
"Tidak ada yang keluar nona, Hanya tuan deprian yang masuk." Ujar penjaga.
"Deprian?!"
Angela berlari mencari deprian karena mengira jika leta mungkin saja ikut dengan deprian, Tampak deprian sedang berjongkok di depan makam jasson.
"Ketemu tidak ngel?!" Tanya anzel yang sangat panik.
"Tidak ada nzel, Kata penjaga tidak ada yang keluar juga." Sahut angel.
"Ngapain bajingan itu di kuburan daddy!" Anzel masih saja geram melihat saingan nya.
Tidak menunggu lama, Anzel menghampiri deprian yang tampak sedang berdoa di kuburan jasson. Namun anzel tidak segan menarik nya hingga jatuh kebelakang.
"Apa apaan sih nzel?!" Sentak deprian merasa kesal.
"Ngapain kamu di sini?" Tanya anzel menatap tajam.
"Party! Udah tahu lagi menjenguk tuan jasson malah di tanya lagi." Sahut deprian menggerutu.
"Kamu ada lihat leta enggak dep?" Tanya angel menyela pertengkaran mereka.
"Enggak ada! Aku saja baru datang." Jawab deprian.
Tidak mendapat kan jawaban yang di ingin kan, Angel berlari mengelilingi pemakanan yang tidak seberapa besar ini.
"Maka nya jaga anak yang bener." Deprian memancing anzel.
"Kau kira aku tidak becus menjaga nya hah?!" Sentak anzel.
"Kalau kau becus tentu saja dia tidak akan hilang! Bagai mana jika leta sampai di siksa oleh penculik nya hingga mati." Bisik deprian meninggal kan anzel.
Bayangan anzel saat di culik dulu pun kembalu muncul, Ia sangat takut jika putri nya mengalami hal serupa.
"Tidak! Ini tidak boleh terjadi." Anzel mulai ketakutan lagi.
Sena menjauhi papa nya melihat anzel yang mulai kambuh dengan rasa takut nya yang berlebihan, Di tutup nya dua telinga dan anzel menjerit jerit.
"Tidaaak! Anak ku tidak mungkin di culik." Teriak anzel bergelung di atas rumput.
"Papa.."
"Jangan sakiti anak ku! Tidak mungkin ini terjadi, Kasihan anak ku nanti." Jerit anzel.
"Papa..."
Anzel sama sekali tidak mendengar kan panggilan sena yang juga menangis takut, Sena takut karena melihat anzel yang tidak terkendali.
Sementara angel langsung menghubi beberapa bodyguard untuk menyusuri seluruh area perkuburan, Walau pun cemas namun angel masih bisa mengendali kan perasaan nya.
"Mama."
__ADS_1
"Astaga anzel, Kenapa kamu begini?" Angel kaget melihat kondisi suami nya.
"Jangan bawa leta! Kembali kan anak ku." Teriak anzel meraung raung.
"Sayang sadar lah, Jangan begini." Bujuk angela.
"Leta di culik orang ngel! Bagai mana jika dia di siksa seperti aku?!" Tangis anzel.
"Jangan berpikiran buruk ya, Ayo kita pulang dulu." Ajak angel yang kesabaran nya seperti tanggo berlapis lapis.
"Tidak mau! Aku mau mencari leta." Anzel berusaha berdiri.
Namun tubuh nya sudah lemas sama seperti hati nya yang mudah goyah, Anzel pingsan seketika di atas kuburan lukas ayah nya angela.
"Anzeel!!"
Melihat suami nya yang pingsan, Angel pun menggendong nya dengan susah payah untuk masuk kedalam mobil.
"Ayo sena." Tak lupa sena juga.
Setelah memasukan anzel dan sena kedalam mobil, Angel menatap sekeliling nya yang di pagar tembok tinggi. Tidak mungkin memang jika leta bisa loncat keluar, Namun kata penjaga tidak ada yang keluar membawa anak nya.
"Telusuri dulu seluruh area ini." Suruh angel pada anak buah nya yang baru datang.
"Baik nona."
"Kabari aku secepat nya, Aku harus pulang dulu mengantar mereka." Ucap angel.
Angel hanya mengangguk dan masuk mobil, Di luar angel memang terlihat sangat lah tenang. Namun dalam hati nya sudah tidak karuan lagi.
"Apa yang terjadi di pemakaman ngel? Kenapa ini sampai anzel pingsan?!" Bianca langsung memberondong pertanyaan ketika tiba di mansion.
"Jaga anzel dan sena ya mom, Aku harus pergi lagi sekarang." Pinta angel.
"Jadi benar leta hilang nak?" Tanya bianca gemetar.
"Doa kan dia segera ketemu ya mom, Aku pergi dulu." Pamit angela.
Sebelum pergi tak lupa angel mengambil beberapa senjata nya untuk bersiap kemungkinan yang terburuk, Tak lupa ponsel anzel pun ia pegang. Karena angel takut jika penculik sampai menelfon suami nya.
"Yang bisa masuk area kuburan hanya orang tertentu dan leta tidak mungkin bisa keluar sendiri." Angel berusaha memikir kan kemungikinan.
"Deprian?!"
Hati angel tiba tiba mengajak nya curiga pada dokter keluarga itu, Namun akal sehat angel berusaha menepis nya.
"Tidak mungkin dia! Dia hanya datang untuk mengunjungi daddy." Pikir angel lagi.
Kini angel sudah tiba lagi di area pemakaman, Namun angel tidak masuk kedalam, Ia berkeliling untuk melihat sesuatu.
"Kau curiga padaku?!" Tanya deprian mengaget kan angel.
__ADS_1
"Dep."
"Kau pikir aku yang menculik leta dan menaruh nya dalam mobil? Waah aku sedikit terluka." Desis deprian.
"Bukan begitu maksud ku."
"Wajar saja kau curiga padaku karena hanya aku yang datang bersamaan dengan hilang nya leta, Namun kau sangat melukai hati ku." Deprian berkata serius.
"Dep sungguh maaf kan aku! Aku kacau sehingga asal berpikir." Ucap angel merasa bersalah.
Deprian tidak menyahut ucapan angela, Ia membuka seluruh pintu mobil nya dan tak lupa juga bagasi. Semua nya tampak kosong dan tidak ada tanda apa pun.
"Maaf deprian." Lirih angela.
"Tidak masalah, Aku paham kamu sedang kacau." Deprian menepuk lengan angel.
"Aku masuk dulu." Pamit angel meninggal kan deprian.
Namun deprian juga ikut masuk kedalam untuk membantu mencari keberadaan leta, Angel pun hanya diam ketika deprian mengikuti nya.
"Tidak ada nona." Ujar bodyguard.
"Ya tuhan kemana lah anak ku, Kenapa bisa begini." Keluh angel menetes kan air mata.
"Yang sabar dong jangan nangis, Ayo kita cari sama sama lagi." Deprian memeluk pundak angela.
"Penculik itu pasti memanjat pagar nona, Karena tidak mungkin bisa masuk jika bukan anggota keluarga." Ucap bodyguard.
"Jika memanjat pagar, Setidak nya ada tiga orang." Lirih angela.
"Kami akan menyusuri daerah dekat sini." Ujar bodyguard.
Angel hanya mengangguk pelan, Ia merasa tidak akan bertemu jika terus mencari. Angel yakin jika penculik akan menelfon nya.
"Uang atau nyawa ku, Itu lah yang di incar nya." Gumam angel.
"Bagai mana jika bukan nyawa mu?" Tanya deprian pula.
"Maka uang yang akan di minta nya!" Sahut angel berjalan pergi.
"Jika bukan kedua nya juga?!"
Angel berbalik menatap deprian tajam, Ia sangat marah karena deprian seolah malah membuat nya bertambah ketakutan.
"Maksud ku mungkin saja dia tidak ingin nyawa atau uang, Kan bisa saja dia minta yang lain." Ralat deprian.
"Apa maksud mu?!"
"Kita harus menyiap kan kemungkinan ngel, Kan bisa saja dia mencintai mu dan meminta kau meninggal kan anzel. Apa kau siap dengan permintaan itu?" Deprian berkata pelan.
"Kau gila! Tidak mungkin dia akan meminta hal itu, Lagi pula sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepas kan anzel." Sengit angela masuk mobil.
__ADS_1
Deprian tersenyum melihat angel yang memang bersikeras mencintai anzel, Bahkan terang terangan berkata tidak akan pernah melepas kan nya.