Antagonis Novel

Antagonis Novel
24


__ADS_3

dimeja lain ada seseorang yang menatap tajam pada amanda yang tersenyum bersama sahabat nya dia adalah Xavier.


Xavier merasa tak suka jika amanda tersenyum seperti itu ia ingin senyumnya hanya untuk nya saja.


saat asik memperhatikan amanda tepukan dipundak nya membuat ia menoleh.


puk.. puk.. " udah jangan dilihatin aja bro." ucap max yang ternyata menepuk nya.


" lihatin siapa juga." kilah Xavier.


" kita juga tahu mata lo ke arah mana." sahut justin.


" iya jadi lo gak bisa ngelak lagi." timpal nathan.


huh,, Xavier pun mendengus kesal mendengar nya.


" hahaha jadi gimana bro? lo suka sama dia? " tanya justin


" cuma sekedar tertarik untuk saat ini." akhirnya Xavier pun mengakuinya


" tertarik lama kelamaan suka terus cinta iya kan." goda nathan.


" gue gak tahu ke depan nya akan seperti apa, sekarang gue akan jalani aja sesuai alurnya." ucap Xavier.


" ya yang pasti jika lo emang benar tertarik dengan dia, berusaha lah mulai sekarang untuk dekat dengannya." saran justin.


" iya jangan sampai keduluan orang, amanda itu cewek cantik pasti banyak yang menyukai dia walaupun sikap dulu apalagi dengan sikap nya yang berubah sekarang pasti bertambah banyak yang menyukai nya." timpal nathan.


Xavier pun menerima masukan dan saran dari sahabat nya, ya memang benar dia harus berusaha dari sekarang agar bisa tambah dekat dengan amanda. jangan sampai amanda nya direbut orang lain. eh apa dia bilang, amanda nya.


Xavier pun tersenyum tipis, ya dia rasa itu emang benar.


Xavier pun membuka pesan nya yang ia kirim pada amanda dan ternyata belum ada balasan. dia pun segera mengetikan sesuatu.


max yang tak sengaja melihat nama kontak yang berada di handphone Xavier pun menyeringai. garcep juga ternyata. pikir max.


ting.


amanda yang sedang mengobrol dengan Sahabat nya pun terhenti ketika mendengar suara di handphone nya. lalu membuka pesan nya yang ternyata dari Xavier, dia bahkan lupa membalas pesan Xavier tadi.


" pulang bareng gue." isi pesan itu.


amanda pun segera membalas nya.


ting. suara handphone Xavier.


" oh oke gue save." balas pesan pertama amanda.


" sorry tapi gue bareng keisha." sambung nya.


Xavier pun segera membalas nya sambil melihat ke arah amanda yang tengah membaca pesan nya.


ting. pesan masuk ke handphone amanda.


" kemarin malam bunda minta buat gue ajak lo ke rumah."


amanda pun bingung harus Jawab apa. dia pun berpikir tapi jika menolak dia merasa tak enak dengan bunda.


Xavier tak berbohong soal bunda yang meminta mengajak amanda ke rumah nya. semalam saat di perjalanan bunda meminta Xavier untuk mengajak amanda jadi Xavier pun menyampaikan nya.


ting. pesan masuk ke handphone Xavier.


" oke tapi gue tunggu di gerbang saja ya." balas amanda.


Xavier pun mengernyit heran kenapa amanda malah ingin menunggu nya di gerbang saja. ah mungkin dia tak mau jika ada gosip tentang dia dan dirinya, juga mungkin amanda belum siap dengan pertanyaan orang-orang. baiklah Xavier turuti.


ting.


amanda pun segera membacanya.


" oke gue tunggu di gerbang."


amanda pun mematikan handphone nya lalu menyimpan nya di saku.


tak lama bel berbunyi pertanda masuk.


tringg.. tringgg..


mereka pun beranjak pergi dari kantin menuju kelasnya.


" bye manda, keisha kita masuk duluan ya." ucap Clarissa setelah mereka sampai didepan kelas nya.


" bye manda, keisha besok kita bareng lagi. " ucap Elena.


" oke bye. "keisha dan amanda bersamaan.


kini amanda dan keisha tengah duduk di bangku mereka.


lalu datang lah regi ketua kelas yang tadi dipanggil ke kantor.


" woy guys hari ini kita jamkos, bu rini gak masuk soalnya lagi ada acara. tapi kita gak boleh berisik apalagi keluar." ucap nya memberi informasi.


" yeee.. " sorak bahagia para murid kelas amanda.


" suttt gue bilang tadi apa jangan berisik." tegur regi. dia pun berjalan menuju kursinya.


keisha pun teringat jika ia belum membahas tentang Xavier pada amanda, mumpung lagi jamkos makanya ia bertanya sekarang.


" oh ya man gue lupa tentang Xavier lo ada hubungan apa sama dia? sorry ya gue kepo hehehe."


amanda pun merasa keisha perlu tahu tentang ini karena bagaimana pun dia adalah sahabat nya. dia pun melihat sekeliling nya lalu dia melihat bangku yang berada di pojok kosong karena orang nya tak masuk, amanda pun segera menarik tangan keisha menuju bangku itu agar pembicaraan mereka tak ada yang mendengar.


" ikut gue." ucap amanda sambil menarik tangan keisha. keisha pun mengikuti langkah amanda.


mereka pun kini sudah duduk di bangku pojok itu, lalu amanda menjelaskan nya.


" sebenarnya gue ga ada hubungan apa-apa sama Xavier. tapi tadi malem tuh gue makan malam diluar sama orang tua gue lalu tanpa sengaja kita ketemu dengan keluarga Xavier yang kebetulan mereka mau makan malam di sana." ucap amanda pelan karena takut terdengar oleh yang lain.


keisha pun tak diam tak menyela dia mendengar terus penjelasan amanda.


" dan lo tau ternyata orang tua Xavier sama orang tua gue Sahabatan, mommy sama bunda Xavier bersahabat saat SMA nah sedangkan daddy dengan ayah nya Xavier sahabat satu kampus cuma karena mereka beda kampus dan pindah jadi mereka pisah dan tadi malem mereka bertemu kembali." ungkap amanda.


" jadi mommy sama bunda Xavier sahabatan dari SMA cuma pas lulus mereka pisah karena beda kampus terus hilang kontak, lalu sedang kan daddy juga ayah Xavier bersahabat saat satu kampus lalu berpisah setelah lulus karena pindah. begitu? " papar keisha memastikan.


" that' s right,,, seratus buat lo. "


" gak nyangka gue kok bisa ya kebetulan gitu, nah terus- terus gimana kelanjutan nya lo gak terkejut gitu Xavier anak mereka."

__ADS_1


" ya gue terkejut lah bahkan saat mendengar marga ayah Xavier, Alexander gue jadi keingat sama Xavier yang bermarga sama dan ternyata tebakan gue benar." Jawab amanda.


" lalu."


" ya setelah itu kita memutuskan untuk makan malam bersama deh, nah jadi begitulah hubungan gue sama Xavier." ucap amanda.


" udah gitu doang, biasanya nih ya kalo di novel yang gue baca orang tua yang sahabatan jika lihat anak- anak mereka bisa dijodohkan mereka akan menjodohkan nya, apa lo gak seperti itu? " tanya keisha.


" kok lo nanya nya gitu."


" ya cuma nanya aja, apa jangan-jangan bener lagi pertanyaan gue."


amanda pun menghela napas lalu mengangguk pelan. keisha pun terkejut sambil menutup mulut nya.


" what? seriusly."


" iya mommy dan bunda merencanakan perjodohan antara gue dan Xavier, cuma mereka gak memaksa dan memberi kita kesempatan untuk saling pendekatan terlebih dahulu. jika kita cocok ya lanjut perjodohan nya kalau pun tidak ya tidak apa-apa, mungkin kita bisa berteman. " jelas amanda.


" ya syukur lah kalau mereka gak terlalu memaksakan. tapi emang lo gak suka gitu sama Xavier secara dia juga kan cowok populer disekolah apalagi sama wajah nya yang ganteng. "


" apaan sih lo, cari cowok itu jangan lihat dia populer atau ganteng aja tapi harus yang mempunyai sikap yang baik , buat apa ganteng kalau dia mempunyai sikap yang jelek."


" iya lo bener jangan asal menerima cowok apalagi cuma modal tampang aja."


" tapi emang lo gak baper saat di lapang waktu itu secara kalian terlihat romantis." goda keisha.


" ya.. ya engga lah masa gue baper gitu aja." kilah amanda.


" ah masa." goda keisha lagi.


" iya, oh ya gue gak pulang bareng lo ya hari ini." ucap amanda mengalihkan perhatian.


" loh kenapa? " tanyanya heran.


" gue,, em ,, gue mau bareng Xavier mau ke rumah nya dulu." cicit amanda.


" oh jadi lo mau ke rumah camer dulu nih."


" ih lo ya, udah deh jangan goda gue terus."


" iya iya,, oke gak papa lo gak bareng gue tapi kita ke parkiran bareng kan?"


" em gue mau nunggu di gerbang aja deh biar gak banyak orang yang liat kalau gue pulang dari parkiran bareng Xavier pasti bakalan jadi gosip."


" ya sudah kalau gitu, lo hati-hati nanti bisa aja nanti lo langsung terpikat sama pesona Xavier.hahaha."


" nyebelin ya lo. "


tringg.... tringg..


bel pun berbunyi pertanda pulang murid-murid pun segera berhamburan keluar.


amanda berniat untuk menunda sedikit waktu agar sekolah sepi dulu, dan kini hanya ada amanda juga beberapa murid saja yang kebetulan masih ada urusan disekolah, tadi ia pun sudah memberitahu Xavier dan Xavier pun menyetujui nya kini dia sudah menunggu di luar gerbang.


Untuk keisha dia sudah pulang terlebih dahulu, tadi dia sudah menawarkan untuk menemaninya tapi amanda menolak halus.


amanda pun segera keluar gerbang lalu dia melihat Xavier yang sudah ada di sana menunggu nya. dia pun menghampiri nya lalu menepuk pelan bahu Xavier.


Xavier kini sedang duduk di motor nya diluar gerbang. dia sedang menunggu amanda tak lama tepukan di bahu nya membuat ia menoleh ternyata dia adalah amanda yang ditunggu ya.


Xavier pun mengangguk lalu mengulurkan helm berwarna pink padanya.


" lo bawa helm dua? " tanya amanda heran.


" engga tadi gue pinjem sama teman yang kebetulan bawa helm dua."


amanda pun menerima nya lalu dia menatap heran, "kenapa helm nya terasa seperti baru apalagi bau nya juga sama. ah sudah lah lebih baik ia pakai saja" ucap amanda dalam hati.


padahal sebenarnya helm itu adalah helm baru yang dibeli Xavier untuk nya, dia memesan helm di aplikasi saat istirahat tadi. jadi sesudah bel tadi Xavier pun segera menuju luar gerbang untuk mengambil helm nya.


bahkan saat keluar kelas tadi Xavier menghiraukan panggilan dari sahabatnya. mereka menatap heran tingkah Xavier yang terburu-buru.


juga saat mereka melihat Xavier membawa sebuah helm berwarna pink membuat ia terus digoda oleh sahabat nya membuat ia mendengus kesal mendengar nya.


amanda sudah memasang kan helm di kepala nya, Xavier pun menoleh padanya.


" sudah? "


amanda pun mengangguk.


" naik." perintah nya.


amanda pun menatap ragu motor didepan nya bagaimana ia bisa naik dengan rok seperti ini, merasa tak kunjung naik Xavier pun menoleh lagi.


" kenapa? " tanya Xavier heran.


" gue gak bisa naik dengan rok kayak gini."


Xavier pun melihat rok yang dikenakan amanda. ck ia melupakan hal itu, Xavier pun turun dari motor lalu membuka jaket nya, setelah nya dia pun memasang kan nya pada pinggang amanda.


saat Xavier memasang kan jaket, tubuh amanda menegang. tubuh ia dan tubuh Xavier sangat dekat sekali. Xavier pun telah selesai mengikat jaketnya.


" sudah kan, sekarang lo bisa naik." ucap Xavier lalu naik ke motor nya.


Xavier pun mengulurkan tangan nya agar amanda lebih mudah untuk naik, amanda pun menerima uluran tangan nya. amanda pun naik ke motor Xavier lalu berpegangan pada tas Xavier yang menjadi pembatas mereka. setelah nya mereka pun pergi meninggalkan area sekolah.


di perjalanan sesekali Xavier melirik spion nya, ia melirik amanda yang berada dibelakang nya. amanda terlihat sedang menikmati perjalanan nya.


setelah beberapa menit diperjalanan mereka pun sampai di Mansion Xavier yang terlihat lebih besar dari mansion nya.


mereka pun turun dari motor lalu melepaskan helm mereka setelahnya Xavier pun mengajaknya masuk.


amanda melihat kagum saat masuk mansion Xavier, interiornya membuat ia selalu kagum melihat setiap sisi mansion itu.


Xavier pun segera mencari bunda nya, dia bertanya pada salah satu maid nya yang kebetulan melewat.


" dimana bunda? "


" nyonya sedang ada di dapur tuan muda sedang membuat kue."


" baiklah terimakasih."


" Sama-sama tuan, saya permisi."


" lo tunggu disini gue panggil bunda dulu." perintah Xavier pada amanda.


" emm gue ikut aja boleh? " pinta amanda.

__ADS_1


" yasudah ikut gue."


mereka pun berjalan menuju dapur. di dapur bunda terlihat sedang sibuk mencampurkan adonan.


" assalamu'alaikum bunda." ucap Xavier.


" assalamu'alaikum bunda." ucap amanda.


" waalaikumsalam eh kalian udah pulang." seru bunda.


bunda pun segera membuka sarung tangan nya lalu mencuci tangan. setelah nya menghampiri mereka.


Xavier dan amanda pun segera meraih tangan bunda secara bergantian untuk salaman.


" ya ampun sayang maaf ya bunda gak nyambut kedatangan kamu, bunda keasikan di dapur bikin kue."


" gak apa-apa bunda gak usah minta maaf begitu. oh ya bunda sedang bikin apa? "


" bunda mau bikin brownies sama cookies. kamu udah makan siang sayang?"


" belum bun, hehehe."


" bunda juga belum, ya sudah kamu istirahat dulu nanti bunda akan masak buat kalian."


" Xavier ke kamar ya bun."


" iya nanti kita makan siang bersama. oh ya kamu bisa sekalian anterin manda ke kamar tamu biar dia istirahat. "


" emm bun, manda mau bantu bunda masak aja disini." sahut amanda cepat.


" gak usah sayang kamu capek habis sekolah jadi lebih baik kamu istirahat." ucap bunda menolak halus.


" gak papa bun, manda gak capek kok. ya boleh ya. "


" yasudah kamu boleh bantu tapi ganti seragam nya dulu ya masa kamu masak pakai seragam."


" eh gak usah bun, manda gak papa kok pakai seragam. "


" no, kamu pasti udah gerah pakai seragam dari tadi jadi lebih baik kamu ganti baju. tapi mungkin kamu pakai baju Xavier gak papa karena kalau pakai baju viera pasti kekecilan."


" bang tolong pinjamkan kaus kamu ya buat manda."


Xavier pun mengangguk.


" em tapi bun."


" udah gih sana ikut Xavier." suruh bunda.


" ayo." ajak Xavier.


amanda pun mengikuti langkah Xavier.


" masuk. " ucap Xavier setelah membuka pintu kamar nya.


saat amanda masuk hidung nya langsung bisa merasakan wangi khas Xavier, dia pun masuk ke kamar itu lalu Xavier segera membuka lemari nya mencari kaus yang cocok untuk amanda.


amanda memperhatikan kamar Xavier yang bernuansa monokrom. Xavier pun menghampiri amanda setelah mendapatkan baju yang cocok untuk nya.


" nih." ucap Xavier lalu mengulurkan sebuah kaus warna putih padanya.


amanda pun segera menerima nya.


" lo bisa ganti di sana." tunjuk Xavier ke arah kamar mandi yang ada dikamar nya.


" oke. thanks. " amanda pun segera masuk ke sana untuk ganti baju.


Xavier pun mendudukkan tubuh nya di pinggir ranjang nya. lalu tak lama amanda pun keluar.


cek lek...


" gue ke bawah ya, buat bajunya gue pinjem dulu nanti besok gue balikin." pamit amanda setelah berganti baju.


" heem." Jawab Xavier. amanda pun segera keluar dari kamar Xavier. setelah kepergian amanda Xavier pun memutuskan untuk membersihkan badannya.


" maaf bun lama." ucap amanda saat menghampiri bunda.


" iya gak papa sayang."


" apa yang bisa manda bantu bun? " tanya amanda.


" nah kamu bisa tolong bantu iris semua bahan ini. bisa? " tunjuk bunda yang ternyata berisi bawang, cabe, tomat dan bawang daun.


" bisa bun, kita mau masak apa bun? "


" kita masak ayam kecap, tahu goreng, sayur bayam dan tumis brokoli. apa ada yang ingin kamu masak? "


" engga bun, ini juga sudah cukup kok. "


mereka pun mulai memasak bersama, bunda menatap kagum pada amanda yang terlihat sudah lihai memasak.


" kamu ternyata sudah lihai ya memasak." puji bunda.


" engga kok bun manda belum selihai bunda, manda masih dalam proses belajar memasak."


" bunda kagum melihat nya kamu sudah cantik, baik, rajin masak lagi."


" ah bunda bisa aja. "


mereka pun akhirnya telah selesai memasak setelah menghabiskan waktu 30 menit di dapur


mereka pun menata nya dimeja makan..


" oh ya manda boleh tolong panggilkan Xavier di kamar nya takut dia ketiduran." pinta bunda.


" iya bun."


amanda pun pergi menuju kamar Xavier. setelah sampai di kamar Xavier dia pun segera mengetuk pintu nya namun sudah lama ia berdiri dan mengetuk pintu tak kunjung dibuka. amanda pun memutuskan untuk masuk takut yang dipikirkan bunda benar.


setelah masuk dia pun mencari keberadaan Xavier. " ah seperti nya dia tidak ada tapi kemana" tanya manda dalam hati.


lalu tak lama ada sebuah pintu yang terbuka dan membuat amanda menoleh.


cek lek...


"Aaaaa...


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2