
setelah berdoa mereka mulai makan. suasana menjadi hening karena mereka fokus dengan makanan nya.
beberapa menit kemudian mereka pun telah selesai.
" alhamdulillah." ucap mereka.
mereka pun melanjutkan makan desert, sambil melanjutkan obrolan mereka.
" oh ya manda dikelas apa? " tanya vania.
amanda pun menoleh " manda dikelas XII IPA 2 tan. "
" oh tante kira kamu satu kelas sama Xavier." ucap vania.
"engga tan. Xavier kan dikelas IPS." jawab amanda.
" kalian dekat atau sekedar kenal saja disekolah? " tanya mommy.
" kita hanya sekedar kenal saja mom. " Jawab amanda.
" amanda sudah punya pacar?" tanya vania.
" belom tan."
" wah sama dong Xavier juga belum."
" apaan sih bun." kata Xavier.
vania pun melirik pada sahabat nya, kinara yang mengerti tatapan nya pun tersenyum.
" gimana kalau kalian kita jodoh kan." celetuk mommy.
" iya aku setuju." timpal vania.
amanda yang sedang minum pun terkejut dan tersedak. " uhuk.. uhuk.." mommy pun segera menepuk pelan punggung amanda.
" ya ampun sayang pelan- pelan dong."
Xavier yang mendengarnya pun terkejut.
" ya mommy main ngomong asal aja manda kan jadi terkejut." ucap manda setelah batuknya reda.
" mommy gak ngomong asal kok mommy serius."
" iya sayang kami serius kok."
" bun./ mommy." ucap amanda dan Xavier bersamaan.
" tuh kan kalian aja udah kompak gitu. udah cocok." sahut vania.
edgar dan Aldrich hanya memperhatikan saja. mereka tak akan ikut campur dengan urusan perjodohan itu, jika mereka mau ya bagus jika tidak pun mereka tak akan memaksa.
" sayang ini cuma rencana saja, kita gak akan memaksa kalian. tapi kalau kalian mau kalian bisa mulai pendekatan dari sekarang. jika sekiranya kalian cocok kita lanjutkan perjodohan nya kalau tidak mungkin kalian bisa berteman. gimana mau coba? " ucap mommy dengan penuh harap begitu pun vania yang menatap Xavier.
Xavier dan amanda yang ditatap seperti itu tak tega menolak nya, mungkin dengan ini bisa membuat ibu mereka bahagia, toh tidak ada paksaan juga.
amanda pun menghela napas pelan." iya mom aku akan coba."
" iya bun aku akan coba." sambung Xavier.
" wah mommy senang dengar nya."
" bunda juga senang dengar nya. mulai hari ini jangan panggil tante lagi tapi bunda, ya manda." ucap bunda vania.
" iya betul, kamu juga ya Xavier panggil mommy. " sambung nya dengan semangat.
edgar dan Aldrich yang melihat istri mereka senang pun tersenyum.
" jangan lupa ayah juga." timpal Aldrich.
" daddy juga." ucap edgar tak mau kalah.
mereka pun tertawa bahagia. amanda yang melihat mereka bahagia pun tersenyum senang. akhirnya dia bisa menjadi penyebab salah satu bahagia mereka. biarlah ini menjadi sebuah penebus untuk sikap amanda dulu.
viera pun lalu mendekati Xavier lalu berbisik.
" wah abang pasti senang banget kan dijodohkan sama kak amanda." bisik nya lalu menjauh.
" sutt anak kecil diem aja." balas Xavier dengan suara pelan.
viera pun terkekeh geli.
didalam hati Xavier entah kenapa ia merasa senang saat mendengar perjodohan itu, apalagi ditambah melihat wajah bunda yang menatap penuh harap padanya jadi ia rasa keputusan nya tak salah.
kini sudah pukul 9 malam mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang . tak lupa mommy dan bunda saling bertukar kontak sebelum berpisah. begitu pun dengan Xavier dia mengulurkan handphone nya pada amanda.
amanda menatap nya bingung.
" tulis nomor lo." ucap Xavier.
amanda pun mengangguk mengerti lalu mengambil handphone itu setelah nya dia pun mengetikkan nomor nya." sudah." ucapnya sambil mengulurkan lagi handphone itu.
Xavier pun mengambil nya lalu menyimpan nya. orang tua mereka pun hanya memperhatikan saja. setelah nya mereka pun saling berpamitan.
" nanti kita atur ketemu lagi aku masih kangen cerita- cerita sama kamu." ucap mommy.
" iya nanti kita ketemu lagi, kamu bisa datang ke rumah aku atau bisa aku ke rumahmu." jawab bunda.
" nah iya nanti kita saling ketemu bergantian di rumah masing-masing. ya sudah kita pamit ya, Hati-hati kalian dijalan." pamit mommy.
" iya kalian juga hati-hati."
" kita pamit al, nanti kamu kalau ada waktu bisa mampir ke kantor saya jangan sungkan." ucap daddy.
" iya hati-hati. kamu juga sebaliknya bila ada waktu mampirlah ke kantor saya."
mereka pun berpelukan sebentar begitu pun dengan mommy yang memeluk bunda, sedangkan amanda memeluk viera.
" sampai ketemu lagi viera nanti kamu main ya ke rumah kakak." ucap amanda.
" iya kak, Kak manda juga nanti main ke rumah sekalian ketemu bang Xavier." goda nya.
" kamu ini ya. bye kakak pulang." ucap amanda sebelum nya dia berpamitan pada Xavier juga yang berada di dekat viera.
__ADS_1
" gue duluan ya Xavier."
" iya hati-hati."
daddy pun menepuk pundak Xavier. " duluan ya kamu hati-hati nyetir nya."
" iya dad, daddy juga hati-hati." jawab nya.
keluarga amanda pun masuk kedalam mobilnya, setelah mereka pergi keluarga Xavier juga masuk kedalam mobil lalu pergi.
******
amanda kini telah sampai di rumah nya ia pun pamit masuk ke dalam kamarnya duluan. setelah sampai dikamar amanda segera duduk di meja rias nya lalu membersihkan make up. selesai membersihkan make up amanda pun segera mengambil baju nya lalu masuk ke kamar mandi.
kini wajah amanda telah bersih setelah dia mencuci muka tak lupa ia menggosok kaki dan mencuci kakinya. amanda pun naik ke kasurnya lalu merebahkan badannya.
" huft.. ini tak sesuai dengan rencana gue sebelum nya. gue dulu berencana setelah meminta maaf mau menjauh para tokoh utama tapi hasilnya gue sekarang jadi sahabat nya. " gumamnya.
" tapi gue senang juga bisa bersahabat dengan elena dia baik juga tulus orang nya."
" dan sekarang gue malah mau dijodohkan sama Xavier, ya walaupun dulu gue pernah berpikir jika amanda sama Xavier tapi.. ah bingung gue."
" udah lah sekarang tidur aja biar waktu yang menjawab semuanya. lagipula mommy dan bunda gak memaksa juga kan."
amanda pun memejamkan matanya lalu terlelap.
saat amanda sudah terlelap handphone amanda pun berbunyi sekilas menandakan ada pesan masuk.
ting..
" sudah sampai? "
****
Xavier kini telah berada di kamarnya, dia tengah membaringkan badan nya sambil terus menatap handphone nya. " ah seperti nya dia sudah tidur."
gumamnya.
iya tadi Xavier mengirimkan pesan pada amanda, awalnya ia ragu bahkan bingung mau kirim pesan apa. tapi akhirnya dia pun memberanikan diri mengirimkan pesan singkat.
merasa tak ada tanda- tanda dibalas Xavier pun memutuskan menyimpan handphone nya lalu memejamkan matanya.
******
keesokan paginya adalah hari senin hari dimana para murid malas untuk mengikuti upacara. bagaimana tidak malas sudah harus bangun lebih pagi lalu berdiri lama, ditambah jika gurunya memberi pidato yang sangat panjang itu membuat para murid berjemur sangat lama dibawah teriknya matahari.
begitu pun dengan Amanda beruntung tadi pagi ia tidak kesiangan hingga ia tak terlambat.
amanda pun menyeka peluh di dahi nya. hari terasa sangat panas padahal masih pagi tapi matahari sudah semakin terik.
" huh kapan selesai nya sih ini pidato." keluh Amanda sambil tangannya mengipas-ngipasi.
" iya bener lagian kenapa coba ngebahas nya pas upacara begini." timpal Keisha yang kebetulan berada di dekat Amanda.
akhirnya setelah sekian lama guru itu pun telah selesai dengan pidato nya, setelah itu upacara pun selesai. para murid pun membubarkan diri. Sebelum ke kelas ada sebagian yang mampir dulu ke kantin untuk membeli minum.
" ah segar nya." ucap amanda yang kini sedang duduk di bangku kantin bersama keisha.
" yasudah yuk kita langsung ke kelas." ajak keisha.
" sudah sampai." isi pesan itu
amanda tak tahu siapa yang mengirimkan pesan itu lalu dia pun membalas pesan itu dengan menanyakan nama pengirim nya.
" siapa? " balas amanda pesan itu.
amanda pun kini sudah sampai dikelasnya beruntung belum ada guru yang masuk. kelas itu masih ramai ya setelah amanda meminta maaf kelas itu tidak lagi sunyi walaupun ada amanda.
amanda pun duduk di bangku nya berdua dengan keisha. amanda pun membuka minuman nya lalu meminumnya tak lama masuk lah sebuah pesan di handphone nya.
ting.
amanda pun segera membuka nya, ia terkejut melihat pesan itu yang membuat amanda tersedak minum nya.
uhuk- uhuk...
amanda pun menyimpan handphone nya yang masih menyala di atas meja. dia berusaha menepuk-nepuk dadanya agar batuk nya.
keisha yang melihat itu pun segera membantu amanda menepuk pelan punggung nya. matanya tak sengaja membaca pesan yang masuk di handphone amanda. " Xavier? Xavier mana? apa jangan-jangan." tebak keisha dalam hati.
" ya ampun manda lo kenapa sih kok bisa tersedak begini. pelan- pelan dong minumnya." kata keisha sambil menepuk pelan punggung amanda.
amanda pun sudah meredakan batuk nya.
" engga papa kok cuma kaget aja, makasih ya."
" iya, oh ya btw tadi sorry gue gak sengaja baca pesan lo. itu tadi Xavier, Xavier yang disekolah ini kan? " tanya keisha penasaran.
amanda pun menghela napas pelan ia pun mengecek ponsel nya ternyata benar yang mengirim pesan semalam itu adalah Xavier." huft..kenapa juga dia lupa, padahal kan tadi malam dia sendiri yang memberi kan nomor padanya. seharusnya dia sudah bisa menebak dan tak terkejut seperti ini. " rutuk nya dalam hati.
" iya dia Xavier yang lo maksud." Jawab amanda pelan.
" what. jadi lo-
ucapan keisha terhenti saat bu guru masuk.
" kita lanjut di kantin." ujar amanda.
" selamat pagi menjelang siang anak-anak." sapa bu guru.
" selamat pagi menjelang siang juga bu." ucap para murid serentak.
bu guru pun langsung duduk dan mengabsen murid-murid nya.
" baiklah hari ini kita lanjutkan pembelajaran kita... bla.. bla.. bla.. "
bu guru pun memulai pembelajaran.
tringgg.....
bel pun berbunyi pertanda istirahat. bu guru pun segera membereskan buku- bukunya lalu berpamitan pergi.
" baiklah sampai disini pembelajaran kita jangan lupa tugasnya dikumpulkan pada pembelajaran selanjutnya. selamat istirahat."
__ADS_1
" baik bu."
mereka pun segera keluar kelas setelah bu guru pergi. begitu pun dengan amanda juga keisha yang kini berjalan menuju kantin.
disaat keluar kelas mereka bertemu dengan elena dan Clarissa juga Xander dkk. mereka pun memutuskan untuk ke kantin bersama.
" oh ya sha, cla, el kalian duluan aja ya gue mau ke toilet dulu bentar." ucap amanda.
" yasudah kita temenin." ucap mereka.
" gak usah cuma bentar kok gak lama."
" yasudah mau gue pesenin sekalian." tawar keisha.
" boleh.ya sudah gue ke toilet dulu ya." ucap amanda lalu berjalan menuju toilet.
mereka pun melanjutkan berjalan menuju kantin.
di toilet amanda kini sudah menuntaskan apa yang ia tahan sedari tadi. setelah nya amanda pun berjalan menuju pintu keluar, saat amanda membuka pintu keluar pintu itu pun terdorong dari arah luar hingga membuat amanda mundur.
lalu masuk lah empat orang perempuan yang tak lain adalah tania dkk.
" wah-wah akhirnya kita bertemu lagi." ucap Tania.
amanda pun memutar bola matanya malas, " huh dia lagi." ucap nya dalam hati.
" minggir." ucap amanda.
" weits santai dulu dong kita kan udah lama gak bareng lagi jadi jangan terburu-buru begitu." tahan tania.
" kenapa lo gak mau gabung lagi sama kita." tanya tania sambil merangkul amanda.
amanda pun melepaskan rangkulan itu. " gue kam udah bilang waktu itu sama lo. gue mau berubah jadi lebih baik lo minggir."
" udah lah manda disini cuma ada kita jadi lo gak usah Pura-pura lagi." sahut clara.
" iya kita tahu waktu itu itu di kantin lagi ramai jadinya lo akting seperti itu." sambung sarah.
" nah sekarang cuma kita berlima jadi lo gak usah akting lagi." timpal Rani.
" nah dengarkan omongan temen-temen gue." ucap Tania.
" dengar ya gue gak peduli mau kalian percaya atau nganggap gue pura-pura atau akting sekalipun gue gak perduli. dan ingat satu hal ini gue gak akan pernah bergabung lagi sama kalian, sesuai dengan ingatan gue yang hilang maka semuanya pun hilang termasuk hubungan gue sama kalian." ucap amanda.
" oh jadi lo milih buat berhenti. baiklah maka lo yang kini akan jadi korban nya."
Tania pun memberi kode pada temannya. Teman-teman nya pun mengerti lalu memegang tangan amanda.
amanda pun memberontak.
" lepas,,, lepas gak. " perintah amanda.
" well sekarang lo gak akan lepas hari ini." ucap Tania meremehkan.
" pengecut lo. kalau berani satu lawan satu bukannya keroyokan begini." ucap amanda.
Tania pun mendekati amanda lalu mencengkram dagunya. " kenapa lo takut? "
" gue gak pernah takut sama lo." amanda pun segera menendang kaki tania hingga tania tersungkur, lalu dia pun menginjak kedua kaki sarah dan clara lalu mendorong nya. Rani yang melihat temannya terjatuh pun segera mendatangi amanda berniat menjambak rambut nya namun tak kalah cepat dengan amanda yang segera mendorong nya.
tania bangkit lalu berusaha menggapai tangan amanda, namun amanda segera menangkis lalu meraih tangan tania lalu memiting leher tania.
" well kali ini siapa yang takut? " bisik amanda di telinga tania.
" dengar walaupun gue hilang ingatan gue akan tetap berada di atas kalian, jadi kalau kalian berani mengusik gue kalian akan merasakan lebih dari ini. camkan itu." ucap amanda lalu mendorong tubuh tania pada temannya nya.
amanda pun berbalik lalu keluar meninggalkan tania dkk..
diluar toilet amanda merapihkan dulu penampilan nya lalu berjalan menuju kantin menyusul para sahabat nya.
amanda kini sudah sampai dimeja sahabat nya. di sana sudah terdapat makanan yang dipesan oleh keisha untuknya.
" lo kok lama banget sih manda? " tanya keisha.
" hehe sorry tadi ada hama pengganggu dijalan." Jawab amanda. mereka pun mengernyit heran mendengar ucapan amanda.
" hama pengganggu? maksud lo? " tanya elena penasaran.
" udah nanti aja ya gue laper nih hehehe ." ucap amanda mengalihkan perhatian.
" ya sudah lo makan dulu nanti keburu masuk lagi." sahut Clarissa walaupun sebenarnya ia pun penasaran dengan ucapan amanda.
mereka pun melanjutkan makan. setelah selesai makan keisha pun bertanya tentang hama yang di maksud oleh amanda.
" manda maksud hama tadi itu apa? " tanya keisha.
amanda pun menghela napas lalu menceritakan kejadian nya.
" tapi lo gak papa kan?" tanya keisha khawatir setelah mendengar cerita amanda.
" tenang aja gue gak papa kok." Jawab amanda.
" keren ya lo bisa ngalahin mereka berempat sendirian. " sahut Gilang
" lagian seorang amanda dilawan dari dulu juga kan lo cuma ngebully sendiri mereka cuma diam dan terus memprovokasi lo aja. " ucap azka tanpa sadar membahas sikap amanda dulu.
" eh sorry." sambungnya setelah sadar dengan ucapan nya.
" iya gak papa kok santai aja, itu memang benar sikap gue dulu ya walaupun gue gak ingat gimana gue dulu tapi mendengar ucap kalian juga para murid membuat gue sadar seburuk itu sikap gue. tapi gue sekarang mau berubah, gue mau merubah sikap menjadi lebih baik." tutur amanda.
" kita percaya sama lo, dan kita akan bantu lo merubah sikap lo." ucap elena.
" iya kita juga, mulai sekarang lo jangan sungkan kepada kita, gue, elena dan keisha akan tetap membantu dan berada disisi lo. " ucap Clarissa yang diangguki oleh elena dan keisha.
" thanks." ucap amanda tulus.
" dan begitu pun kita lo jangan sungkan sama kita." ucap Xander yang sedari tadi diam menyimak.
" iya betul itu." sahut azka.
Gilang dan Alvaro mengangguk lalu tersenyum tipis pada amanda.
****
__ADS_1
dimeja lain seseorang menatap tajam pada amanda yang tersenyum pada sahabat-sahabatnya. dia adalah....
bersambung...