Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps38


__ADS_3

Melihat suami nya yang masih kekeh menolak untuk makan, Angel mengambil mangkuk berisi bubur ayam dan duduk di atas meja kerja anzel.


"Ayo makan, Biar punya tenaga kalau mau cemburu." Desak angel menyuap kan untuk suami nya.


"Aku enggak mau!" Anzel menolak namun mulut nya sudah penuh.


"Harus mau, Nanti bisa sakit kalau tidak makan." Paksa angel.


"Kamu bisa ngomong gitu karena kamu tidak pernah merasakan cemburu." Ujar anzel pelan.


Nada nya sudah tidak meninggi lagi, Namun angel jadi lebih waspada jika marah nya sang suami sudah mode lembut begini.


"Kenapa aku harus cemburu sih sayang? Aku udah percaya kalau cinta kamu cuma buat aku, Enggak akan buat yang lain." Ujar angel lembut mengelus rambut suami nya.


"Jadi maksud kamu, Aku tidak percaya kalau cinta mu cuma buat aku?" Tanya anzel menatap istri nya dalam.


"Iya lah kalau kamu gitu terus, Nama nya kamu enggak percaya dong sama cinta aku." Ucap angel.


"Bukan tidak percaya angel! Aku tuh enggak rela lihat kamu dekat sama orang lain." Jelas anzel.


"Toh kamu juga banyak dekat dengan orang lain, Aku tetap percaya dan enggak marah kan sama kamu." Angel balik menyerang.


"Sungguh?! Kamu tidak akan marah jika aku bicara pada orang lain." Tanya anzel memastikan.


Angel mengangguk pasti menjawab ucapan suami nya, Karena selama ini anzel sudah banyak berintraksi dengan wanita di luaran sana sebagai rekan kerja.


Muncul niat di hati anzel untuk mengetes ucapan istri nya, Benar kan jika angel memang tidak punya rasa cemburu kepada nya.


"Tapi makan dulu." Ujar angel kembali menyuap kan bubur.


"Laper aku." Lirih anzel.


"Salah sendiri makanan juga kena marah." Ucap angel.


Tidak menjawab ucapan istri nya lagi, Anzel menikmati suapan demi suapan dari sang istri tercinta.


"Aku enggak ada kerjaan ya?" Tanya angel ketika sudah selesai.


"Belum ada, Tunggu saja dulu di situ." Sahut anzel.


"Ganteng banget sih kalau lagi serius." Puji angel menoel dagu suami nya.


Yang di puji bersorak dalam hati karena senang, Namun anzel berusaha terlihat cuek dan cool.


Karena belum ada pekerjaan yang bisa di bantu, Angel pun hanya duduk di sofa sambil bermain ponsel nya.


Ceklek.


Pintu ruangan anzel terbuka, Muncul lah dahlia dengan pakaian yang sangat sexy di mata angel. Apa lagi gaya berjalan nya yang sengaja seperti di buat buat.

__ADS_1


"Ngapain juga sih anzel sampai minta kakak kenzo melepas kan dia untuk jadi sekertaris nya." Rutuk angel dalam hati.


"Ini berkas yang anda minta tuan." Ujar dahlia mendekat kemeja anzel.


"Bukan nya ada enam ya?" Tanya anzel dengan nada lembut.


"Yang dua masih saya koreksi tuan, Nanti baru saya bawa kemari." Jawab dahlia dengan logat manja.


"Cih! Lebay sekali."


Kembali angel mengumpat dalam hati nya karena merasa jijik dengan nada bicara dahlia, Lemah lembut dan juga menghanyut kan perasaan.


"Kamu udah sarapan tadi dahlia? Jangan lupa sarapan ya." Anzel tersenyum manis.


"Iya tuan."


Dahlia melayang melihat senyum tuan nya yang tidak pernah ia lihat sebelum nya, Jantung dahlia bagai kan mau copot.


"Segera kirim kan dua berkas yang tadi." Pinta anzel memegang tangan sekertaris nya.


Ekor mata anzel sambil melirik istri nya yang sudah kembang kempis menahan emosi, Anzel pun senang karena niat nya berhasil untuk membalas angel.


"Maaf tuan, Ada noda di sini." Dahlia mengusap ujung bibir anzel.


"Yah! Jaga tangan mu ******." Teriak angel menghempas kan dahlia.


Terpelanting dahlia karena angel benar benar menghempas kan dengan tenaga penuh, Bahkan pinggang dahlia sampai menabrak tiang meja.


"Maaf kan saya tuan, Bukan saya bermaksud lancang menyentuh anda." Ujar dahlia kesakitan.


"Tidak bermaksud bagai mana?! Dasar kau saja yang gatal." Bentak angel.


"Maaf nona, Saya tidak ada niat begitu." Elak dahlia.


Plaak.


Kembali angel menempar dahlia hingga terjatuh kesofa, Tenaga pembunuh bayaran ini memang tiada tanding.


"Angela!"


"Apa?! Kau ingin membela betina gatal ini." Bentak angel tambah naik darah.


"Kau keterlaluan jika begini ngel." Anzel membantu dahlia bangkit lagi.


Memar kebiruan pipi dahlia yang di tampar oleh angel, Rasa sakit jangan di tanya lagi. Melihat anzel yang seakan membela dahlia, Angel semakin kalap.


"Keluar lah dari sini dahlia." Suruh anzel memapah sekertaris nya.


"Baik tuan." Dahlia berjalan tertatih tatih karena pinggang nya pun sakit.

__ADS_1


"Kenapa kau menyuruh nya keluar nzel?! Biar ku habisi saja ****** ini." Geram angel kembali menyerang.


Anzel yang tidak pandai berkelahi pun tak kuat menahan tenaga angel yang luar biasa, Untung nya dahlia sudah keluar dan anzel segera menutup pintu.


"Lepas kan aku! Biar ku hajar dia." Teriak angela.


Tidak ingin istri nya mengamuk keluar, Anzel sigap mengunci pintu dan melempar kan kunci kesembarang arah.


"Aaiissh sialan!"


Praaag.


Meja kaca pecah di hantam tinju wanita strong ini, Anzel hanya diam mengamati amarah istri yang membara.


"Apa kau lihat lihat?!" Sentak angel dengan nafas naik turun.


"Bagai mana rasa nya?" Tanya anzel mendekat.


"Tidak usah pegang pegang! Pegang sana sekertaris mu." Angel menyentak tangan nya yang di pegang anzel.


"Oke lah."


Anzel berpura pura akan keluar mencari kunci, Angel pun langsung merangkul suami nya sambil menangis.


"Kamu tega sama aku! Jadi gini kelakuan kamu sama dia." Angel memukuli dada suami nya.


"Kata nya tidak cemburu! Kata nya cemburu itu karena tidak percaya." Sindir anzel.


"Kamu curang nzel! Aku sama deprian tidak ada pegangan tangan, Kamu sama dia pegag pegang." Teriak angel menangis kencang.


"Maaaf, Maaf ya sayang." Bujuk anzel balas memeluk istri nya.


"Enggak mau aku maafin kamu." Angel merajuk.


Wajah angel basah oleh air mata karena ia menangis sungguhan, Anzel mengelap air mata istri nya.


"Maka nya jangan bertingkah."


Anzel mencium bibir istri nya yang merona, Walau pun sedang marah. Namun angel malah membalas ciuman suami nya yang semakin panas.


"Aku ingin sekarang." Bisik anzel dengan suara berat.


"Hhhmm."


Hanya deheman yang angel berikan, Karena ia pun juga sudah terhanyut dengan sentuhan anzel yang semakin lihai.


Berbeda dengan anzel dan angel yang kini tengah bergumul mesra, Dahlia bahkan tidak bisa membuka mulut nya dengan lebar.


"Sialan wanita itu! Aku akan membalas nya." Geram dahlia penuh dendam.

__ADS_1


Dahlia tahu jika kakak nya juga memusuhi angela, Dengan begitu pasti akan mudah untuk meminta bantuan pada julia yang profesi nya sama dengan angel.


__ADS_2