Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Bhonchap2


__ADS_3

Sudah satu minggu ini angel dan anzel tinggal di rumah milik angela, Mereka belum ada sama sekali pulang kemansion.


Jika sebelum nya angel yang selalu mengurus dan memanjakan suami nya, Kini berubah drastis. Anzel mengurus semua keperluan angela, Bahkan makan pun anzel yang menyuap nya.


"Makan lagi dong sayang, Kamu kurus banget sekarang." Anzel ingin menyuap kan lagi makanan.


"Sebanyak apa pun makan ku, Kalau yang di serang hati. Tidak akan menjadi daging juga nzel." Sahut angela.


"Jangan menangis terus ya, Maaf kan aku yang tidak bisa membahagia kan dan menjaga kalian." Sesal anzel.


Dalam sehari angel bisa sampai sepuluh kali menangis, Dalam tidur nya pun angela menangis.


"Mungkin jika anak ku meninggal karena penyakit, Tentu tidak akann sesakit ini." Keluh angela.


"Relaka anak anak kita ya sayang, Agar leta dan sena tenang di surga." Bujuk anzel.


"Kamu bisa merela kan nya?" Angel menatap mata suami nya.


Gelagapan anzel untuk menjawab pertanyaan angel yang tiba tiba, Bohong jika anzel mengatakan iya. Karena sejujur nya anzel pun sering menangis dalam diam, Ia tidak ingin menunjukan pada istri nya agar tidak semakin terpuruk.


"Tidak sepenuh nya, Namun aku akan berusaha ihklas." Jawab anzel.


"Kedepan nya aku tidak ingin punya anak lagi, Sehingga jika ada orang yang ingin menghancur kan kita. Tidak perlu lewat anak." Tekad angel.


"Apa pun keputusan aku akan menerima nya! Asal kan kau tidak meninggal kan aku." Ujar anzel.

__ADS_1


"Aku minta maaf saat mencaci mu dulu ketika bersama deprian, Sejujur nya hati ku sangat sakit ketika mengatakan itu pada mu." Ucap angel mengusap wajah suami nya.


"Memang aku sangat marah saat itu karena ucapan mu, Tapi sekarang aku tidak lagi. Karena aku tahu itu bukan keluar dari hati mu." Jawab anzel mendekat kan bibir nya.


Bibir mereka bertemu dan saling melahap, Lidah puj saling membelit memulai pertarungan. Di tambah tangan anzel yang mulai menelusuri gunung nya yang lama tidak terjamah.


******


Big menatap lautan yang luas berwarna kebiruan, Di tangan nya ada rekaman tentang pembunuhan leta dan sena.


Akan lebih baik jika di buang sekarang saja, Jika angel atau pun anzel melihat nya. Mereka akan semakin hilang akal.


Plung.


"Semoga setelah ini hidup kalian bahagia." Doa big untuk anak menantu nya.


Meski angel bukan anak kandung nya, Namun big sangat perhatian sejak kecil. Bahkan saat angela kecil demam, Big rela begadang untuk merawat nya.


"Sendiria?" Tegur seseorang di sebelah big.


"Hmmm?"


Big menoleh kaget melihat jessica ada di sebelah nya, Umur jessica lebih tua empat tahun dari big. Sehingga pria ini bicara nya lebih sopan.


"Semoga mereka tidak mengalami kesulitan lagi kedepan nya." Jessica berkata sambil membenar kan topi nya yang tertiup angin.

__ADS_1


"Aku juga berharap demikian." Sahut big pelan.


"Kau juga jangan lupa bahagia, Setidak nya cari lah istri." Sindir jessica.


"Tidak usah menyuruh orang, Bahkan kau tidak pernah sama sekali menikah." Balas big.


Jessica tertawa karena mereka memang satu nasib, Beda nya big pernah menikah dan punya anak. Sementara diri nya tidak sama sekali.


Rumah angel.


Angel yang terlelap usai petempuran panas dengan suami nya, Sementara anzel masih menatap wajah polos istri nya.


"Jangan menatap ku terlalu lama, Nanti bisa jatuh cinta." Ujar angel masih menutup mata.


"Aku akan terus jatuh cinta pada mu hingga tua nanti." Jawab anzel.


"Sungguh? Bagai mana jika anda ingkar janji tuan anzel?!" Tanya angel membuka mata.


"Maka sadar kan lah aku, Namun aku tidak akan ingkar janji. Aku takut jika istri ku yang cantik dan hebat ini di ambil orang." Bisik anzel.


Angel tertawa dan membenam kan wajah nya kedada bidang suami nya, Semua akan berlalu dengan sendiri nya cobaan berat yang ia rasakan.


Di tambah angel merasa sangat beruntung memiliki suami yang bisa mengerti diri nya, Anzel berubah menjadi dewasa walau pun sifat manja nya masih ada.


End.

__ADS_1


__ADS_2