Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps44


__ADS_3

"Katakan di mana anak ku bangsaat!" Geram angela.


"Aku tidak tahu, Kalau pun tahu aku tidak akan mengatakan nya." Balas julia.


Sraak, Buaak! Buaak!


Kepala julia di hantam kan ketembok oleh angel dengan keras, Darah mulai mengucur dari luka nya.


"Jangan sakiti dia." Teriak julia ketika angel menghampiri dahlia yang kesakitan.


"Kenapa tidak?! Aku malas melihat wajah ****** nya itu." Ucap angela.


"Tidak! Jangan angela, Ku mohon padamu." Jukia berusaha bangkit.


Dor.


"Aakhhh!"


Julia terjatuh kelantai ketika angel menembak tepat dengkul nya, Angel sama sekali tidak bergurau dengan ucapan nya untuk membunuh. Dan julia juga paham itu, Ia sudah mengenal rival nya ini cukup lama.


"Angela!"


Deprian tiba tiba masuk kedalam apertement julia, Angel pun menoleh dan kembali fokus pada dahlia.


"Kau sungguh tidak tahu anak ku di mana?" Angel mengulangi pertanyaan nya.


"Aku bersumpah angela! Aku tidak tahu di mana anak mu." Teriak julia.


"Tapi kau membunuh aku ku!" Angel menatap julia tajam.


"Benar kah?! Dia yang membunuh aleta ngel?" Tanya deprian.


Angel hanya mengangguk saja, Julia mundur ketakutan melihat deprian mendatangi nya dengan aura membunuh yang kental.


"Kau jangan gila deprian! Kau lah...


Dor.


Belum sempat julia menerus kan ucapan terakhir nya, Deprian sudah menembak tepat di tengah jidat nya.


Julia tewas seketika dengan keadaan mata yang terbuka, Dahlia menjerit keras melihat kakak nya telah tiada.


"Kenapa cepat kau bunuh dep, Dia masih ingin bicara." Kesal angela.


"Dia hanya mengada ada ngel, Lebih baik jika kita habisi saja." Jawab deprian.


"Tapi aku tidak tahu anak ku ada di mana." Keluh angela.


"Jangan khawatir ya, Aku akan menemukan sena." Deprian merangkul angela.


Melihat angel yang tidak ada reaksi menolak nya, Deprian pun sangat senang hingga tersenyum lebar. Angel berpura pura tidak tahu tentang itu.


"Hei kau! Apa kau tahu rahasia kakak mu?" Tanya deprian menghampiri dahlia.

__ADS_1


"Jangan bunuh aku kak, Kau tentu mengenal ku kan." Dahlia sekilas pernah melihat deprian.


"Yah aku mengenal mu baru saja." Sahut deprian.


"Tolong jangan bunuh aku kak." Hiba dahlia memegang tangan deprian.


"Biar kan dia hidup deprian, Dia tidak ada hubungan nya." Pinta angela merasa kalau dahlia bisa di gunakan suatu saat nanti.


"Kita bunuh saja angela, Dia bisa jadi masalah nanti." Deprian bersikeras ingin membunuh nya.


"Tidak akan, Biar kan saja dia." Angel memegang tangan deprian menarik nya berdiri.


Deprian merasa melayang dengan sentuhan kecil begini saja, Rasa bahagia tidak bisa di tutupi dari wajah pria ini.


"Aku tidak menyangka deprian." Batin angela geram dan sedih.


Deprian merangkul angela sambil berjalan meninggal kan apartement nya julia, Tinggal dahlia yang menangis kencang meratapi mayat kakak nya.


"Kemana kau akan pergi lagi angela?" Tanya deprian menyisip kan rambut wanita ini ketelinga nya.


"Entah lah, Aku bingung." Keluh angel menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan.


"Jangan menangis." Deprian tidak tega melihat tangis nya.


"Anak ku kemana deprian? Tolong temukan sena." Angel memeluk deprian kencang.


"Jangan khawatir, Aku akan membawa sena pulang untuk mu." Janji deprian.


"Jika kau bisa membawa sena pulang maka akan ku lakukan apa pun untuk mu." Ujar angela.


"Aku akan mencari sena untuk membukti kan kalau aku lebih baik dari pada suami mu itu! Anzel yang sama sekali tidak berguna." Geram deprian.


"Dia teman mu deprian." Ucap angela.


"Namun aku juga tidak suka sikap nya yang selalu menyusah kan mu, Dia tidak pantas jadi suami mu." Kesal deprian.


Angela tersenyum manis sehingga hati deprian seakan mau meleleh, Jika saja dari awal angel paham akan cinta nya. Maka deprian tidak akan senekat ini.


"Jadi kau mau kemana?" Tanya deprian.


"Aku ingin pulang kemansion ayah big saja, Kau juga pulang lah." Suruh angela.


"Aku ingin ikut dengan mu saja." Pinta deprian.


"Jangan dep, Kau tentu tahu sifat ayah big." Cegah angela.


Deprian pun mengalah untuk tidak ikut kesana, Ia masuk lagi kedalam apartement nya julia.


"Kakak!"


"Apa yang kau ketahui tentang masalah ini?!" Deprian menarik rambut dahlia.


"Aku tidak tahu kak." jawab dahlia.

__ADS_1


"Berani kau berbohong padaku, Jika kau mengatakan yang sebenar nya. Maka nyawa mu akan aman." Geram deprian.


"Ak.. Aku hanya tahu kau dan kakak ku punya hubungan saja." Jawab dahlia menahan sakit di kepala.


"Lalu?"


"Kalian berencana untuk memisah kan angel dan anzel, Dengan membunuh anak mereka terlebih dahulu." Jawab dahlia lagi.


Di balik pintu sana angel menatap dan mendengar kan percakapan ini, Sengaja ia memancing akan pergi. Hingga bisa tahu apa yang akan deprian lakukan.


"Hmm tau banyak juga." Seringai deprian.


"Tolong ampuni aku kak, Aku janji tidak akan..


Dor,Dor.


Dua tembakan jatuh kedada dahlia hingga ia tewas, Darah mengalir dari luka nya yang menembus jantung.


"Aku hanya percaya janji nya orang mati." Ujar deprian mengelap wajah nya yang terkena darah.


*****


Big menatap kedatangan putri nya yang tegesa gesa, Wajah nya terlihat marah dan juga sedih. Semua bercampur dalam mata angela.


"Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri nak." Ujar big kasihan.


"Anak ku masih di tangan nya kini ayah, Aku harus bagai mana?" Isak angela.


"Ayah akan mencari pembunuh nya, Kau tenang saja! Siapa yang mencari masalah dengan keluarga kita?!" Geram big.


"Deprian!"


"Apa?!"


"Dia ingin aku menjadi istri nya dan berusaha memisah kan aku dengan anzel, Namun dengan cara anzel harus tersiksa lebih dulu." Jelas angela.


"Deprian dokter itu?" Tanya big tidak percaya.


Anggukan kepala angela membuat big menahan nafas, Tidak ia sangka jika musuh ada dalam selimut.


"Kita harus menyergap nya sekarang." Ucap big.


"Tidak bisa ayah! Sena masih belum tahu ada di mana, Jika dia tahu aku akan mengejar nya. Maka sena akan bernasib sama dengan leta." Jelas angel.


"Sungguh kau tidak punya dugaan sena ada di mana?" Tanya big.


"Aku tidak tahu ayah! Deprian bukan dari klan mafia, Dia tidak punya kenalan seperti itu untuk menaruh sena." Ujar angel.


"Berarti sena ada di tangan nya sendiri." Duga big.


"Jika dia tahu aku tetap tidak bisa menerima kehadiran nya maka sena akan tamat, Saat ini aku berpura pura membenci anzel." Ujar angela.


"Bukan kah itu terlalu resiko untuk hubungan kalian, Anzel bisa saja membenci mu nak." Cemas big.

__ADS_1


"Sudah! Saat ini anzel sudah mulai membenci ku dan menyalah kan aku atas kematian leta." Lirih angel.


Big juga bingung harus bagai mana, Namun ia percaya dengan langkah apa pun yang angel ambil. Karena angela tidak pernah mengecewa kan nya.


__ADS_2