
" stopp, udah deh gitu aja kalian ribut. biar gue aja yang pesan." ucap amanda.
" iya nih kalian berdua kalo ketemu pasti aja ribut, ntar jodoh loh." sahut Clarissa.
" dih ogah." tolak Keisha.
begitu pula azka, " jangan sampai deh."
" udah kalian mau pesan apa? " tanya amanda.
" kayak nya makan yang seger dan berkuah enak deh." jawab Keisha.
" bilang aja bakso gak usah ribet- ribet seger dan berkuah lah." sahut azka.
" suka-suka gue lah." ucap Keisha.
" yang lainnya gimana? " tanya amanda.
" samain aja lah manda biar gak ribet, gimana menurut kalian? " jawab gilang.
mereka pun mengangguk menyetujui.
" Oke kalo minum nya mau apa? "
" es jeruk aja. gimana? " tanya Elena.
" nah betul tuh. es jeruk aja seger kayaknya." sambung Keisha, mereka pun menyetujui nya.
" yaudah gue pesan dulu." ucap amanda.
" gue temenin. " sahut Elena. amanda pun mengangguk, lalu mereka pun pergi untuk memesan.
" kita bagi dia aja ya, lo pesan es, gue pesan bakso." ucap amanda.
Elena pun mengangguk, " oke, biar cepet juga." mereka pun berpisah. .
setelah memesan mereka pun kembali lagi ke meja nya.
namun beberapa langkah menuju meja langkah amanda tak sengaja tersangkut karena tali sepatu nya terlepas.
" aaah." teriak amanda.
" manda." teriak sahabat nya.
" bruk. ah. " amanda pun memejamkan matanya namun setelah sekian detik ia tak merasakan sakit ditubuh nya malah ia merasa ada tangan yang menahan pinggang nya.
amanda pun dengan perlahan membuka matanya, dia terkejut bahwa alvaro lah yang menahan tubuhnya agar tak terjatuh, amanda tak mengira bahwa alvaro akan menolong nya.
begitu pula dengan para sahabat lainnya yang terkejut melihat kejadian di depan nya.
amanda pun dengan segera bangkit berdiri. " emm thanks." ucap nya dengan kikuk.
alvaro pun mengangguk, dia pun melihat kearah bawah lalu jongkok.
" eh.. "
amanda pun terkesiap saat alvaro jongkok didepan nya dengan segera ia memundurkan kakinya. alvaro pun menahan nya lalu meraih tali sepatu amanda dan mengikatkan nya setelah nya dia pun berdiri.
" duduk." ucap alvaro.
amanda pun tersadar dari rasa terkejut nya lalu duduk, " thanks al, tapi seharusnya lo gak ngelakuin itu."
__ADS_1
" gak masalah."
" itu tadi beneran al." bisik azka.
" entah."
" kayaknya dia kerasukan deh." balas azka.
" kalian ngapain sih bisik- bisik." ucap Elena.
" engga kok el. " jawab azka.
tak lama pesanan mereka pun datang.
mereka mulai memakan namun sebelum itu mereka meracik bakso nya agar tambah enak.
saat amanda ingin menambah sambal nya ada sebuah tangan yang menahan nya lalu mengambilnya.
" loh al, kenapa diambil gue belum selesai. " ucap amanda.
" lo udah banyak pakai sambal. " jawab nya.
jawaban dari alvaro membuat para sahabat nya melongo, sejak kapan alvaro perhatian sama amanda.
" al lo gak papa kan? " tanya azka.
alvaro pun menggeleng. sedangkan amanda cemberut karena dia merasa ada yang kurang di bakso nya, tapi dia tak berani mengambil mangkuk sambel yang berada di depan alvaro.
alvaro pun merasa entah mengapa badan nya reflek melakukan semua nya dari saat amanda akan terjatuh, membenarkan tali sepatu bahkan menahan amanda menambah sambal.
akhirnya setelah beberapa saat mereka pun telah selesai memakan makanan nya.
karena telah selesai mereka pun memutuskan untuk kembali ke kelas namun untuk para cewek memutuskan untuk melihat tania yang menjalankan hukuman nya.
saat masuk mereka disuguhkan dengan geng tania yang sedang sibuk membersihkan perpustakaan.
" ternyata mereka beneran dateng? "
tania yang menyadari kehadiran amanda pun datang menghampiri nya.
" mau apa lo kesini. mau mentertawakan kita." tuduhnya.
" dih lo jangan main tuduh ya orang kita mau dateng aja kesini." sahut Keisha.
" gue cuma mau ke perpustakaan bukan mau menertawakan kalian." ucap amanda, tania pun diam lalu pergi.
" kenapa tuh anak tumben gak ngebales omongan kita." heran Keisha.
" sudah lah biarkan saja lebih baik kita ke kelas aja." ucap Elena mereka pun menyetujui nya lalu pergi menuju kelas.
saat di perjalanan menuju kelas amanda pun bertemu dengan Xavier.
raut wajah Xavier terlihat sedang menahan amarah hingga saat berpapasan dengan amanda dia segera menarik tangan amanda.
amanda pun terkejut atas perlakuan Xavier itu namun dia mengikuti langkah Xavier karena dia tak bisa melepaskan pegangannya.
" eh Xavier mau dibawa kemana amanda? " teriak Keisha namun tak dihiraukan nya.
" duluan saja." ucap amanda tanpa bersuara.
" sudah lah mungkin mereka sedang ada urusan." ucap Clarissa.
__ADS_1
Keisha pun mengangguk, " ayo ke kelas." mereka pun melanjutkan langkah nya.
Xavier dan amanda pun kini berada di taman belakang sekolah. Xavier pun melepaskan pegangan nya saat tiba disana.
amanda pun mengusap tangan nya yang terasa sakit karena tarikan dari Xavier, " lo kenapa sih vier."
Xavier pun diam tak menjawab.
" ya sudah kalo lo gak mau Jawab gue ke kelas aja." ucap amanda namun sebelum berbalik ada tangan yang menahan nya.
" lo kenapa sih. " tanya amanda.
" lo ada hubungan apa sama alvaro." tanya Xavier. ternyata Xavier mendengar desas-desus kejadian tadi saat di kantin, sebenarnya dia tadi akan pergi ke kantin namun tidak jadi karena ada panggilan dari guru olahraga untuk membicarakan tentang pertandingan tadi, sedangkan para sahabat nya menunggu di rooftop sekolah.
saat dia akan pergi menyusul ke rooftop dia mendengar pembicaraan para siswi kejadian amanda bersama alvaro pastinya kalo sudah gosip pasti akan dilebih-lebihkan ceritanya, entah kenapa dia merasa marah mendengar nya. dia pun berbalik menuju arah kantin namun kebetulan dia bertemu dengan amanda di Koridor nah jadilah mereka disini.
amanda mengerutkan dahinya, " gue gak ada hubungan apa pun sama alvaro."
" lalu kejadian di kantin."
" itu karena dia mau nolongin gue aja, kalo gak mungkin gue udah jatoh tadi."
Xavier pun lega mendengar nya, " kenapa lo bisa mau jatuh? "
" karena tali sepatu gue lepas, jadi lo narik- narik tangan gue cuma karena ini doang. sakit tau tangan gue."
Xavier pun dengan segera mengambil tangan amanda yang ia tarik tadi dia pun melihat kulit amanda memerah karena tarikannya.
Xavier pun merasa bersalah karena nya, " sorry gue nyakitin lo. gue gak sengaja." Xavier pun mengusap pelan pergelangan tangan amanda.
" iya gak papa, gue cuma heran aja lo keliatan marah tadi gue kira kenapa ternyata cuma karena itu doang. " amanda pun tiba-tiba menutup mulut nya terkejut.
" lo marah karena kejadian gue di kantin apa jangan-jangan." lanjutnya.
" Jangan-jangan apa? " tanya Xavier heran.
" apa jangan-jangan lo cemburu."
Xavier pun terdiam namun tak terasa kupingnya memerah, " apa iya gue cemburu." tanyanya dalam hati.
" engga gue gak cemburu." kilahnya.
" oh ya kok telinga lo merah gini." goda amanda.
" emm ya karena kepanasan, udah ayo ke kelas." ajak Xavier lalu berbalik menuju kelas namun ucapan amanda menghentikan nya.
" kalo cemburu bilang aja pak hehehe."
Xavier pun berbalik, " kalo memang gue cemburu gimana? "
kini berbalik amanda yang terdiam kikuk dia berpikir Xavier takkan mungkin mengakui nya namun ternyata Xavier berani mengakuinya.
amanda terkejut bahwa Xavier cemburu itu berarti Xavier mempunyai perasaan padanya.
" emm kenapa lo cemburu gue sama Alvaro."
" karena gue suka sama lo." ucap Xavier dengan tegas.
amanda pun semakin terkejut mendengar nya.
" emm.. gue...
__ADS_1
bersambung..