Antagonis Novel

Antagonis Novel
20


__ADS_3

deg....


saat amanda mengangkat pandangannya dia melihat xavier dan geng nya. xavier pun yang sedang melihat sekitar nya terpaku melihat seorang gadis yang baru- baru ini ada dipikirannya. dia pun menajamkan mata nya memperjelas jika dia tidak salah lihat.


" sedang apa dia disini." tanya xavier dalam hati.


" aduh gue lupa xavier kan ketua geng pasti nya dia akan ada disini juga." rutuk amanda dalam hati.


" eh tapi gak masalah buat dia juga kan gue ada disini, ini kan tempat umum juga. tapi kenapa dia liatin gue terus sih, gue mundur aja kali ya." ucap nya dalam hati.


amanda pun mencoba mengalihkan pandangan nya setelah itu dia bergerak mundur kebelakang agar tubuh nya tertutup oleh orang lain.


xavier pun segera menghampiri amanda, dia sedikit khawatir karena tak semestinya dia berada disini, apalagi dia berada di kumpulan orang-orang asing sangat berbahaya sekali.


melihat xavier yang melangkah pergi teman-temannya menatap nya heran tapi mereka membiarkan nya, mungkin xavier ada sedikit urusan. Pikir mereka.


melihat xavier berjalan ke arahnya amanda pun menjadi panik, dia pun semakin menundukkan badan nya tapi tetap saja xavier masih dapat mengetahui nya.


sret....


xavier pun menarik tangan amanda lalu membawa nya keluar dari kerumunan.


amanda yang ketahuan pun kaget dia berusaha menarik tangan nya tapi tak bisa.


xavier membawa amanda ketempat yang lumayan jauh dari Keramaian.


amanda pun berusaha melepaskan tangannya.


" eh.. eh.. gue mau dibawa kemana nih, lepasin ih tangannya."


setelah bersusah payah akhirnya amanda bisa melepaskan tangan nya dari xavier. dia mendengus kesal karena tangan nya ditarik seperti tadi dan juga ada bekas sedikit kemerahan di tangannya.


melihat itu pun xavier merasa bersalah lalu meminta maaf.


" sorry" ucap xavier.


amanda pun mendelik kesal " huh sakit tahu tangan gue lo tarik- tarik gitu, udah gitu kenceng lagi narik nya."


" lo ngapain disini? " tanya xavier tanpa basa - basi.


" gue mau nonton balapan." jawab amanda cepat.


" tau darimana disini ada balapan? " tanyanya lagi heran.


" tadi tau dari orang-orang yang ada di warung sate sana pas gue lagi makan. kenapa emang? udah deh gue mau liat. penasaran soalnya." ucap amanda sambil berusaha mendorong xavier yang menghalangi jalan nya.


" pulang sana." suruh xavier sambil menahan tubuh amanda yang berusaha mendorong nya.


" engga siapa lo suruh-suruh gue seenaknya. lagian ini tuh tempat umum jadi gue berhak kemana pun." jawab amanda.


" disini berbahaya buat lo." sambung xavier.


xavier tak habis pikir dengan amanda kenapa dia keras kepala sekali hanya karena ingin lihat balapan saja ditempat berbahaya seperti ini.


apalagi dengan dia yang datang seorang diri tanpa di temani teman.


" gue bisa jaga diri gue sendiri kok, lagi pula gue cuma sebentar disini, supir gue udah nunggu di sana jadi gue gak akan lama disini." jawab amanda.


" tapi tetap saja disini tempat nya berbahaya, lo gak liat ada beberapa preman disini. tuh lo bisa lihat ke arah sana." ucap xavier sambil menunjukkan arah dengan dagunya.


amanda pun mengalihkan pandangan pada tempat yang ditunjukkan xavier yang ternyata memang benar ada beberapa preman di sana.


" ah kenapa gue gak sadar di sana ada preman. bener kata xavier disini bahaya gak seharusnya gue ada disini, tapi gue penasaran." ucap amanda dalam hati.


xavier melihat jam ditangannya sebentar lagi pasti akan dimulai balapan nya tapi dia gak mungkin ninggalin amanda disini sendiri, kalau ikut bersama nya pun itu juga akan sama - sama bahaya karena di sana banyak musuh geng nya.


" see lo akan tetap disini? " tanya xavier.


amanda pun bimbang dia takut tapi dia penasaran dia pun melihat xavier.


melihat itu pun xavier tahu maksudnya.


" no, lo gak bisa ikut gue di sana makin berbahaya buat lo." tolak xavier.


amanda pun cemberut mendengar nya, xavier yang melihatnya jadi gemas.


" yasudah lah gue pulang aja." ucap amanda dengan tak ikhlas.


mendengar itu xavier mengulas sedikit senyum lalu menggenggam tangan amanda." ayo gue anterin ke mobil."


Amanda terkejut saat xavier menggenggam tangannya, dia pun mengikuti langkah xavier menuju mobilnya.


mereka pun telah sampai di mobil amanda di sana supir nya tengah menunggu cemas. melihat kedatangan mereka supir itu menghela nafas lega.


" akhirnya non kembali juga." kata supir itu lega.


" hehehe maaf ya pak udah bikin bapak khawatir dan nunggu lama." ucap amanda.


" iya gak papa non yang penting non gak kenapa-kenapa, kita pulang sekarang non?" jawab supir itu lalu bertanya.


" iya pak. " ucap amanda.dia pun menoleh pada Xavier.


" em thanks ya udah anterin gue kesini." ucap amanda.


" iya, gih sana masuk."


amanda pun melepaskan genggaman tangan Xavier lalu masuk kedalam. saat genggaman tangan itu terlepas Xavier merasa ada yang hilang rasa nya ia tak rela melepaskan nya.


amanda pun membuka jendela mobilnya.


" bye. gue pulang. lo hati- hati." ucap amanda cepat lalu segera menutup jendela nya tanpa menunggu Jawaban Xavier.


Xavier yang mendengar itu pun tersenyum.


sang supir pun menghidupkan klakson lalu mobil amanda pun mulai berjalan meninggal kan tempat itu.


didalam mobil amanda menyenderkan badannya, dia tak mengerti kenapa dia mengucapkan hal itu pada Xavier, dia seperti orang yang mengkhawatirkan nya. semoga saja dia tak bertemu lagi dengan nya..


amanda pun sampai di mansion nya dia turun dari mobil sebelum itu dia mengucapkan terimakasih pada supir nya.


" makasih ya pak sudah mengantarkan Amanda. oh ya ini ada cemilan dan minuman buat bapak." ucap amanda sambil memberikan sebagian cemilannya yang ia sengaja beli untuk supir nya.


" iya sama- sama non ini sudah jadi tugas saya untuk mengantarkan nona. gak usah repot-repot non." tolak halus supir nya.


" ih gak repot kok pak ini aku sengaja beliin buat bapak, ambil ya." jawab amanda.


supir itu pun mengambil nya lalu mengucapkan terimakasih amanda pun mengangguk dan tersenyum setelah nya dia keluar.


amanda pun masuk ke dalam lalu menuju dapur, dia mengeluarkan es krim yang ia beli tadi dan dipastikan sudah mencair. dia pun memasukkan ke dalam freezer untuk dimakan nanti, lalu amanda naik ke atas menuju kamarnya sambil membawa cemilan nya.


dikamar amanda merasa sangat lelah dia pun membaringkan tubuh nya. tak lama amanda pun terlelap.

__ADS_1


*****


setelah mengantarkan amanda tadi Xavier kini sudah bergabung lagi bersama para sahabat dan anggota nya.


" kenapa belum mulai?" tanya Xavier.


" kata panitia nya tadi ada sedikit masalah tapi bentar lagi juga mulai." jawab justin.


" motor max udah diperiksa? jangan sampai geng musuh berbuat curang menyabotase motor nya." kata Xavier.


" udah semuanya sudah diperiksa sama gue, semuanya aman." jawab nathan


" bagus."


" lo siap max? "


" sangat siap." Jawab max dengan mantap.


" bagus. ingat jangan lengah." nasihat Xavier.


max pun mengangguk. tak lama terdengar suara seseorang.


" gue kira ketua nya yang akan turun ternyata wakil nya." ucap seseorang itu yang tak lain adalah Jack ketua geng langit.


" kenapa lo takut sama gue. " jawab max.


" gue gak takut sama lo. ya gue heran aja kenapa ketua lo gak turun apa performa dia udah turun. " jawab Jack meremehkan Xavier.


" gue gak mau kalau gue turun makin membuat lo malu, dan gue mau membuktikan sama lo bahwa performa lo akan selalu dibawah geng gue." ucap Xavier meremehkan membuat Jack marah.


" lihat saja apa lo bisa ngalahin wakil gue." sambung Xavier yang membuat Jack semakin marah.


Jack pun menghampiri Xavier dan menarik kerah baju Xavier melihat itu para anggota nya mendekati Xavier tapi Xavier mengangkat tangannya pertanda untuk mereka diam.


" beraninya lo. gue akan buktikan bahwa malam ini geng langit akan berada di atas geng tiger."


Xavier pun menepis tangan Jack lalu menepuk baju nya seolah membersihkan kuman membuat Jack semakin berang melihatnya.


" santai men... jangan mimpi buat bisa ngalahin geng tiger. bangun. " ucap Xavier sambil menepuk pipi Jack .


Jack pun menepis tangan Xavier lalu pergi dari sana. " awas lo." ucap nya berlalu pergi.


balapan pun akan segera dimulai.


max sudah siap di atas motor nya begitu pun dengan Jack mereka menatap dengan sengit lalu datanglah seorang cewek di depan mereka sambil membawa bendera. dia diam ditengah mereka sambil menghitung mundur.


tree


GO..... teriaknya sambil mengangkat bendera keatas.


para pembalap pun segera melesat dengan cepat.


max berada di belakang Jack dia sengaja melakukan itu agar Jack senang.


Jack melihat max ada dibelakang nya menyeringai puas dia berpikir bahwa dia bisa mengalahkan max. dia pun sudah menyuruh anggotanya untuk menebarkan paku dijalan setelah dia melewati max..


Jack pun tak menyadari bahwa kini anggota nya sudah diamankan oleh anggota geng tiger sehingga rencana itu bisa digagalkan.


melihat garis finis sudah ada didepannya Jack pun bersorak dalam hatinya. dia pun segera mempercepat laju nya tapi Tiba-tiba dari arah belakang seseorang melesat melewati nya dengan cepat.


" ah sial. kenapa bisa dia lolos." geram nya dalam hati.


max pun menyeringai puas setelah bisa melewati Jack , dia tahu bahwa Jack pasti sudah merasa puas tadi tapi rasa puas sekarang sudah terganti dengan rasa marah.


Jack pun marah lalu melemparkan helm nya. untung saja tidak kena nathan karena dia segera menghindar.


" weits santai bro untung aja ga kena gue." kata nathan.


Jack yang emosi pun tak menghiraukan ucapannya, dia menghampiri max dan menarik kerah bajunya. max pun segera menepis tangan jack itu. dia pun segera turun dari motor.


" lo marah karena gue lebih unggul dari lo."


ucap max.


" gue menang karena performa gue di atas lo dan gue pakai otak bukan dengan cara kotor kayak lo." sambungnya.


Jack pun tak Terima dia berniat memukul max tapi dengan sigap max menahannya.


bugh. lalu pukulan keras di layangkan max pada Jack.


Jack pun tersungkur lalu bangkit tapi segera ditendang oleh Xavier yang berada di dekat max.


Xavier pun menatap tajam jack. " lo kalau udah kalah Terima bukan marah- marah kayak begini." ucap Xavier.


" iya lo udah kalah mah kalah aja jangan sok-sok an marah." cibir nathan.


Jack pun bangkit lalu teriak pada anggota nya.


" serang.." teriak Jack.


anggota geng langit pun menyerang geng tiger.


beruntung Xavier dan sahabatnya sudah mengantisipasi hal ini jadi mereka datang dengan membawa sebagian anggota nya. para penonton segera membubarkan diri saat mereka tahu akan ada perkelahian.


perkelahian pun tak terhindari lagi. mereka saling memukul, dari geng langit sudah banyak tumbang sedangkan dari geng tiger hanya mendapat kan luka- luka saja.


melihat anggota nya sudah banyak tumbang Jack pun berteriak untuk mundur.


" mundur." teriak Jack.


" kenapa mundur sudah mengaku kalah." ucap Xavier.


" gue peringatkan pada lo jangan lagi usik geng tiger jika tak mau geng lo itu kita hancurkan." ancam Xavier.


" cih,, gue kali ini mundur tapi nanti gue bakal datang lagi buat balas semuanya." ucap jack lalu berlalu pergi.


" huh udah kalah masih aja sok ngelawan." teriak nathan.


" sudah lebih baik kita pergi obati luka kalian. kita ke markas." ucap Xavier.


mereka pun mengangguk lalu pergi menuju markas.


***


di markas mereka saling mengobati luka- luka mereka.


" aws pelan- pelan dong justin, sakit tahu." ringis nathan yang sedang diobati justin.


" lebay lo gue udah pelan juga, kalau sakit tuh gini." Jawab justin dengan menekan lukanya yang membuat nathan tambah meringis.


" aws sakit bego yang benar dong." umpat nathan.

__ADS_1


" iya iya, sekali lagi lo umpat gue, gue teken lagi yang kuat nih." ancam justin.


" iya iya."


" max lo udah diobatin?" tanya Xavier.


" nanti aja di rumah. lagian cuma lecet dikit. lo sendiri? " Jawab max lalu bertanya.


" gue juga ntar di rumah." Jawab Xavier. lalu dia melihat jamnya udah terlalu malam dia pun memutuskan untuk pulang karena teringat pesan bundanya.


"gue balik duluan kalian kalau udah diobatin mau pulang atau mau nginep terserah kalian. tapi untuk yang kebagian jaga tetap jaga." ucap Xavier pada anggota nya.


" iya hati -hati/ Hati-hati bang" ucap mereka.


Xavier pun keluar dari markas lalu pulang.


***


Xavier kini sedang memarkirkan motor nya lalu dia masuk ke dalam rumah. keadaan rumah nya sudah sepi karena sudah malam.


dia pun berjalan menuju dapur karena merasa haus. saat di dapur dia terkejut karena bertemu dengan bundanya. Xavier pun menghampiri bundanya.


" assalamu'alaikum bun" ucap Xavier lalu meraih tangan bunda.


" waalaikumsalam. ya ampun bang kamu baru pulang." ucap bunda sambil bertanya


" iya bun tadi ada sedikit masalah. bunda kok belum tidur"


bunda pun menatap anaknya lalu tangannya meraih wajah Xavier.


" bunda tadi haus lupa gak bawa air ke kamar. ini kenapa? kamu berantem lagi bang.udah diobati."


Xavier pun menggeleng. " biasa bun urusan cowok."


" kamu ini." ucap bunda lalu beranjak mengambil kotak p3k.


" sini bunda obati."


Xavier pun mendekat pada bunda nya. mereka duduk di kursi meja makan.


" bunda khawatir kalau kamu pulang dengan keadaan seperti ini."


" bunda gak usah khawatir abang bisa jaga diri."


" kenapa mesti berantem? "


" karena mereka yang mulai. abang hanya membela diri."


bunda pun menghela napas pelan.


" ya sudah sekarang istirahat gih jangan lupa bersih-bersih dulu." ucap bunda setelah selesai mengobati nya.


" iya bunda, makasih udah obati. Xavier ke kamar dulu ya, bunda juga istirahat." ucap Xavier lalu mencium bundanya sebelum pergi.


bunda pun menatap kepergian Xavier. dia selalu khawatir jika Xavier pulang dengan keadaan seperti itu. bunda tahu Xavier seperti itu karena membela dirinya.memang ya urusan laki-laki itu selalu saja memakai Otot kenapa coba tidak menyelesaikan nya dengan kepala dingin.


bunda pun membereskan kembali kotak p3k setelah nya ia pun beranjak sambil membawa air ke kamarnya.


Xavier kini sedang membaringkan tubuh nya, dia sudah berganti baju dan membersihkan diri. tak lama Xavier pun terlelap.


*****


pagi hari amanda sudah bangun dia bersemangat untuk lari pagi kebetulan hari ini adalah hari minggu. dia sudah berencana hal ini tentunya dengan Keisha. kini dia sedang sarapan bersama kedua orang tuanya.


" kamu mau kemana sayang udah rapi gini?" tanya mommy.


" manda mau lari pagi sama Keisha di taman. boleh kan mom, dad? " izinnya.


" iya sayang boleh. tapi hati-hati ya." jawab daddy.


" siap dad, mom.. "


tin.. suara klakson.


amanda pun segera menyelesaikan sarapannya.


" Keisha udah jemput amanda pamit nya mom, dad." pamitnya setelah menghabiskan sarapan nya.


" iya sayang."


" assalamu'alaikum mom, dad"


" waalaikumsalam." ucap mereka berdua.


" sorry lama." ucap amanda setelah masuk ke mobil Keisha.


" engga kok." Keisha pun segera menjalankan mobilnya.


setelah beberapa menit mereka pun sampai di taman yang sudah ramai. banyak orang yang berolahraga pagi dan juga berjualan disekitar taman.


setelah memarkirkan mobil Keisha dan amanda pun turun.


" kita cari tempat buat pemanasan dulu setelah nya baru kita lari." ucap Keisha.


amanda pun mengangguk. lalu mereka pun berjalan mencari tempat untuk melakukan pemanasan.


" kita pemanasan disini saja. gak terlalu ramai disini." kata amanda, Keisha pun menyetujuinya.


setelah melakukan pemanasan mereka pun mulai berlari mengitari taman.


" hosh.. hosh... capek banget gue. manda tungguin." ucap Keisha.


amanda pun menghampiri Keisha.


" kita baru 1 putaran deh sha loh udah ngos-ngosan gitu."


" ya maklum gue udah lama gak berolahraga jadinya gini deh."


" yasudah mau istirahat dulu."


" bentar deh gue atur nafas dulu.. hah...


yuk lanjut tapi lari pelan aja."


" iya ayo.. "


mereka pun melanjutkan olahraga mereka.


" amanda, Keisha.. " teriak seseorang dibelakang mereka. mereka pun menoleh.


" kalian..."

__ADS_1


bersambung...


hayo kira- kira siapa nih yang memanggil mereka..


__ADS_2