
Anzel membanting tas kerja nya sembarang tempat karena sangat marah akibat cemburu pada deprian, Untung saja kedua buah hati nya tidak tahu.
Memang anzel tidak pernah menampakan kemarahan nya pada arleta dan asena, Kini angel lah yang kelabakan untuk mereda kan amarah sang suami tercinta.
"Aku cuma ngobrol doang kok sama deprian sayang." Jelas angel.
"Kayak enggak ada orang lain aja yang bisa di ajak ngobrol! Emang mesti dia apa ngel?!" Kesal anzel.
"Dia kan juga teman kamu, Dari dulu kita berteman." Ujar angel.
"Bisa kamu jamin kalau deprian tidak akan suka sama kamu?" Tantang anzel.
"Ya enggak mungkin lah nzel! Dari dulu dia udah suka sama satu gadis yang sangat di cintai nya." Ucap angel mulai ikut emosi karena merasa anzel cemburu tidak jelas.
"Gadis itu kamu!" Sentak anzel.
Angel sangat geram karena sang suami selalu mengait kan gadis yang deprian cintai dengan diri nya, Padahal angel sangat yakin jika deprian memang mencintai wanita lain.
"Udah akh, Capek aku ngomong sama kamu." Putus angel mengambil dasi dan juga tas yang tadi anzel lempar kan.
"Capek emang kalau ngomong sama aku! Coba ngomong sama deprian, Seneng banget kamu." Sinis anzel.
"Udah dong nzel, Kita bisa berantem kalau di terusin." Angel berusaha sabar.
"Kamu emang seneng banget kok ngel menggantung masalah, Apa lagi kalau soal deprian!"
Anzel membanting pintu kamar dengan kasar, Angel sampai terjingkat karena sangking keras nya.
"Cemburu terus sih kamu nzel, Aku loh cuma cinta sama kamu." Keluh angel sendirian.
Sampai malam tiba anzel tidak juga masuk kedalam kamar, Sekitar pukul sebelas malam angel keluar untuk mencari keberadaan sang suami.
"Kemana sih dia? Mobil nya ada." Gumam angel berkeliling.
"Cari apa ngel?" Tanya anyelir yang malam ini menginap di mansion.
"Ada ketemu sama anzel tidak nye?"
"Tidak! Dia kan tidak keluar semenjak pulang kantor tadi." Ujar anyelir.
"Masa?! Dia keluar kok tadi." Ucap angel menghempas kan pantat nya.
Anye melihat angel yang tampak muram, Dalam hati ia bisa menebak jika angel sedang tidak akur dengan sang suami.
"Lagi berantem?" Tanya anyelir pelan.
"Dia marah karena tadi aku sempat ngobrol sama deprian." Jawab angel lesu.
__ADS_1
"Lagian kamu sih, Udah tahu kalau deprian itu manusia yang paling anzel cemburuin. Masih saja dekat dengan dia." Rutuk anyelir.
Helaian nafas angel terdengar berat, Memang jika sudah bertengkar seperti ini. Maka angel merasa sangat tidak bersemangat.
"Enggak enak juga nye sama deprian, Masa dia ngomong terus aku tinggalin." Keluh angel serba salah.
"Ya tinggal pilih saja kamu nya, Marahan sama suami atau sama orang lain." Ujar anyelir.
"Ya enggak dua duanya lah."
"Deprian kalau emang merasa teman ya pasti dia paham lah." Ucap anye.
"Duuh pusing banget aku, Udah aku mau cari anzel dulu." Pamit angel.
Anye hanya mengangguk saja, Ia paham dengan posisi angel yang selalu di cemburukan oleh suami. Karena juno pun sama hal nya dengan anzel.
Ceklek.
Pintu kamar arleta dan asena angel buka pelan, Takut jika dua bocil nya sampai bangun di tengah malam begini.
"Ternyata kamu di sini." Gumam angel mendekati ranjang.
Terlihat anzel sedang tidur di tengah merangkul dua anak nya, Tampak mereka sudah pulas.
"Selamat malam sayang." Angel menciumi tiga orang yang sangat di cintai nya itu.
"Cih! Kau bahkan tertawa lepas ketika bersama deprian." Kesal anzel membuka mata.
Sejak tadi memang anzel tidak tidur, Ia hanya memejam kan mata ketika mendengar pintu terbuka. Mana mungkin anzel bisa tidur, Sedang kan saat ini hati nya sangat lah marah.
Pagi hari.
Arleta dan asena sudah rapi dan duduk di meja makan, Angel yang bangun pagi pun segera kesana untuk bertemu suami nya.
"Papa mana sayang?" Tanya angel pada dua anak nya.
"Papa udah gi adi." Jawab sena.
"Mama kok idak au?" Tanya arleta.
"Iya ngel, Kenapa anzel pergi nya pagi sekali?" Bianca juga ikut bertanya.
"Anzel lagi ngambek mom." Anye yang menjawab karena angel hanya diam melongo saja.
Bianca menghelai nafas mendengar sang putra yang ternyata ngambek, Pantas saja ia melewat kan sarapan pagi nya.
"Mau kemana kamu ngel?!" Teriak anye ketika angel berlari.
__ADS_1
"Mandi."
Sudah pasti angel akan menyusul suami nya untuk membujuk, Tidak akan tenang hidup nya jika anzel masih terus merajuk.
...****************...
Anzel sangat tidak fokus selama jalan nya metting, Pikiran nya masih terus mengingat kan tawa angel bersama deprian kemarin.
"Shiit!"
Tanpa sadar anzel mengumpat sehingga membuat rekan nya bingung, Untung saja dahlia sang sekertaris langsung mengalih kan perhatian.
Dahlia adalah adik kembar nya julia, Sesuai dengan ucapan angel tempo hari. Anzel meminta semua data diri dahlia dari kenzo.
Namun anzel malah tertarik memperkerjakan dahlia di perusahaan nya sebagai sekertaris, Lagi pula kenzo juga setuju melepas kan dahlia.
Ceklek.
"Sayang kamu boleh marah sama aku, Tapi jangan lupa sarapan dong." Angel menerobos masuk.
Suasana canggung pun langsung terasa karena mereka sedang metting, Rekan anzel melongo melihat angel yang datang tergesa gesa.
"Maaf semua, Saya tidak tahu jika sedang ada metting." Ujar angel tersenyum menutupi rasa malu nya.
"Tidak masalah nona."
Untung saja mereka semua sudah mengenal angel, Sehingga rasa malu nya masih bisa di tutupi. Angel pun masuk menuju kamar yang ada di ruangan suami nya.
"Baik lah, Kita akhiri metting nya sampai di sini." Putus anzel.
"Baik tuan anzel."
Semua nya pun bubar meninggal kan ruang kerja anzel, Hanya tinggal dahlia yang sedang sibuk menyusun berkas.
"Tinggal kan saja di situ, Biar nanti istri ku yang menyusun nya." Suruh anzel.
"Biar saya saja tuan." Kekeh dahlia.
"Tidak kah kau dengar ucapan ku!" Sentak anzel sangat menyeram kan jika sedang marah.
Dahlia pun bergegas keluar sedikit berlari, Bari kali ini anzel membentak nya sangat kasar. Berdegup tak karuan jantung dahlia karena kaget.
Anzel melonggar kan dasi nya dengan kasar, Semua pekerjaan terasa sangat berat untuk di kerjaan jika sedang seperti ini.
"Sarapan dulu yuk, Makanan jangan ikut kena marah juga." Ucap angel keluar dari kamar.
"Makan lah, Aku tidak ingin." Tolak anzel duduk di kursi kerja nya.
__ADS_1
Namun angel tidak putus asa menyuruh suami nya makan, Tadi ia sempat kan mampir beli bubur ayam kesukaan suami nya.