Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps45


__ADS_3

Vegas masih memikir kan cara untuk mencari sena, Ia sudah memerintah kan anak buah nya mendatangi markas markas mafia lain nya yang pernah berhubungan angela.


"Grandma pulang saja dulu, Aku akan berusaha menyelesai kan nya." Janji vegas.


Walau pun bianca masih terlihat muda, Namun vegas harus memanggil nya gradma. Karena silsilah keluarga mereka yang banyak menikahi pria sudah berumur.


"Aunty bianca." Sapa hana mama nya kaisar.


"Hana, Apa kabar mu." Sapa bianca balik.


Hana dan bianca seumuran, Tapi karena bianca menikahi jasson uncle nya kaisar ayah vegas. Maka ia mendapat posisi tua.


"Aku baik, Aku turut berduka atas masalah yang menimpa kalian." Ujar hana.


"Terima kasih hana, Aku pamit dulu." Ucap bianca.


"Kenapa buru buru sih, Kita ngobrol saja dulu." Tahan hana.


"Sekarang tidak bisa hana, Anzel kembali kediri nya yang dulu. Aku tidak tega meninggal nya terlalu lama." Jelas bianca sedih.


"Ada angela gradma, Biar saja yang mengurus nya." Ujar vegas.


Bianca menarik nafas panjang untuk mengatakan semua nya, Bingung dan sedih kini bianca rasakana. Apa lagi sudah tidak ada suami untuk bertukar pikiran.


"Cerita saja pada kami, Anggap aku teman mu bianca." Hana memeluk pundak bianca.


"Aku bingung sekali hana! Anzel menyalah kan pada angel tentang kematian leta, Dan angel juga seolah sekarang menjauhi suami nya." Bianca bercerita sembari menangis.


"Mereka mungkin sama sama masih down bi, Kamu harus sabar dong menghadapi nya." Ujar hana.


"Aku masih tau apa yang anzel pikir kan hana, Tapi aku tidak bisa menebak isi pikiran nya angel." Keluh bianca.


Sarah istri vegas juga ikut mendekat untuk mendengar kan, Ia turut kasih mendengar cobaan rumah tangga angel dan anzel.


"Aku takut jika mereka malah berpisah." Bianca menangis.


"Jangan berpikiran buruk dulu grandma, Kita doa kan saja supaya mereka kuat melewati ujian ini." Ujar vegas.


"Mereka sama sama keras kepala, Yang membuat ku heran. Angel tidak ada niat sama sekali untuk membujuk suami nya." Bianca keheranan.


Hana tidak tahu harus berkata apa lagi, Yang bisa ia lakukan hanya menenang kan bianca dengan memeluk nya.

__ADS_1


Kini bianca sudah pulang dari mansion vegas, Tidak sengaja ia malah bertemu dengan angel yang baru saja pulang.


"Dari mana angela?" Sapa bianca ramah seperti biasa nya.


"Menurut mommy aku dari mana jika anak ku hilang! Tidak mungkin kan aku hanya diam di rumah menangis seperti sampah." Ketus angela membuat bianca ternganga.


"Mommy kan hanya bertanya angela! Kenapa kau malah begitu?!" Anyelir yang datang berkunjung ikut menyahut.


"Maka aku hanya menjawab!" Sinis angela.


"Eemm tidak masalah anye, Mungkin angel hanya lelah ya nak." Bianca berusaha tidak sakit hati.


"Apa mommy baru sadar jika aku lah yang paling lelah di keluarga ini, Lelah nya aku punya suami yang tidak berguna dan tidak bisa di andal kan seperti anzel." Geram angela.


Plaaak.


Anyelir hilang kendali karena mulut angel yang keterlaluan, Tidak terima rasa nya mendengar sang kakak di hina.


"Kau menangis?! Tamparan ku tidak sepedas ucapan mu Angel." Teriak anyelir ikut menangis juga.


"Tidak usah ikut campur urusan rumah tangga ku! Kau saja pernah gagal dalam rumah tangga." Angel langsung masuk usai berkata sinis.


"Ada apa dengan nya mom? Kenapa dia jadi sejahat itu." Gemetar anyelir.


"Jangan di ambil hati ucapan nya nak, Dia sedang tidak baik baik saja sehingga tidak bisa berpikir jernih." Ujar bianca pada putri nya.


Dari paviliun deprian menyaksikan semua itu dengan bahagia, Puas melihat angel yang kini membenci keluarga mertua nya.


"Ayo masuk nye, mommy takut jika mereka malah bertengkar itu." Bianca menarik anye masuk kedalam.


...****************...


Angel sungguh lelah pikiran dan tubuh nya, Bahkan mata angel pun sembab karena banyak menangis.


"Apa sih kerja mu nzel! Tidak ada gerakan nya sama sekali." Ketus angel ketika kedalam kamar.


"Lalu kau mau aku bagai mana?" Anzel bertanya lesu.


"Yah bisa bisa nya kau malah mabuk anzel!" Teriak angel melempar botol anggur.


"Kenapa kau malah marah padaku, Sedang anak kita mati dan hilang itu karena kau." Anzel bangkit dengan marah.

__ADS_1


"Jika saja kau bisa berguna seperti deprian, Maka itu tidak akan terjadi." Geram angel mendorong bahu suami nya.


"Deprian?! Kau membanding kan aku dengan dia." Anzel menatap istri nya tajam.


"Hais mana mungkin aku membanding kan dia dengan mu, Kau hanya sampah yang tidak bisa di banding kan dengan siapa pun." Angel menunjuk dada suami nya.


Anzel terpana tidak percaya dengan apa yang di dengar kan, Ucapan jahat dan pedas itu ternyata keluar dari mulut istri nya sendiri.


"Lalu kenapa kau mencintai ku angela?" Lirih anzel menangis.


"Karena aku bodoh! Aku bahkan tidak tahu kenapa bisa mencintai pria seperti mu." Jawab angel lantang.


"Memang nya seperti apa ku?" Tanya anzel dengan raut menyedih kan.


"Sungguh kau ingin tahu?! Kau itu pria beban bagi istri nya, Tidak bisa hebat seperti suami lain nya! Aku juga ingin punya suami yang mengajak jalan kemana pun tanpa rasa takut." Ujar angel.


Anzel hancur sudah mendengar semua nya, Sudah kehilangan anak. Kini istri nya sendiri pun menghina nya begitu kejam.


Sedang kan angel langsung masuk kamar mandi menghidup kan air agar tangis nya tidak terdengar, Di tampar tampar dengan keras mulut nya sendiri hingga pecah berdarah.


Bukan hanya perasaan anzel yang hancur karena ucapan nya, Hati angel pun sangat sedih karena mengucap kan hal demikian pada suami nya.


"Hahahahaha!!"


Tawa puas menggema dalam paviliun deprian, Puas rasa nya ia mendengar semua umpatan angel pada suami nya.


Deprian meletakan kan alat penyadap di kamar angel, Sehingga ia bisa mendengar kan semua perbincangan mereka.


"Waah calon istri ku akhir nya sadar juga." Desah deprian sangat puas.


Membayang kan wajah anzel yang pasti sangat terluka dengan hinaan istri nya, Deprian tidak bisa berhenti untuk tertawa puas.


Sementara anye dan bianca yang menguping dari kamar sena dan leta pun tak kuasa menahan tangis, Membayang kan perasaan anzel yang entah bagai mana saat ini.


"Hiks, Hiks kenapa kau kejam sekali angela." Bianca menangis terisak isak.


"Mommy." Anye memeluk bianca yang terduduk lesu.


"Kenapa dia mengatakan hal jahat pada suami nya? Kenapa kau berubah nak." Bianca tidak percaya dengan pendengaran nya sendiri.


Angel yang biasa nya sangat mencintai dan menyayangi suami nya, Kini telah berubah sangat jauh.

__ADS_1


__ADS_2