
Setelah tiga hari di rumah sakit, Hari ini akhir nya angel bisa pulang dan memboyong dua anak kembar nya. Walau pun anzel masih keberatan jika angel pulang sekarang, Menurut nya angel belum seberapa sembuh.
"Tuh kan kamu saja jalan nya masih kayak gitu." Protes anzel ketiba tiba di mansion.
"Wajar lah sayang, Nama nya juga baru melahir kan." Jawab angel santai.
"Sakit apa ngel?" Tanya anzel yang masih terus cemas.
"Enggak! Kayak malam pecah perawan sama kamu." Sahut angel nyeleneh.
Anzel tidak menanggapi ucapan istri nya, Kedua baby mereka tidur di kamar sendiri dan ada pintu yang terhubung kekamar orang mereka.
"Aduhh ganteng nya anak mama." Angel mengelus pipi asena.
"Dia cowok kok malah mirip sama kamu ya sayang." Heran anzel mengamati anak mungil nya.
"Iya, Arleta yang mirip sama kamu." Tunjuk angel pada putri nya.
Anzel tersenyum menatap putri nya yang berkedip kedip sambil meminum susu, Terlihat jika arleta akan susah untuk tidur. Sejak tadi ia hanya minum susu.
"Ayo kamu istirahat, Biar sus ina yang menjaga mereka." Ajak anzel.
"Udah dapat saja mommy mencari pengasuh mereka." Gumam angel.
"Mommy kan banyak pengalaman." Sahut anzel menggendong istri nya kekamar.
Hati hati anzel membaring kan sang istri keranjang, Ia juga ingin berbaring sebentar menemani angela.
"Kayak mimpi aja aku bisa nikah dan punya anak sama kamu." Ujar angel bahagia.
"Aku juga enggak nyangka sih sayang." Sahut anzel.
"Aku rasa sekarang, Aku lah orang yang paling bahagia." Ujar angel.
"No! Aku yang bahagia karena bisa dapat istri yang kuat dan tangguh seperti kamu." Ralat anzel.
Anzel memeluk istri nya yang tersenyum bahagia, Pasangan muda ini di liputi rasa bahagia yang tidak terkira.
"Sayang."
"Apa?"
"Sekarang kan kita sudah punya anak, Ada dua nyawa yang akan kita lindungi. Lebih tepat nya kamu yang kuat melindungi." Ujar anzel pelan.
"Iya, Kamu juga kuat kok." Ucap angel.
"Bagai mana kalau kamu tidak usah menjadi pembunuh bayaran lagi, Itu bahaya untuk anak kita ngel." Ujar anzel cemas.
Angel tampak memikir kan ucapan suami nya, Memang pekerjaan itu amat sangat bahaya. Apa lagi jika musuh tahu kini ia sudah punya anak.
"Aku kan memang sudah tidak menerima lagi tawaran mereka ketika hamil." Ujar angel.
"Takut nya kamu menerima lagi saat anak kita sudah mulai tumbuh." Sahut anzel.
__ADS_1
"Tidak! Demi keamanan kamu dan juga dua anak kita, Aku akan berhenti dari pekerjaan itu. Biar bantu kamu saja di kantor." Putus angel.
"Sungguh?!"
Anggukan kepala istri nya membuat anzel bersorak girang, Kini ia tidak perlu lagi cemas menunggu istri nya yang pergi menyabung nyawa saat malam hari.
"Aduuh!"
"Eehhh maaf sayang."
"Tangan nya jangan main tarik saja nzel." Protes angel.
"Sorry."
"Oh iya, Luka kamu kan perlu di obati tuh." Anzel teringat jahitan istri nya.
"Udah biar nanti saja aku obati." Jawab angela.
"Kenapa nanti sih?!"
Anzel bergegas turun dari ranjang dan mengambil kotak obat yang tadi dokter berikan, Tak lupa juga air hangat ia ambil di wadah kecil.
"Enggak usah nzel, Aku saja." Tolak angela ketika suami nya mendekat.
"Susah kamu kalau ngobatin sendiri, Harus membungkuk nanti." Ujar anzel.
"Bisa kok pakai kaca, Udah biar aku saja." Angel kekeh menolak.
"Udah lah diam, Kamu tinggal baring saja di situ! Mau di urus suami kok malah ribet." Rutuk anzel.
"Pakai masker dulu lah." Suruh angel.
"Ngapain? Malah susah nafas pakai masker." Sahut anzel.
"Aku bau ini nzel, Kamu pakai masker saja." Paksa angel.
Namun anzel sama sekali tidak mendengar kan ucapan istri nya, Tetap dengan sedikit paksa ia menarik bawahan yang di pakai angela walau sedikit paksa
...****************...
Flasback off.
Sore hari angel mengajak dua anak nya bermain di halaman depan mansion sembari menunggu kepulangan anzel, Hari ini ia tidak menemani suami nya kekantor karena dua bocil tidak ingin di tinggal oleh sang mama.
"Uncle!"
Deprian mendekati mereka dan menggendong dua bocah lucu itu, Walau asena tidak begitu menyukai nya.
"Tulun kan sena uncle." Pinta asena.
"Kenapa sena ingin turun?" Tanya deprian lembut.
"Sena tidak au di gendong." Sahut asena dengan bibir mengerucut.
__ADS_1
"Uncle gendong leta saja lah." Ujar deprian.
Arleta tertawa girang ketika deprian menggendong nya sambil berputar putar riang, Tawa nya membuat angel ikut tersenyum.
"Aduh pucing ala leta uncle." Keluh arleta.
"Aka nya angan cuka main putal putal." Ujar asena.
Arleta merengut menatap adik kembar nya, Memang tidak afdol jika mereka sehari saja tidak bertengkar.
"Kamu enggak ngantor hari ini ngel?" Tanya deprian duduk di bangku.
"Enggak, Lagi tidak mau di tinggal mereka." Jawab angel.
"Tidak terasa kini mereka sudah besar." Ucap deprian.
"Kamu tuh kapan lagi nikah? Yang sebaya kita udah punya anak semua." Ujar angel menepuk lengan deprian.
"Mau nya nikah cepat dari dulu! Tapi dia malah milih orang lain." Jawab deprian menatap angel penuh makna.
"Siapa sih gadis itu? Dari dulu aku selalu penasaran loh." Angel memang sering mendengar gadis yang sangat deprian cintai.
"Sebentar lagi juga kamu akan tahu." Jawab deprian santai.
Angel semakin penasaran dengan sosok yang deprian cintai, Dari dulu deprian sering menceritakan gadis tangguh pujaan hati nya.
"Bagus banget tato mu, Baru tahu sekarang aku." Ujar angel.
"Tato udah dari dulu kamu baru nanya sekarang, Emang kamu enggak pernah perhatian sih sama aku." Rajuk deprian.
Angel tertawa melihat deprian yang pura pura merajuk manja, Mereka tertawa bersama di halaman depan.
"Papa!!"
Arleta dan asena menyambut anzel yang pulang membawa bungkusan besar sebanyak dua buah, Mata pria ini melirik sinis pada istri nya yang duduk berdekatam dengan pria lain.
"Waah papa bawa oleh oleh." Girang sena dan leta.
"Becal cekali." Ujar leta.
"Ini buat leta dan yang ini buat sena." Anzel memberikan masing masing pada anak nya.
"Makacih papa." Seru kedua berlari masuk bersama sus ina.
Angel berdiri menyambut sang suami yang sudah tampak masam, Karena rasa cemburu yang membakar dada.
"Kamu punya hobi baru ya ternyata dep." Ujar anzel.
"Hobi apa?" Bingung deprian
"Tidak baru sih dari dulu juga sudah suka mengganggu istri orang!" Ketus anzel.
"Sayang apaan sih." Angel memegang lengan suami nya.
__ADS_1
Tidak ingin jika deprian sampai tersinggung dengan ucapan anzel, Angel menarik suami nya masuk kedalam mansion. Tinggal deprian yang menatap dengan pandangan sulit di artikan.