Angel Dan Anzel

Angel Dan Anzel
Eps42


__ADS_3

Hari pun sudah beranjak malam, Angel masih menunggu telefon jika orang tersebut minta tebusan. Para bodyguard sudah mencari keberadaan leta di seluruh daerah.


"Mau kemana kamu anzel?!" Bianca menarik putra nya yang akan pergi.


"Aku mau cari leta mom, Ini sudah hampir sepuluh jam dia hilang." Teriak anzel terlihat sangat kacau.


"Kamu mau cari kemana nzel? Semua alat yang untuk mendeteksi aleta tidak bisa untuk menemukan nya." Ujar angela.


"Lalu kita harus menunggu sampai kapan?! Sepuluh jam ini sudah bisa di pakai untuk hal apa pun ngel oleh penculik nya! Bahkan aku dulu begitu datang langsung di hajar." Sentak anzel.


Angel meraup wajah nya kasar, Benar benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Bahkan ayah nya big pun sudah ikut turun tangan.


"Di mana kamu leta?!" Isak anzel kembali menangis.


"Yang tenang ya sayang, Mommy yakin leta akan pulang." Hibur bianca yang sebenar nya juga ketakutan.


"Aku pergi mom." Pamit angela mengambil kunci motor.


"Mau kemana kamu ngel?! Lebih baik kamu temani dulu sena sekarang." Suruh bianca.


Angel baru ingat jika anak nya yang satu lagi juga pasti ketakutan melihat kehebohan ini, Segera ia menuju kamar asena.


"Sena lagi ngapain sayang?" Tanya angel membuka pintu kamar.


Tidak tampak sosok putra nya yang biasa duduk di ranjang atau juga di lantai karpet berbulu, Angel melihat kamar pribadi nya juga karena mengira sena di sana.


"Asena!!"


Tidak ada jawaban dari sang putra, Jantung angel berdegup kencang. Tergesa gesa angel berlari lagi kebawah.


"Di mana sena nzel?!" Tanya angela dengan wajah pucat.


"Di kamar nya, Dia tidur tadi." Jawab anzel dalam pelukan bianca.


Belum sempat angel bereaksi lagi, Tiba tiba maid berlari menghampiri mereka. Wajah maid sangat ketakutan.


"Nyonya! Sus ina tergeletak di sana." Beritahu maid.


"Apa?!"


Bianca dan angel berlari untuk melihat, Sus ina tergeletak dengan leher yang bekas di gorok oleh benda tajam.


"Asena!"


"Tadi sus ina bersama tuan muda sena, Namun ada yang merebut nya." Jelas maid.

__ADS_1


"Bagai mana mungkin kita bisa kebobolan di mansion?! Apa saja kerja kalian hah!" Bentak angel menggelegar.


"Maaf kan kami nona, Namun CCTV pun tidak menangkap ada nya orang luar yang masuk." Jelas bodyguard gemetar.


Terkepal erat tangan angela, Sudah pasti ada orang dalam yang menghianati. Sial nya CCTV pun rusak yang berada di bagian ini.


"Bangsaat!!"


Braak.


Angel menghantam meja dengan tendangan nya, Kacau sudah pikiran dan juga semua nya. Dua anak nya telah hilang entah kemana.


"Datangi tempat tinggal julia." Angel menelfon anak buah nya.


"Kalian juga pergi kemanapun dan selidiki semua nya." Suruh angel tegas.


"Nona angell!!"


Bodyguard berlari menghampiri angel tergesa gesa, Angel pun langsung mengikuti tanpa banyak bertanya.


"Aku tadi keluar untuk membeli beberapa obat, Tiba tiba ada orang yang menyerah kan karung ini." Jelas deprian.


"Lalu kenapa memanggil ku?" Tanya angel gemetar.


Angel berjongkok dengan perlahan untuk membuka isi karung itu, Bau darah yang sangat amis menguar.


Tangan angel cepat membuka nya karena tidak sabar apa isi karung tersebut, Saat terbuka lebar. Jiwa angel seolah terbang entah kemana.


"Tidak!"


"Aletaaaa!"


Jerit pekik terdengar di mansion, Anzel mengeluar kan mayat anak nya dari dalam karung. Bocah yang berusia hampir tiga tahun itu sudah tidak bernyawa, Cara kematian nya sama dengan sus ina.


"Leta tidak mungkin, Tidaak!!"


Terkulai lemas angel di lantai, Bahkan untuk menangis pun ia tidak sanggup untuk mengeluar kan suara.


Sedang kan anzel meraung raung sembari mendekap erat putri nya, Bianca pun pingsan tidak berdaya.


"Tidak ada tanda atau pesan apa pun dari sang pembunuh." Ujar deprian.


"Bagai mana dengan orang yang mengantar nya?" Tanya angela.


"Dia memakai topeng, Aku tidak bisa melihat wajah nya." Jawab deprian.

__ADS_1


Angel melirik kepada deprian yang tegak berdiri dekat anzel, Tanpa sengaja ia melihat darah dekat kerah kemeja nya.


"Mau kemana kau ngel?" Tanya deprian melihat angel bergegas.


Tidak ada sahutan dari angela, Sementara angel masuk kedalam kamar anak nya untuk menyelidiki.


"Untuk kau masih ada di sini." Gumam angel.


Angel sempat menaruh camera pengintai dalam kamar anak nya, Tidak ada yang tahu kecuali diri nya sendiri.


Di sambung kan keleptop untuk melihat isi video tersebut, Mata angel memicing melihat ada seseorang yang masuk.


"Bukan kah itu sama dengan yang di kena kan tadi?!" Gumam angel mengamati video.


Antara percaya dan tidak yang kini angel rasakan, Walau pun tidak bisa melihat wajah nya. Namun angel yakin jika orang tersebut adalah deprian.


"Kenapa kau melakukan ini deprian?!" Geram angel tidak mengerti.


Tidak ingin bertindak gegabah karena sena sekarang ada di tangan musuh, Angel pun mengatur strategi.


"Lepas kan anak kita nzel, Ayo kita urus pemakaman nya." Ajak angel pada anzel yang masih memeluk leta.


"Kenapa kau setenang ini angela! Semua ini pasti ulah musuh mu." Teriak anzel.


"Semua juga sudah terjadi, Mari kita kubur kan saja leta." Sahut angel.


"Angel, Ini anak mu! Coba lah untuk merasa bersalah pada nya sedikit saja." Biaca yang sudah sadar pun jadi ikut marah.


Sikap angel seolah tidak peduli dengan kematian anak nya, Tentu saja yang lain jadi emosi.


"Leta hilang saat pergi bersama mu dan dia juga meninggal karena musuh mu! Setidak nya kau merasa bersalah sedikit saja angela, Kenapa kau menjadi manusia yang tidak berperasaan?!" Anzel gemetar karena marah dan sedih.


"Hei hei, Aku ini juga sedih karena anak ku mati. Tapi semua sudah terjadi, Dan kau kenapa menyalah kan aku sepenuh nya? Apa kau merasa sudah beres menjadi ayah dan suami." Balas angela.


"Angela! Ada apa dengan mu nak?" Bianca mendekati putri nya.


"Aku muak mommy dengan sikap anzel yang sangat kekanak kanakan, Jika saja dia bisa setegas deprian. Maka nasib anak ku tidak akan begini." Kesal angela.


"Kau?! Kau membanding kan aku dengan nya." Anzel tidak percaya.


"Haish sudah lah, Menyesal pun sudah percuma saat ini. Lebih aku mengurus mayat leta." Angel membawa mayat anak nya pergi untuk di bersih kan.


Smirk menakut kan keluar di sudut bibir deprian, Puas rasa nya ia melihat angel yang kini mulai membenci anzel.


Perlahan ia menarik lengan kemeja nya untuk membantu angela, Tato naga pun terlihat di lengan nya yang kokok berotot.

__ADS_1


__ADS_2