam.

__ADS_1


__ADS_2