Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps39


__ADS_3

"Kenapa kau ini?" Julia bertanya heran pada adik nya yang baru pulang.


"Kakak tahu kan angela." Dahlia menatap sang kakak.


Julia mengerut heran karena tiba tiba saja dahlia menanyakan musuh bebuyutan nya, Padahal sudah lama julia tidak berurusan dengan angel.


Selain karena larangan pria bertato itu, Angel pun kini sudah tidak meengambil lagi pekerjaan itu. Sehingga julia tidak merasa ada saingan.


"Saran ku lebih baik kau tidak membuat masalah pada nya." Peringat julia.


"Tidak bisa kah kau membantu ku?! Lihat perbuatan nya ini padaku." Dahlia menunjukan luka memar di pinggang nya.


"Hanya luka biasa! Namun bagai mana kau bisa mendapat kan luka itu?" Tanya julia penasaran.


"Dia cemburu padaku, Aku yakin kalau anzel mulai suka padaku." Ujar dahlia.


Julia hanya menatap sekilas pada adik nya yang berkata dengan penuh percaya diri itu, Karena julia sudah tahu bahwa anzel orang yang seperti apa. Julia tahu dari pria tato naga.


"Lebih baik kau kembali bekerja pada tuan kenzo, Tidak akan bagus jika kau bersikeras mengejar anzel." Nasihat julia.


Dahlia memiliki pendidikan yang bagus, Karena dulu julia mengalah pada adik nya dan malah terjun kedunia hitam menjadi pembunuh bayaran. Dari uang itu juga lah dia membantu kuliah dahlia.


"Kau tidak suka jika aku dapat pria kaya, Lagi pula kau mati matian juga mencintai pria itu." Sindir dahlia.


"Aku menasehati mu karena aku sayang padamu, Jika kau tidak mendengar nya maka jangan sesali di kemudian hari." Ucap julia menghisap rokok nya.


Namun dahlia adalah tipe manusia yang tidak akan menyerah jika belum tahu rasa sakit yang kan di terima nya, Karena dahlia yakin bahwa anzel akan jatuh cinta pada nya.


Esok hari.


Dahlia datang kekantor dengan pakaian yang lumayan sexy, Tujuan nya adalah membuat anzel semakin terpesona melihat nya.


"Selamat pagi tuan, Mau minum kopi?" Tawar dahlia masuk ruangan bos nya.


"Eeh maaf nona."


Ternyata yang duduk di kursi kebesaran adalah angela, Tatapan tajam nan sinis yang dahlia dapat kan.


"Buat kan aku kopi, Jangan terlalu manis." Perintah angela.


"Baik nona."


"Dan satu lagi, Apa kau tidak sanggup beli pakaian yang layak pakai?!" Tanya angel menukik tajam.


"Saya akan membuat kopi nona."


Dahlia keluar dari ruangan anzel dengan rasa marah dan malu, Padahal ia sudah berdandan sedemikian rupa. Namun yang datang malah bukan bos incaran nya.

__ADS_1


"Cih! Niat juga kau mengejar suami ku." Geram angela.


"Haissh! Semua ini gara gara anzel yang memancing nya." Kesal angel melepar kan pulpen.


Tak lama dahlia datang membawa kan kopi sesuai dengan yang angel minta, Perlahan dahlia meletak kan di meja.


"Cari pulpen ku." Suruh angela.


"Di mana nona?" Tanya dahlia.


"Jika aku tahu di mana, Maka aku pasti sudah bisa menemukan nya!" Sentak angel garang.


Melihat dahlia itu membuat angel hanya di selimuti oleh hawa amarah saja, Apa lagi terlihat jelas jika gadis ini menyukai anzel.


"Tidak ada nona, Bagai mana jika di ganti dengan yang lain saja." Tawar dahlia.


"No!"


"Namun setengah jam lagi kita akan ada metting." Ucap dahlia.


"Maka temukan sebelum setengah jam itu." Sahut angela.


Dahlia sangat kesal karena merasa di permain kan oleh angel, Tak lama ia melihat pulpen menggelinding di bawah meja angela.


Merangkak dahlia untuk mengambil pulpen tersebut, Sedikit susah karena rok nya yang pendek.


"Ini nona."


"Jika tidak ada yang di perlukan lagi, Saya permisi nona." Pamit dahlia.


Angel tidak menjawab dia hanya mengibas kan tangan nya saja, Membayang kan anzel yang setiap hari bersama dahlia. Membuat angel kembang kempis tak karuan.


"Mau di pecat dia pintar juga." Kesal angela.


Semalam ia sudah berdiskusi dengan mertua nya tentang dahlia, Namun setelah di teliti. Ternyata dahlia sangat pintar dan gesit dalam pekerjaan nya.


...****************...


Hari ini anzel hanya bermain dengan dua anak nya karena angel yang mengantikan masuk kantor, Arleta dan asena senang bukan main karena di temani oleh sang papa.


"Papa ayo belenang." Teriak sena dari dalam kolam.


"Aduuh dingin cekali." Keluh arleta yang memakai pelampung.


"Masih pagi udah ngajak berenang, Ya dingin lah sayang." Ujar anzel ikut nyemplung.


"Habis belenang kita alan alan ya pa." Ajak sena.

__ADS_1


"Kemana sayang?" Tanya anzel.


"Kemana aja, Kita ain beltiga." Sahut arleta.


"Bagai mana jika besok, Kita kerumah grandma dan juga grandpa." Ujar anzel.


"Tapi ini umah glandma." Sahut arleta.


"Grandma yang satu lagi, Besok kita ajak mama juga." Jawab anzel.


Mereka memang belum pernah di ajak mengunjungi makan orang tua kandung angela, Maka dari itu anzel ingin anak anak nya juga mengenal mereka.


"Jauh umah nya pa?" Tanya asena.


"Lumayan, Sekalian kita jalan jalan." Jawab anzel.


Kedua bocil pun mengangguk senang mendengar kata jalan jalan, Mereka tidak pernah di ajak anzel jalan sebagai mana papa dan anak lain nya.


Tentu saja karena anzel yang belum punya nyali seutuh nya, Ia hanya pergi kekantor dan langsung pulang lagi kemansion.


"Kalian main ya, Papa mau bobok sebentar." Ujar anzel ketika sudah selesai berenang.


"Oke."


Merasa sang anak tidak akan pergi kemana mana, Lagi pula ada sus ina dan banyak orang lain nya yang sedang santai. Anzel pun memejam kan mata.


"Kita ain apa kak?" Tanya sena mulai merasa bosan.


"Kita ain ini saja." Leta menunjuk alat make up nya yang khusus anak anak.


"Tapi aku tidak au." Sena takut jika jadi model yang harus di dandani oleh kakak nya.


Mata leta menatap papa nya yang terlelap, Ternyata sena pun juga punya pemikiran yang sama. Senyum devil keluar dari bocah kembar ini.


"Bibil nya dulu." Tunjuk sena pada bibir merona sang papa.


"Kamu saja yang bibil, Aku mau mata nya." Jawab leta.


Setelah hampir satu jam anzel terlelap, Ia pun bangun dan menatap kamar yang berserakan oleh mainan.


"Kemana dua bocah itu?" Gumam anzel bergegas keluar kamar.


Tidak ada terlihat di lantai tiga ini, Anzel pun turun kelantai satu untuk mencari anak nya yang entah kemana.


"Ada lihat anak ku tidak?" Tanya anzel pada dua maid yang lewat.


"Di taman belakang tuan." Jawab maid menahan tawa.

__ADS_1


"Apa sih, Senyum enggak jelas kayak gitu." Rutuk anzel sambil berjalan pergi.


Tiba lah anzel di taman belakang dan melihat dua bocil sedang main dengan bianca, Tawa mereka yang lepas dan bahagia.


__ADS_2