Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps49


__ADS_3

Anye mendatangi paviliun setelah mendapat pesan dari angela, Sedikit mengendap ia masuk agar deprian tidak mendengar kedatangan nya.


Ceklek.


"Shuutt!"


Clak.


Borgol yang angel minta ia lempar kan tepat di kaki angela, Rasa sakit menderu namun angel mengabai kan nya.


"Dia tidur?" Tanya anye pelan.


Tidak di jawab oleh angela karena ia meraba tangan deprian yang merangkul erat pinggang nya, Sial nya deprian tidak kalah licik dari angela.


"Kau ingin memborgol ku?!" Secepat kilat deprian berbalik menindih angela.


"Kau bajingan deprian! Tega tega nya kau melakukan ini kepadaku." Teriak angela.


"Aku begini karena kau angela! Jika saja kau tidak terus mengabai kan aku, Maka aku tidak senekat ini." Geram deprian.


Buaak.


"Aakhhh!"


Anye menghantam kepala deprian menggunakan tongkat besi, Sehingga angel bisa bebas dari deprian.


"****** sialan!" Umpat deprian berusaha bangkit.


Klek.


Pistol sudah menodong kepala deprian dari tangan angela, Walau pun kaki nya satu patah. Namun angel masih bisa bergerak lincah.


"Katakan di mana anak ku?!" Angel bergetar menahan emosi.


"Bunuh saja aku angela! Aku tidak takut sama sekali." Deprian malah menantang.


Dor.


"Akhh, Shiit!"


Bahu deprian di tembus oleh peluru, Angel tidak pernah main main jika meengancam musuh nya.


Paviliun deprian kedap suara sehingga suara keributan dan juga tembakan tidak terdengar oleh lain nya, Anye ketakutan melihat amarah sahabat nya ini.


"Kau pikir aku bersungguh sungguh mau padamu?! Kau yang sampah deprian, Kau merusak rumah tangga ku dan membunuh anak ku." Teriak angela.


"Kau pelaku nya deprian?!" Anyelir bergetar tidak percaya.


"Ayo bunuh aku saja! Lagi pula kau tidak akan bisa menemukan sena, Baik dia masih hidup atau hanya mayat nya." Deprian menyeringai setan.

__ADS_1


"Deprian..Kau adalah teman ku sejak kecil, Suka duka ku pun kau juga tahu. Kita menangis dan tertawa bersama, Lalu kenapa kau sekarang sangat kejam padaku." Angel berkata lirih.


"Karena aku mencintai mu, Aku rela mati di tangan mu angela." Balas deprian.


Rasa cinta deprian yang besar membuat nya tidak bisa berpikir waras, Bahkan jika itu rasa sakit sekali pun. Deprian akan menerima nya asal kan itu dari angela.


"Aarrrkkhhh!!"


Lengkingan panjang angel membuat anye juga ikut menjerit, Kaki angel yang di gips di tendang oleh deprian sehingga ia pun berderak patah kembali.


"Jika di dunia aku tidak bisa bersama mu, Maka temani saja aku di akherat." Deprian merampas pistol angela.


"Kau tidak mencintai ku deprian, Ini hanya obsesi." Angel tidak bisa lagi bergerak.


Deprian tidak peduli dengan ucapan angela, Walau pun mati yang penting ia bisa bersama wanita yang ia cintai.


Dor.


Big yang menerobos masuk langsung menembak deprian di lengan nya, Pistol pun terlepas dari genggaman.


"Sejak tadi aku sangat ingin membunuh mu!" Geram big menarik angela.


"Hahahaha! Begitu banyak orang yang ingin mengambil nyawa ku." Deprian tertawa iblis.


"Katakan di mana sena deprian!" Bentak big kalap.


"Aku mencintai mu angela, Tidak peduli seberapa besar kau membenci ku. Tapi cinta ini tidak mau hilang, Ingat lah aku sangat mencintai mu." Desis deprian.


Sreett.


"Depriaaann!"


Pisau kecil yang tajam nya luar bisa menyayat leher deprian hingga memutus urat, Darah mengucur deras. Deprian mengorok saat terakhir nya.


"Selamat kan dia ayah!" Jerit angela berusaha menggapai deprian.


"Apa yang kau pikir kan angela, Untuk apa kita menyelamat kan bajingan ini." Geram anyelir.


"Sena masih di tangan nya! Hanya dia yang tahu sena ada di mana." Angela menjerit memikir anak nya.


Deprian memilih mati bunuh diri karena ia tahu bahwa angel tidak akan membunuh nya, Besar kemungkinan angel ingin tahu dulu sena ada di mana. Maka deprian memilih mati bersama sena yang entah di mana.


"Bangun depriaaann! Katakan di mana anak ku." Jerit angela menguncang kepala deprian.


"Bagai mana ini uncle? Kita masih belum tahu keberadaan sena." Anye juga kebingungan.


"Panggil semua bodyguard untuk menggeledah ruangan ini, Pasti deprian punya ruang rahasia." Titah big.


Anyelir bergegas memanggil sepuluh orang bodyguard, Mereka menggeledah paviliun deprian yang tidak seberapa besar ini.

__ADS_1


"Geser lemari itu." Suruh angela berusaha tegak.


Lemari baju milik deprian juga sudah di geser, Tidak ada pintu untuk menuju ruang rahasia. Bahkan lukisan besar yang ada di sana pun hanya ada dinding kosong di belakang nya.


"Sena, Di mana anak ku taruh deprian." Isak angela pedih.


"Sabar ya angel, Kita akan mencari nya." Hibur anye.


Tak lama anzel juga datang, Ia pulang dari mencari keberadaan sena. Namun ia melihat paviliun deprian yang ramai.


"Kenapa bajingan ini mati?!" Tanya anzel menendang kepala deprian.


"Jangan kau tendang dia? Ayo lah hidup lagi deprian." Angel menggoyang kepala deprian yang tergeletak lemas.


"Cih! Ternyata kau sekarang amat mencintai nya." Sinis anzel.


"Bangun deprian!! Kenapa kau harus mati sekarang." Angel menjerit sembari memukuli dada deprian.


"Angel, Lupa kan saja dia." Anye membantu angel berdiri lagi.


"Biar kan saja dia menangisi selingkuhan nya, Tidak usah kau cegah dia." Anzel berkata sinis pada anyelir.


Plaak.


Anyelir menampar anzel karena sangat marah pada sikap kakak nya, Bisa bisa nya anzel masih salah paham dan menuduh istri nya.


"Hanya deprian yang tahu di mana sena anzel! Maka dari itu istri mu menangisi kematian bajingan ini." Anye menggeram kepada kakak nya.


"Apa maksud mu?!"


"Maka nya jadi orang itu jangan cemburu saja yang di nomor satukan, Dia sengaja mendekati deprian agar sena tidak mati juga." Jelas anye.


"Jadi deprian yang membunuh leta dan menculik sena?" Anzel tidak percaya dengan pendengaran nya.


Angel tidak peduli lagi dengan yang lain nya, Ia merasa usaha nya sangat sia sia mendekati deprian beberapa hari ini.


Toh kini ia masih tidak tahu sena ada di mana, Apa kah anak nya hidup atau sudah mati.


"Senaaa!!"


"Tenang angela, Kita akan mencari nya nak." Big merangkul putri nya.


"Kita tidak tahu sena ada di mana ayah! Apa kah anak ku baik baik saja tau terluka." Angel menangis pedih.


"Sena pasti baik baik saja, Deprian sudah mati sehingga tidak bisa menyakiti nya." Hibur big.


"Tapi bagai mana jika sebelum nya dia sudah membunuh sena?" Tanya angel cemas.


Big terdiam tidak bisa menjawab, Ruangan semua nya sudah di geledah. Namun tidak ada tempat yang bisa untuk menyembunyikan manusia atau barang.

__ADS_1


__ADS_2