Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps50


__ADS_3

Sudah dua hari kematian deprian, Namun sena belum juga di temukan. Pikiran angel sudah tidak karuan lagi, Makan pun tidak mau.


Susah payah anzel membujuk istri nya agar mau menelan nasi walau hanya sebutir, Namun angel tetap menolak nya.


"Tidak ada tempat lain yang deprian miliki angela, Bahkan rumah pun dia tidak punya." Vegas datang memberi tahu.


"Sialan bangsaat! Kemana kau sembunyikan anak ku." Angel susah sekali mengontrol emosi nya.


"Jadi menurut mu bagai mana kemungkinan sena sekarang?" Tanya anzel pelan.


"Maaf sebelum nya, Namun aku punya firasat jika sena mungkin saja sudah meninggal dan mayat nya di hancur kan." Ucap vegas.


"Tidak mungkin!"


Lengkingan suara angel memenuhi mansion, Anzel sendiri langsung lemas mendengar ucapan vegas.


"Kau mau kemana angela?" Anyelir memegang lengan angel.


"Aku ingin kepaviliun deprian." Sahut angel mengusap air mata nya.


"Aku antar kan ya, Kau diam saja di sini anzel." Anye tidak ingin jika sampai angel pingsan sendirian di sana.


Mereka berdua masuk kedalam paviliun yang sekarang sangat berantakan, Hanya ada ruang tamu dan kamar.


"Tunggu saja di sini, Aku bisa sendiri." Angel berjalan dengan tongkat.


"Hais aku juga ingin masuk." Tolak anye ikut masuk kamar.


Mata angel yang tajam menatap sekeliling, Biasa nya memang lemari dan dinding yang menutupi pintu ruangan rahasia.


Tapi semua sudah di buka, Tidak ada pintu di balik lemari dan lukisan. Tiba tiba angel teringat jika jasson pernah membuat ruang rahasia tapi pintu nya berbeda.


"Eeehh tidak kuat ya berdiri ngel?" Kaget anye melihat angel duduk di lantai.


Ucapan anye tidak di gubris oleh angela, Perlahan jari nya menelusuri ubin lantai untuk mencari perbedaan.


"Tidak ada." Gumam angel merasakan ubin yang sama rata.


"Ngapain angela?!" Kembali anyelir kaget karena angel masuk kedalam kolong ranjang.


Tapi semua nya sama rata juga, Tidak ada perbedaan sedikit pun. Angel memukuli ubin di tengah rasa putus asa nya.


"Itu belum!" Seru angel menatap karpet berbulu.


"Haish kan susah keluar nya, Lagian ngapain sih di bawah situ." Rutuk anye.


"Kalian mencari lagi di sini?" Anzel tiba tiba datang.


"Buka karpet ini dan singkir kan meja itu." Titah angela.


"Kenapa di buka ngel?" Bingung anyelir tidak mengerti.

__ADS_1


"Buka saja sekarang! Banyak tanya kau ini." Bentak angela.


Anye terjingkat karena di bentak oleh sahabat sekaligus kakak ipar nya, Anzel memberi kode agar tidak melawan. Mereka berdua menarik karpet besar itu.


"Kau mau bersih bersih?" Tanya anye ketika angel kembali menelusuri ubin.


"Jika kau tidak mau diam, Ku patah kan leher mu." Gertak angela.


Anzel kembali memegang lengan adik nya agar diam, Karena angel terlihat sangat serius sekarang.


"Ketemu kau!" Angel tersenyum senang.


"Apa nya sayang?" Tanya anzel pelan takut kena semprot juga.


"Ambil kan aku alat untuk mencongkel ubin ini, Linggis jika ada." Suruh angel.


Mata anye menatap linggis yang tersedia di atas meja kerja deprian, Ia berlari mengambil dan memberikan pada angela.


Grek, Grek.


Suara ubin berderak karena beradu dengan linggis besi, Ubin terbuka dan angel mengangkat nya. Terlihat ada besi penutup di bawah ubin tersebut.


"Hah! Mungkin kah ini jalan rahasia nya ngel?" Kaget anye.


"Bantu aku mengangkat ini, Jangan banyak tanya saja." Ketus angel serius.


"Tanya saja tidak boleh." Kesal anye.


"Dalam hitungan ketiga kita akan mengangkat nya." Angel memberi aba aba.


"Satu, Dua, Tigaaa..


"Eegghhh, Eeghhh."


Greekkk, Krieeet.


Suara pintu besi berderek, Mereka berhasil membuka nya walau pun harus mengejan seperti wanita akan melahir kan.


"Astaga bau apa ini." Anye menutup hidung.


"Bangkai, Ini bau bangkai." Seru angel panik dan menuruni tangga.


"Angel hati hati kaki mu." Anzel tahu jika kaki istri nya belum sepenuh nya sembuh.


"Aku akan memanggil yang lain." Teriak anye berlari keluar.


Cemas dan ketakutan jika bau bangkai ini adalah bangkai anak nya, Angel tidak peduli pada rasa sakit kaki nya.


"Aarrkkhh senaa...."


Jerit pekik angel menggema dalam ruangan bawah tanah ini, Anzel pun mendelosor jatuh sangking tidak kuat nya melihat pemadangan ini.

__ADS_1


"Senaaaa..."


Kondisi sena berada dalam akuarium setinggi dua meter, Tangan dan kaki nya terikat rantai. Perut bocah lelaki ini sudah kembung membesar karena banyak meminum air.


"Tidak ku mohon tidak! Sena jangan tinggal kan mama juga." Jerit angel.


"Sena..."


Anzel tidak bisa berkata kata melihat keadaan anak nya, Membayang kan saat terakhir sena yang kesakitan karena air masuk kedalam paru paru.


Pyaarr.


Pecah akuarium tersebut di hantam oleh linggis yang masih di tangan angela, Bau amis dan bangkai langsung memenuhi ruangan ini.


"Asenaaa!!"


Bianca yang baru datang juga langsung menjerit histeris, Cucu kesayangan nya telah meninggal dengan cara yang amat menyakit kan.


"Mama datang sena, Ini mama sayang." Angel meraih tubuh anak nya yang sudah sangat lembut akan hancur.


"Bangun lah sena, Ini mama nak. Mama datang untuk membawa sena pulang." Angel terus meracau.


"Sena..."


Anyelir memeluk anzel yang tampak akan pingsan, Pria ini tidak kuat melihat kematian anak nya untuk yang kedua kali nya.


"Kakak sadar lah." Anye menepuk pipi anzel pelan.


Anzel sukses pingsan dalam pelukan adik nya, Big juga datang dan masuk kedalam ruangan ini.


Saat rantai di lepas kan daging sena ada yang ikut terlepas, Bahkan telapak kaki nya lepas begitu saja.


Kondisi sena bagai kan ayam di dalam sup yang sudah sangat matang, Angel sama sekali tidak mau melepas kan jasad anak nya sedikit pun.


"Ayo kita bawa naik nak." Bujuk big menabah kan hati nya sendiri.


"Sena akan hidup kan ayah jika kita bawa naik?" Pertanyaan konyol meluncur begitu saja dari mulut angel.


"Dengar kan ayah nak, Kita harus mengubur kan sena sekarang! Kasihan dia nya jika terus begini." Big berkata pelan.


"Tidakk! Anak ku tidak boleh di kubur." Angel menjauhi big sambil menggendong sena.


"Ya tuhan begitu berat cobaan yang kau beban kan pada putriku." Rintih bianca terisak isak.


Buaaak.


Big menega kan hati nya memukul tengkuk angel hingga jatuh pingsan masih dalam keadaan memeluk sena, Pecah seketika tangis big.


"Maaf kan ayah nak, Maaf kan ayah." Big mengusap wajah nya kasar.


Para bodyguard mengangkat angel dan juga anzel yang pingsan, Mayat sena pun juga di keluar kan dari ruangan setan ini.

__ADS_1


"Camera?!"


Big menemuka camera yang menyorot kearah akuarium, Ia mengambil nya siapa tahu ada yang bisa ia temukan.


__ADS_2