
Jasson yang sedang bekerja tiba tiba merasakan sesak dada nya, Hingga pun jatuh dari kursi dan pingsan seketika.
"Tuan jasson." Pekik asisten nya melihat atasan nya pingsan.
Ruangan jasson penuh dengan para karyawan, Mereka langsung membawa kerumah sakit untuk di periksa.
"Siapa yang sakit?" Tanya big baru datang.
"Tuan jasson pingsan tadi di dalam, Ini akan di bawa kerumah sakit tuan." Jawab asisten jasson.
"Hah?!"
Big ikut masuk ambulance mengantar kan jasson kerumah sakit, Terlihat wajah jasson pucat.
"Sudah kau kabari keluarga nya?" Tanya big.
"Belum tuan."
"Segera kabari nyonya bianca, Agar dia langsung kerumah sakit." Suruh big.
Kini hanya big yang mengantar kan jasson menuju rumah sakit, Saat menatap wajah jasson lagi ia tersentak.
"Kak! Yah kenapa kau tidak bernafas?!" Panik big mendengar kan detak jantung nya jasson yang sudah hilang.
"Cepat kemudi kan mobil nya, Tuan jasson tidak bernafas." Sentak big.
Big tahu jika jasson sudah tidak bisa di selamat kan lagi, Namun big masih tidak percaya jika mantan tuan nya ini telah meninggal.
"Ku mohon bangun lah tuan, Kenapa anda pergi secepat ini." Big meniti kan air mata.
"Pulang saja kemansion de lamozada." Suruh big pada sopir ambulance.
Bagai mana mungkin big tidak sedih, Jasson adalah orang yang memberi nya kehidupan saat ia terlantar di jalanan.
******
Bianca dan angel sedang mengelilingi mall untuk belanja perlengkapan dapur, Mereka tertawa bersama.
"Kenapa mom?" Tanya angel ketika bianca tiba tiba termenung.
"Hati mommy kok enggak enak gini ya ngel." Ujar bianca.
"Mommy sakit?!"
"Tidak, Mommy hanya merasa cemas." Sahut bianca.
"Ya sudah mommy buruan belanja nya dan kita langsung pulang saja." Ajak angel.
"Tapi kita enggak jadi keliling dong." Ucap bianca.
"Lain kali juga bisa mom, Kan tidak harus sekarang." Jawab angel tersenyum.
Akhir nya bianca mempercepat belanja nya, Entah mengapa hati nya terasa resah seolah ada sesuatu.
__ADS_1
"Hallo."
"Nyonya ini saya asisten nya tuan jasson, Tuan sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit." Beritahu asisten jasson.
"Siapa yang sakit?!" Bianca langsung panik.
"Tuan tadi pingsan nyonya, Sekarang dia di bawa kerumah sakit bersama tuan big." Jelas asiten jasson.
"Rumah sakit mana?"
"Rumah sakit xxx milik anda nyonya." Jawab asisten jasson.
Bianca langsung mematikan telepon dan lari meninggal kan mall, Seolah lupa pada menantu nya yang sedang memilih sayuran.
Angel yang di tinggal pun melongo bingung, Tidak enak jika ia pergi meninggal kan troli. Angel pun mendorong nya kekasir untuk membayar semua.
"Lima belas juta sembilan ratus nona." Ujar sang kasir.
"Buuset banyak banget belanja nya mommy." Batin angel terpaksa menggesek kartu nya.
Karena mobil yang mengantar mereka sudah di bawa pulang oleh bianca, Angel terpaksa memanggil taxi online untuk mengangkut belanja nya.
"Mommy main tinggal saja lah, Mana bayar belanjaan juga aku." Rutuk angel masuk mobil.
Angel tidak merasakan hal apa pun dalam hati atau pun pikiran nya, Hanya saja ia berulang kali teringat sosok jasson jika sedang tersenyum.
"Daddy kalau muda pasti ganteng sekali, Tapi masih ganteng anzel." Senyum angel tidak lepas sejak tadi.
Teringat bagai mana tadi malam ia berhasil melakukan apa yang seharus nya suami istri lakukan, Anzel yang begitu lembut saat memperlakukan nya.
Sopir taxi online melirik heran kepada angel yang terlihat asik sendiri, Ia mengira jika gadis ini mungkin baru saja jatuh cinta.
"Anda sedang bahagia nona?" Tanya sopir online.
"Sekarang aku memang selalu bahagia semenjak bersama dia." Jawab angel tersenyum.
"Semoga kalian bahagia." Ujar sopir taxi.
Angel hanya tersenyum sambil mengangguk, Hingga mereka pun sampai di mansion de lamozada.
"Ada apa ini?" Heran angel ketika mansion daddy nya terlihat ramai.
"Kemana saja anda nona?" Tanya bodyguard tampak sedih.
"Kau urus semua belanjaan ini ya, Aku masuk kedalam dulu." Pamit angel tergesa gesa.
Di dalam mansion sana keluarga sudah ramai datang, Angel mematung ketika melihat sebujur manusia di tutupi kain putih.
Tetua pun datang di sana, Sagara grandpa nya pun ada di sana. Sedang kan bianca menangis meraung dalam pelukan joana sang grandma.
"Daddyy!!!"
Jeritan pilu keluar dari mulut anzel dan anyelir, Kedua anak jasson menggerung melihat kematian daddy nya yang secara tiba tiba.
__ADS_1
"Tuan jasson terkena serangan jantung." Ujar deprian di samping angel.
"Jadi itu daddy?!" Angel bergetar tidak percaya.
"Kamu yang kuat ya, Anzel butuh kamu sekarang." Ujar deprian.
"Daddy."
Dengan langkah yang gamang, Angel mendekat kearah mayat nya jasson. Air mata angel tidak bisa di tahan lagi, Ini kedua kali nya ia di tinggal oleh orang yang di panggil ayah.
"Daddy, Kenapa secepat ini meninggal kan kami." Isak angel membuka kain putih.
Wajah pucat jasson semakin membuat hati angel menjerit, Anzel yang melihat wajah daddy nya langsung memeluk erat.
"Jangan tinggal anzel daddy, Anzel janji akan keluar dari rumah." Isak anzel.
"Yang kuat ya sayang." Angel memeluk suami nya.
"Daddy pergi meninggal kan kita ngel, Aku tidak mau di tinggal." Isak anzel menangis keras.
"Jangan menangis terus ya, Ada aku di sini." Hibur angel.
"Aku mau nya daddy." Teriak anzel kembali memeluk daddy nya.
Bianca yang melihat kesedihan putra nya pun pingsan seketika, Kematian jasson yang mendadak membuat mereka tak bisa menerima nya.
"Aku mau daddy." Anyelir yang kelelahan menangis hanya bisa merintih.
"Sabar ya sayang, Semua nya akan meninggal kan dunia. Tidak terkecuali kita juga nanti." Hibur juno.
"Aku mau daddy!!!"
Jeritan kencang anyelir membuat semua nya terdiam, Apa lagi anzel yang meraung raung layak nya anak kecil.
"Kita istirahat saja dulu yuk sayang, Nanti kamu malah sakit." Ajak angel pada suami nya.
"Tidak mau! Aku mau daddy hidup."
Layak nya anak kecil, Anzel berguling guling di lantai sambil memanggil manggil nama daddy nya.
"Hidup kan daddy ku lagi ngel! Aku mau dia." Jerit anzel mengguncang tubuh istri nya.
"Anzel yang tenang dong, Jangan begini." Pinta angel.
"Mau tenang bagai mana? Aku tidak punya daddy lagi huaaaa!"
Anzel kembali menangis dan berguling, Angel jadi lupa dengan kesedihan nya sendiri. Ia terlalu sibuk menghibur suami nya.
"Aakkhh daddy kenapa kau pergi secepat ini." Lirih angel menendang kursi di ruang makan.
"Angel!"
"Iya grandpa." Sahut angel ketika sagara memanggil nya.
__ADS_1
"Anzel lari masuk kedalam kamar nya jasson, Tolong kamu kejar ya nak." Pinta gara.
Hanya anggukan yang angel berikan, Ia segera berlari karena takut jika anzel gelap mata dan sampai melakukan hal yang tidak di ingin kan.