
Crak, Crak.
Suara sekop beradu dengan tanah kuburan, Angel menggali lagi makam deprian tanpa sepengetahuan yang lain. Dendam nya tidak hilang walau pun orang tersebut telah meninggal.
"Anglea!!"
Anzel yang mengikuti istri nya diam diam menjadi sangat kaget, Bahkan kuburan deprian sudah hampir separuh di bongkar.
"Apa yang kamu lakukan angela?!" Anzel menahan tangan istri nya.
"Lepas kan aku! Bajingan ini harus mati sekali lagi." Angel memberontak.
"Jangan ngel, Deprian sudah mati sekarang." Cegah anzel menahan pedih hati nya.
"Dia harus mati di tangan ku, Kenapa kau mati bunuh diri deprian." Teriakan angela membuat siapa saja yang mendengar nya jadi merinding.
Dengan erat anzel memeluk istri nya agar tidaj melanjut kan pekerjaan gila nya, Anzel memang jauh lebih lemah dari istri pun kewalahan.
Buaak.
"Aarrkkh."
Sangking hilang kendali nya, Angel sampai membanting suami nya ketanah, Anzel merasakan pinggang nya seolah ingin patah.
Termenung angel begitu kesadaran merasuki otak nya, Entah bagai mana lagi untuk menjabar kan perasaan hati nya.
Saat pemakaman asena pun ia tidak tahu karena big memukul nya hingga pingsan, Ia tahu nya semua telah selesai dan beres.
"Kenapa deprian?! Kenapa bukan aku yang membunuh mu." Sesal angela.
Sia sia angel berpura pura menyukai dan membenci suami nya, Namun ternyata sena memang sudah di bunuh oleh deprian.
Mungkin saja deprian membunuh langsung ketika berhasil menculik sena, Toh aleta meninggal hanya beberapa jam setelah hilang nya dia.
"Anak ku! Bahkan satu pun tidak ada yang bisa ku selamat kan." Angel terpuruk.
"Maaf kan aku! Maaf aku tidak bisa melindungi kalian." Sesal anzel memeluk istri nya.
"Aku ingin ikut mereka sejujur nya, Namun mereka di takdir kan untuk pergi sementara aku di takdir kan untuk di tinggal kan." Rintih angela.
"Aku berjanji akan lebih baik kedepan nya angela, Aku tidak akan hanya menjadi sampah saja! Dengar kan janji ku ya sayang." Ucap anzel serius.
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari angela, Jiwa nya entah mengambang kemana. Dua sekaligus anak nya telah meninggal, Itu pun dengan cara yang sangat sadis.
"Bagai mana aku akan menjalani hariku lagi anzel?!" Desis angel lemas.
"Lalu kamu mau bagai mana sayang? Aku tidak ingin kau tinggal kan, Ingat lah aku angela." Anzel berkata pelan.
"Ku rasa aku tidak akan bisa lagi tinggal di mansion, Semua yang ku lihat akan mengingat kan pada leta dan sena." Ujar angel mengelap air mata nya.
"Tidak masalah di mana pun kamu ingin tinggal, Aku akan tetap bersama mu." Sahut anzel begitu takut jika istri nya akan meninggal kan dia.
Angel bangkit berdiri walau pun belum lurus karena kaki nya yang patah, Sigap anzel menggendong nya menuju mobil.
"Aku ingin pulang kerumah." Ujar angela pelan.
"Baik, Kita pulang saja kesana ya." Angguk anzel melajukan mobil milik nya.
Sementara mobil yang angel bawa tadi bodyguard yang membawa nya pulang, Kini tujuan mereka adalah rumah angel yang di beli nya sendiri.
"Apa semua alat penyadap dan camera yang deprian pasang sudah di buang?" Tanya angela ketika dalam perjalanan.
"Ayah yang mengambil, Namun aku tidak tahu mau di buang atau di simpan." Sahut anzel.
Hening suasana mobil mereka, Hanya ada tetesan air mata di pipi mulus angela. Pada hari itu mereka berempat tertawa bersama dalam satu mobil, Namun ternyata itu adalah hari terakhir mereka bisa bersama.
Tidak berani anzel bersuara di balik kemudia ketika angel yang duduk belakang menendangi jok sembari berteriak melepas kan kesedihan nya, Gundah gulana yang anzel rasa kan saat ini.
Sebenar nya ia juga sangat sedih dan ingin selalu menangis ketika ingat anak nya, Namun ia harus berpura pura kuat agar angel juga kuat.
Selama ini angel yang selalu menghibur dan memanja kan diri nya, Kini anzel merasa ia harus ganti posisi. Tidak selama ia akan terus di hibur, Sesekali ia pun ingin jadi penghibur.
...****************...
Big berdiri dengan tangan terkepal erat, Wajah nya menegang dan bahkan air mata nya menetes begitu saja tanpa bisa di cegah.
Bianca yang di samping nya tidak kuat melihat isi rekaman itu, Ada juga jessica kakak nya bianca.
"Tega sekali kau deprian!" Geram big merasa kan marah dan sedih.
"Jangan sampai angel atau anzel melihat rekaman ini." Ujar jessica.
"Kau simpan saja big, Aku tidak bisa membayang kan jika mereka sampai melihat rekaman anak nya di bantai seperti ini." Bianca berkata pelan.
__ADS_1
Jessica memeluk adik nya yang tampak sangat sedih karena kehilangan cucu, Walau jessica tidak tahu rasa nya menyayangi anak dan cucu. Karena sampai saat status nya masih gadis.
"Kemana angel dan anzel?" Tanya big mengusap wajah nya kasar.
"Anzel bilang kalau angel tidak ingin kembali lagi kemansion, Mungkin saja angel trauma jika kembali kesini." Anye menyahut.
Big cepat mengambil rekaman tersebut, Cukup hanya mereka bertiga saja yang tahu. Anye yang mengira hanya rekaman biasa pun tidak ingin melihat nya juga.
"Jadi mereka tidak tinggal di sini lagi?" Tanya bianca pelan.
"Angel mungkin akan selalu teringat anak nya bi, Ku rasa ia tidak kuat." Ujar jessica.
"Sebaik nya kamar leta dan sena di bongkar saja." Anye memberi ide.
"Tidak boleh! Biar kan saja seperti itu, Aku jadi bisa kesana jika rindu mereka berdua." Ucap bianca serak.
Anye menghela nafas panjang, Mommy nya pasti akan kesepian jika tidak ada angel dan anzel di sini lagi.
"Aku akan bicara pada juno agar kita tinggal di sini lagi." Ucap anye tersenyum lebar.
"Lebih baik begitu, Jadi mommy mu ada teman nya." Ujar jessica.
"Aunty juga bagus tinggal di sini, Mansion kita kan sangat besar." Usul anyelir.
"Mana bisa begitu, Aunty kan juga punya rumah." Tolak jessica.
"Di kontrak kan saja, Bisa jadi uang." Kekeh anye.
Jessica ingin buka mulut untuk menolak lagi, Namun bianca menatap nya dengan penuh harap. Tidak tega juga jika membiar kan adik nya kesepian.
"Sekarang saja kau tidak ada jasson butuh padaku." Rutuk jessica.
"Ya bisa bahaya jika ada jasson kau tinggal di sini." Celetuk big.
"Naah kan kalian masih pada jomblo nih, Bagus jika berpacaran saja." Anye berkata iseng.
Namun ucapan anye langsung di sambut lirikan tajam dari kedua nya, Anye menelan ludah sambil nyengir karena salah bercanda.
"Aku pulang dulu." Pamit big meraih kunci mobil nya.
"Hati hati big." Seru bianca.
__ADS_1
Angel dan anzel sudah pindah kerumah nya, Kini tinggal bianca dan akan di temani oleh anye dan jessica. Bagai mana pun juga bianca tidak bisa mencegah keinginan anak anak nya.