
Bukan main angel malu nya karena ketahuan oleh anyelir, Di hari pertama kerja saja sudah tertangkap basah sedang ahik ahik. Parah nya lagi tadi anzel tidak mau menghentikan permainan meski sudah ketahuan oleh anyelir.
"Sorry ya nye, Lain kali enggak gitu lagi kok." Ujar angel.
"Waah aku tidak bisa berkata kata." Seru anye mondar mandir.
"Apa maksud kamu enggak gitu lagi?! Kamu udah bosan sama aku." Tuduh anzel ngegas.
"Bukan gitu nzel, Kamu diem dulu deh." Sahut angel yang merasa tidak enak.
"Diem gimana ngel? Kamu benaran tidak mau lagi bercinta sama aku?!" Anzel langsung berdiri.
"Salah paham kamu nzel, Udah diem dulu dong! Aku masih mau ngomong sama anye." Jawab angel.
"Enggak bisa aku diem! Masa istri aku sendiri udah enggak mau lagi sama suami nya." Protes anzel sengit.
"Serah lo deh nzel!" Pasrah angel mulai kesal.
Mata anzel mendelik ketika sang istri menyebut lo pada diri nya, Pertama kali semenjak mereka menikah angel menyebut lo.
Anyelir mulai merasa angin gelap menyelimuti ruangan ini, Ia segera beranjak dari pada kena omelan juga. Masih bisa nanti ia ngomel pada angela.
"Aku pergi." Pamit anye berlari keluar.
Tidak ada sahutan dari angel mau pun anzel, Yang satu sudah di selimuti oleh api amarah yang berkobar kobar.
"Baru juga hari pertama kamu kerja ngel, Sudah manggil gitu sama aku." Desah anzel kecewa mendalam.
"Bukan gitu maksud nya, Aku kelepasan tadi." Sesal angel.
"Bilang saja kamu udah bosan sama tubuh aku, Maka nya jadi gitu." Sentak anzel.
Angel mengerenyit heran dengan ucapan suami nya, Biasa nya sang wanita yang berucap demikian.
"Ngomong apa sih nzel? Aku tadi bukan nya enggak mau lagi gituan sama kamu. Maksud aku enggak akan lagi gituan di saat jam kerja." Jelas angel.
"Halah! Alasan saja kau itu." Cibir anzel dengan bibir mancung.
"Kamu sensitif banget sih kalau aku ngomong, Coba di dengerin dulu sampai akhir! Jangan langsung salah paham saja." Kesal angel.
"Lah kok kamu jadi kesal sih sama aku."
"Siapa yang enggak kesal coba, Seharus nya aku kerja sekarang! Ini tadi malah kamu ajak ahik ahik, Terus sekarang debat." Rutuk angel.
Anzel terdiam mendengar ucapan istri nya, Ada rasa bersalah di hati pria ini karena ia yang sudah egois.
"Ya maaf kalau aku nyusahin kamu saja! Enggak kayak deprian." Sesal anzel.
__ADS_1
Semula angel yang senang karena suami nya mau mengaku salah, Kini malah emosi lagi karena anzel malah membawa nama deprian.
Memang anzel sangat iri apa pun tentang deprian, Rasa cemburu karena deprian yang berwajah tampan dan juga tubuh yang sangat bagus.
Park Deprian.
Tidak ingin memperpanjang debat dengan manusia satu ini, Angel duduk di kursi dan mulai memeriksa berkas yang harus di serah kan pada bianca.
"Padahal aku udah berusaha untuk membuat kamu bangga sama ketampanan ku, Tapi ternyata kamu lebih milih deprian." Sesal anzel menunduk.
Angel berusaha mengabai kan ucapan suami nya, Walau pun sejujur nya ia takut jika anzel beneran ngambek dan minta pulang.
"Angela!!"
"Hmmm."
"Aku lagi ngomong ya." Seru anzel.
"Aku lagi kerja ini, Mommy nanti bisa marah." Sahut angel.
"Omongan kita belum kelar! Kamu jujur deh kalau emang suka sama deprian." Tuduh anzel.
"Kalau aku suka dia ngapain aku nikah sama kamu." Jawab angel tetap membaca berkas.
"Alasan saja kamu!"
"Ya karena dia suka sama kamu." Kekeh anzel.
"Kamu jangan gitu dong nzel, Kalau aku ini secantik yejin baru boleh lah kamu cemburu terus." Ujar angel.
"Tau dari mana kamu yejin?" Tanya anzel penasaran.
Tidak ada jawaban dari angel, Anzel yang di abai kan pun masuk kekamar dan membanting tubuh nya keranjang yang cukup besar itu.
...****************...
Anyelir yang baru dari ruangan angel pun terlihat sangat kesal, Beberapa sapaan karyawan ia abai kan.
"Kenapa sih sayang?" Tanya juno mendekati istri nya.
"Kesel aku yaaangg." Rajuk anyelir.
"Kenapa?
Juno mencubit lembut pipi tembem istri nya, Ruangan mereka pun juga besar sama seperti milik angel dan anzel.
__ADS_1
"Angel tuh baru hari pertama bantuin kita kerja, Eeh tau nya dia malah ahik ahik di ruangan nya sana." Kesal anyelir.
"Sama siapa?! Dia selingkuh." Kaget juno yang tidak tahu jika anzel ikut.
"Sembarangan kamu! Ya sama beruang hibernasi lah." Jawab anye.
"Masa?! Anzel mau datang kesini." Juno tidak percaya.
"Aku tuh seneng kalau dia udah kau adaptasi sama dunia luar, Tapi mereka malah melakukan nya! Sial nya lagi udah ketahuan pun anzel enggak mau berhenti." Ujar anyelir.
"Ya udah lah sayang, Mereka kan juga masih aroma pengantin baru! Kita juga bisa kok kalau kamu mau." Juno memeluk istri nya.
"Hissh, Kamu pun sama mesum nya dengan anzel." Cibir anye pura pura malu.
Juno tahu jika istri nya mudah terpancing, Ia pun mulai melakukan serangan terhadap titik lemah anyelir.
"Aakkhh sayang." D3sah anye mulai tidak terkontrol.
Sementara itu bianca yang sedang santai kini menunggu berkas yang akan angel antar kan pada nya, Tak lama muncul angel dengan senyum manis nya.
"Sudah selesai sayang?" Tanya bianca.
"Udah mom, Maaf ya agak telat." Ujar angela nyengir.
"Enggak masalah kok! Oh ya kemana tuh si anzel." Bianca menanya kan putra nya.
"Lagi tidur dia mom, Capek habis ngomel enggak jelas." Sahut angel.
"Ada apa ngel kok ngomel?" Tanya bianca penasaran.
"Biasa lah mom, Dia kan gampang salah paham orang nya." Ujar angel.
Bianca tersenyum mendengar jawaban menantu cantik nya, Memang beruntung anzel bisa menikah dengan gadis cantik ini pikir bianca.
"Maaf ya nak kalau anzel suka nyalahin kamu setiap masalah, Mommy seneng banget kamu yang bisa ngertiin anzel terus." Ujar bianca.
"Mommy ngomong apa sih? Angel enggak merasa di salahin kok sama anzel." Kilah angel.
"Makasih ya sayang kamu udah nerima semua kekurangan anak nya mommy." Bianca memeluk angel.
Angel pun balas memeluk mertua nya, Di mana ia akan mendapat mertua sebaik ini jika tidak di novel😁
"Oh iya mom, Aku mau keruangan nya anye untuk minta berkas lagi." Ujar angel.
"Kamu bisa istirahat dulu ngel, Jangan terlalu capek." Ujar bianca.
"Enggak lah mom, Kan aku cuma baca berkas doang." Jawab angel.
__ADS_1
Akhir nya angel pun menuju ruangan nya anye, Ia langsung masuk tanpa rasa sungkan karena mengira anye hanya sendirian.
"Yah! Kakak adek emang sama sama mesum." Teriak angel.