
Butuh waktu untuk bisa naik keatas karena keadaan angel yang luka parah, Meski susah payah akhir nya angel bisa naik.
"Angelaaa!"
"Deprian, Kenapa kamu bisa kesini?" Heran angela.
"Astaga angel! Kaki mu bisa patah begini." Kaget deprian.
"Bantu aku berdiri, Aku harus menemukan sena." Pinta angel.
Deprian menatap sekeliling rumah yang tampak usang dan lapuk, Tidak ada tanda bekas kehidupan di sana.
"Tidak mungkin ada di sini angela, Rumah ini kosong." Ucap deprian.
"Menurut mu penculik akan menyekap jika rumah bagus dan ramai?!" Tanya angel menatap deprian.
Deprian menoleh cepat kearah angel yang terpincang pincang tetap berusaha berjalan, Tidak peduli dengan darah dan tulang yang mencuat keluar.
"Sena!! Ini mama nak." Teriak angela supaya anak nya bisa dengar.
Tapi hanya ada pantulan suara nya sendiri, Kamar pun angel masuki. Namun kosong tidak berpenghuni.
"Bangsaat!!"
Angel mengumpat di tengah rasa putus asa nya, Walau pun dia adalah wanita yang kuat. Namun jika tentang anak, Maka angel luluh juga.
"Jangan menagis, Ayo kita cari lagi." Ajak deprian.
"Deprian! Jika kau menjadi penculik, Apa yang ingin kau minta dari ku?" Angel menarik tangan deprian.
"Hah?! Apa maksud mu." Kaget deprian jadi bingung.
"Jika kau yang menjadi penculik, Apa yang kau ingin kan dariku?" Ulang angela menatap mata deprian.
Deprian mematung karena tatapan angel yang menggetar kan hati nya, Bagai mana pun ia tidak tega melihat wanita yang ia cintai serapuh ini.
"Aakhhh!"
Angel jatuh kelantai karena tidak kuat lagi dengan rasa sakit pada kaki nya yang patah, Tangis nya pun pecah seketika.
"Jika saja aku bisa bertemu penculik itu, Aku ingin menanyakan apa yang dia mau! Dan tolong lepas kan anak ku." Angel terisak isak.
"Yang sabar ya, Kita akan berusaha mencari nya." Hibur deprian.
"Bantu aku deprian! Akan ku lakukan apa pun untuk menebus nya." Janji angela.
Deprian memeluk angela yang menangis, Angel sama sekali tidak menolak dan malah membalas pelukan nya.
"Ayo kita pulang dulu, Kaki mu harus di obati angela." Ajak deprian.
"Baik lah."
__ADS_1
Tidak ingin wanita yang ia cintai kesakitan, Deprian sigap menggendong angela dan memasukan kedalam mobil.
"Bagai mana motor ku?" Angel masih memikir kan motor nya.
"Nanti akan ku urus, Sekarang kita kerumah sakit dulu." Deprian melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
Sementara di mansion bianca benar benar pasrah, Vegas yang di mintai tolong untuk mencari sena juga tidak ada kabar baik. Mereka tidak bisa menemukan jejak sena di mana pun.
"Cucuku hiks, Hiks." Bianca menangis memeluk anye.
"Mommy."
Anzel yang memang layak di katakan suami tidak ada guna hanya mondar mandir tidak karuan, Mendengar kata penculik saja sudah membuat nyali nya menciut.
"Angela!"
"Ada dengan angel deprian?!" Kaget bianca melihat menantu nya tidak bisa berjalan.
Angel sudah pulang dari rumah sakit usai kaki nya di pasang gips, Ia tidak mau menunggu untuk di rawat di sana.
"Angel di serang buaya hingga kaki nya patah nyonya." Jelas deprian.
"Sayang kenapa bisa sampai begini?!" Anzel langsung cemas.
"Menurut mu kenapa aku bisa sampai begini hah?!" Sentak angel emosi.
"Angel! Anzel kan hanya bertanya nak karena cemas." Bianca memegang tangan menantu nya.
"Tega nya kau berucap demikian!" Sentak anyelir.
Anzel berdiri mendekati deprian yang terang terangan menghina nya, Deprian pun tidak takut.
Buaak, Buaak.
Deprian terjungkal karena di hantam tinju nya anzel, Namun ia segera bangkit menerjang anzel hingga terlempar kebelakang.
"Hhmm! Ternyata kau bosan menjadi pecundang." Ejek deprian.
"Deprian!"
"Tunjukan sifat asli mu, Kau adalah penghianat berkedok dokter." Geram anzel sangat marah.
Daak, Buaak.
"Hueeek!"
Sangking kuat nya pukulan deprian membuat anzel hingga muntah, Bahkan deprian masih menginjak perut anzel.
"Pisah kan mereka! Kenapa kalian hanya diam saja." Bentak bianca pada bodyguard nya.
Para bodyguard bergerak memisah kan deprian yang menghajar anzel, Namun saat deprian sudah di pegang. Anzel malah menusuk perut deprian dengan garpu.
__ADS_1
"Anzel!"
Angel mendorong suami nya hingga terjengkang, Darah mengucur dari luka nya deprian yang lumayan dalam.
"Kau mendorong ku?!" Anzel bergetar tidak percaya.
Namun angel sama sekali tidak menggubris nya, Ia meminta bodyguard mengantar kan deprian menuju paviliun.
"Apa ini mom?" Anzel menatap nanar kearah angel dan deprian.
"Mungkin angel hanya hilang kendali karena sena hilang nak, Jangan terlalu di pikir kan." Hibur bianca.
"Bagai mana jika dia meninggal kan aku juga." Anzel khawatir.
"Maka dari itu kau harus berubah kak! Buang rasa takut mu dan berusaha lah mencari sena." Anye memberi semangat kakak nya.
"Tidak! Aku tidak berani keluar sekarang." Tolak anzel meringis kesakitan.
"Maka bersiap lah kehilangan anak dan istrimu!" Anye menjadi sangat geram pada kakak nya.
"Anye jangan begitu pada kakak mu." Cegah bianca.
"Ucapan ku benar mom! Jika aku yang menjadi angel, Sudah dari dulu ku tinggal kan suami seperti ini." Anye sangat marah sekarang.
Terhempas anzel oleh ucapan adik nya, Benar kah jika ia sangat tidak berguna menjadi suami.
"Kau benar anyelir, Jika aku becus menjadi ayah. Maka anak ku tidak akan hilang dan mati." Sesal anzel.
Anzel menyambar kunci mobil dan berlari keluar dari mansion, Berlari ia memasuki mobil dan tanjap gas.
"Ikuti segera anak ku." Perintah bianca.
"Baik nyonya."
Dari paviliun angel bisa melihat jika suami nya pergi meninggal kan mansion, Terselip senyum kecil di bibir nya karena bangga sang suami mau bergerak.
"Aakkhh, Sakit ngel." Rintih deprian ketika angel membersih kan luka nya.
"Haish, Aku jadi susah bergerak karena patah tulang sialan ini." Umpat angela.
"Namun bukan kah karena terluka begini kita jadi bisa bersama? Aku rela sakit asal bisa bersama mu." Deprian menatap angel di samping nya sendu.
"Kau aneh sekali, Mana ada orang senang kalau sakit." Angel berusaha tersenyum.
Deprian meraih wajah angel agar menatap mata nya, Jantung angel berdegup karena takut jika deprian akan nekad.
"Tahu kah kau selama ini wanita yang aku cintai angela?" Tanya deprian.
"Ak.. Aku tidak tahu." Angel menggeleng.
"Wanita itu sekarang ada di hadapan ku! Bertahun tahun lama nya aku mencintai mu, Namun kau selalu mengabai kan aku. Kau hanya melihat anzel, Tidak pernah sekali pun menoleh padaku." Ucap deprian.
__ADS_1
Angel tidak bisa memberikan reaksi apa pun, Jujur saja ia kasihan pada deprian. Namun cinta nya tidak pernah goyah untuk anzel seorang.