
Kembali kehari sabtu.
Marah melihat angel yang bekerja bangunan sehingga membuat tubuh sang suami dekil juga buluk, Angel hanya diam dalam perjalanan pulang.
"Jangan marah dong ngel! Kamu malu ya punya suami kerja kasar seperti ini?" Ujar anzel di dalam mobil.
Sunyi senyap tidak ada jawaban dari angela, Sebenar nya angel bukan malu jika sang suami kerja kasar. Ia hanya merasa kasihan pada anzel yang berpanas panasan.
Padahal angel sama sekali tidak pernah menyuruh nya kerja, Jika anzel mau maka sudah pasti angel menyuruh nya kerja di perusahaan saja.
"Aku juga ingin seperti suami lain nya, Yang menghasil kan uang untuk memberi nafkah pada istri." Jelas anzel.
"Jawab dong ngel, Jangan diem terus kayak gini." Anzel mengguncang lengan istri nya.
Namun angel sama sekali tidak peduli, Saat mobil tiba di mansion pun angel langsung masuk tanpa menoleh lagi pada anzel.
"Gimana sayang? Ketemu sama anzel." Tanya bianca yang cemas.
Baik anye dan juga bianca yang baru bertanya jadi melongo, Karena angel jangan kan untuk menjawab. Menoleh saja tidak ia lakukan.
"Itu anzel mom! Tapi kenapa dia begitu?" Heran anye.
"Kayak nya ada sesuatu yang terjadi, Ooh kenapa kakak mu bentuk nya seperti itu." Kaget bianca.
"Astaga!"
Segera mereka menghampiri anzel yang berjalan lesu, Lelah karena seharian bekerja dan juga lelah angel merajuk.
"Kamu kenapa begini bentuk nya nzel?!" Tanya bianca mengelap wajah sang putra yang penuh debu.
"Kakak kayak pekerja bangunan saja." Tawa anyelir.
Anzel menatap tajam sang adik sehingga tawa anye terhenti, Di tangan sebelah kiri anzel masih menggenggam uang ratusan ribu gaji nya tadi.
"Nanti aku cerita sama mommy nya ya, Sekarang aku mau bujuk dia dulu." Pamit anzel.
"Kalian bertengkar?"
"Tidak! Hanya salah paham biasa saja." Jawab anzel.
Tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga putra nya, Bianca pun mengangguk dan membiar kan anzel pergi menyusul angel di kamar.
"Mereka kenapa ya mom? Bentuk anzel pun kayak gitu." Heran anyelir.
__ADS_1
"Entah lah, Kamu istirahat saja sana." Suruh bianca.
"Aku mau pulang saja mom, Juno juga tadi tidak jadi mampir." Pamit anye.
"Loh kok buru buru, Mommy jadi tidak punya teman." Bianca memasang wajah sedih.
"Justru itu, Ini kan malam minggu! Mommy keluar dong ketemu sama teman, Sama aunty dinara atau juga yang lain." Saran anye.
"Enggak lah nye." Tolak bianca.
Anye menatap mommy nya sedih, Bianca jadi malas keluar dari mansion karena para temab nya masih punya suami semua.
"Kalau tidak salah aunty jessica mau datang mom." Ujar anye.
"Masa sih?"
"Iya, Nanti anye kesini lagi lah sekalian ajak seina." Janji anye.
Bianca mengangguk senang mendengar cucu nya akan di ajak juga, Anye melambai kan tangan dan segera masuk mobil nya.
Tinggal lah bianca yang menatap ruangan mansion yang sangat luas, Biasa nya ia akan bercanda dengan sang suami.
Bahkan tak jarang juga jasson mengajak bianca jalan jalan layak nya pasangan muda, Namun sekarang hanya tinggal kenangan.
Semua bayangan jasson seakan mengelilingi mansion ini, Apa lagi saat bianca memasuki kamar pribadi nya.
"Biasa nya kau akan menyambut ku." Senyum bianca getir.
...****************...
Langkah anzel semakin mendekati istri nya yang duduk di tepi ranjang, Ia tidak naik karena takut kasur nya akan kotor terkena tubuh nya.
"Maaf kan aku ya yang tidak bisa menghasil kan uang banyak, Tapi setidak nya aku kerja juga ngel." Ujar anzel berjongkok di hadapan angel.
"Aku tidak mau uang mu." Tolak angel.
"Karena sedikit? Gaji pekerja bangunan tidak besar memang ngel." Jelas anzel pelan.
"Lalu kenapa kamu kerja di sana?! Siapa yang menyuruh mu kerja seperti itu nzel! Aku malu sama daddy seolah aku gagal untuk menjaga mu." Teriak angel menangis.
"Terus aku mau kerja apa? Aku memang tidak mau jika kerja di perusahaan ngel." Tukas anzel.
"Tidak usah kerja, Kamu dia di rumah saja." Ucap angel.
__ADS_1
Anzel melempar uang di tangan nya, Tiba tiba ia terbawa emosi mendengar angel bilang diam di rumah saja. Perkataan deprian mulai terngiang ngiang.
"Aku di rumah dan kamu yang kerja? Lalu kamu bisa selingkuh nanti karena merasa aku tidak berguna dan tidak bisa memberi kamu nafkah." Bentak anzel.
"Apa yang kamu omongin sih nzel?!"
"Sekarang kamu boleh bilang setia dan nerima aku apa ada nya, Tapi nanti bisa saja kamu berpaling pada pria yang sempurna dan bisa mencari uang." Anzel malah jadi menangis juga.
Kini angel paham jika sang suami di landa ketakutan jika suatu saat ia akan berselingkuh, Angel pun berusaha meredam emosi nya.
"Aku tahu sifat kamu tuh dari dulu nzel, Aku juga tahu kalau kamu tidak akan mau mengurus perusahaan walau jabatan kamu di sana ceo." Ujar angel.
"Kenapa kamu marah aku kerja bangunan?! Cuma itu yang bisa ku lakukan ngel." Teriak anzel.
"Tau enggak kamu kenapa aku beli rumah dan juga membeli mobil walau pun tidak terpakai, Itu hasil kerja keras ku. Aku mau menikmati nya sama kamu, Aku tau kamu enggak bakal kerja begitu nzel! Jadi aku udah mempersiap kan semua nya untuk kita berdua." Jelas angel.
"Tidak masalah kamu tidak mau kerja dan tidak bisa memberi ku nafkah! Aku yang akan kerja, Aku udah tau dari dulu! Jadi aku tidak akan selingkuh dari pilihan ku sendiri." Angel mendekati suami nya.
"Maksud kamu, Kamu tidak akan selingkuh walau pun sudah punya uang banyak?" Tanya anzel.
"Sekarang saja uang ku sudah bayak." Sombong angel.
"Tapi kata deprian suatu saat kamu pasti akan meninggal kan aku yang tidak berguna ini." Anzel menunduk sedih.
Angel menggeleng dan langsung memeluk suami nya, Tidak peduli dengan bau debu bercampur dengan keringat anzel.
"Sebelum nikah aku udah tahu kalau kamu pengangguran, Tapi aku tetap bermimpi ingin jadi istri kamu." Ujar angel.
Anzel hanya diam dalam pelukan istri nya, Dalam hati ia berdoa agar angel tidak akan berubah perasaan pada nya.
"Ayo mandi, Bau banget kamu." Tarik angel pada suami nya.
Canda tawa terdengar dalam kamar mandi pasangan baru ini, Uang yang anzel dapat masih tergeletak di atas kasur.
Usai mandi angel membawa kan baju ganti untuk suami nya, Ia mencari kan baju santai walau pun angel ajan mengajak suami nya keluar untuk malming.
"Mau kemana sih kita?" Tanya anzel penasaran.
"Ada deh! Kamu kan udah enggak takut lagi keluar." Sahut angel.
"Sebenar nya aku takut sih, Cuma mereka baik sama aku." Jawab anzel menyisir rambut nya.
Angel tertawa melihat suami nya yang sangat bersemangat untuk cerita, Dengan bangga anzel mengatak kalau ia kuat mengangkat semen.
__ADS_1