
Hari-hari berikutnya elena masih menemukan surat, barang bahkan makanan yang di kirim oleh amanda fake, elena ingin sekali bertanya pada amanda langsung tapi ia urung kan karena mendengar nasihat dari clarissa. elena pun memutuskan untuk menjauhi amanda mungkin sekarang amanda sudah merasakan bahwa dirinya sengaja menjauhinya tapi elena menutup mata dan membenarkan bahwa ini adalah pilihan yang tepat.
melihat kemesraan amanda dan Xavier membuat elena berdecih, dia pun menatap benci kenapa amanda yang sudah memiliki kekasih masih saja mengganggu kekasih nya, elena harap semoga suatu saat dia bisa membongkar semuanya.
" cla apa yang harus kita lakuin agar kita bisa membongkar kebusukannya? " tanya elena.
" gimana kalo lo kasih tau Xavier." usul clarissa.
" gue gak yakin Xavier akan percaya dan lagi gue gak berani menemuinya."
" kenapa? lo mau semuanya cepat terbongkar kan. disini Xavier pun juga korban jadi menurut gue dia berhak tau."
" gitu ya yaudah nanti deh gue coba."
***
saat di Koridor entah kebetulan elena berpapasan dengan Xavier, elena pun memberanikan diri untuk berbicara.
saat Xavier melewati nya elena pun segera menghentikan nya, " Xavier, tunggu. "
Xavier pun menghentikan langkah nya lalu berbalik dia pun menatap elena, " ada apa? " tanyanya.
" ada hal penting yang mau gue omongin."
Xavier pun mengeryit heran , "apa? "
" gue gak bisa ngomong disini, kalo lo mau kita bicara nanti sore di cafe litzy."
" sorry gue gak bisa." tolak Xavier lalu dia pun berbalik.
" ini tentang cewek lo. "ucap Elena membuat Xavier menghentikan langkah nya.
Xavier pun berbalik, " maksud lo?"
" iya ini tentang amanda, gue gak bisa ngomong disini gue tunggu jam 4 sore ini di cafe." ucap elena dia pun segera pergi meninggalkan Xavier.
Xavier pun menatap bingung, apa hal yang akan dibicarakan elena. tentang amanda? tapi apa? mungkin nanti dia harus datang kesana untuk mengetahui nya, Xavier pun pergi menuju kelasnya.
sesampainya di kelas elena pun segera menceritakan pada clarissa, clarissa pun terkejut mendengar elena berhasil bertemu dengan Xavier dan mengajaknya untuk bertemu, dalam hati ia pun bersorak senang berharap semua nya berhasil.
__ADS_1
****
perjalanan pulang Xavier masih memikirkan ucapan elena, amanda yang menyadari Xavier banyak diam pun segera bertanya.
" kamu kenapa? " tanya amanda.
" gak papa kok. oh ya sayang aku perhatiin kamu jarang gabung sama elena dan clarissa."
" heem aku juga gak tau akhir-akhir ini mereka kayak yang menjauhi aku gitu. tumben kamu perhatikan orang lain."
" ya bukan nya gitu mereka kan sahabat kamu heran aja gitu kalian gak gabung. kok bisa mereka ngejauhin kamu? "
" entah lah aku juga bingung tiba-tiba mereka seperti itu. oh ya sayang aku mau tanya kalo semisalnya ada cewek yang suka sama kamu gimana reaksi kamu."
" ya gak gimana-gimana, orang suka ya wajar kita gak bisa buat ngatur perasaan orang dan orang pun lain pun gak berhak buat atur kita untuk membalas perasaannya."
" dan yang penting hati ku udah terisi oleh seseorang." ucapnya lagi.
" seseorang?siapa tuh? " goda amanda.
" dia adalah orang yang sedang duduk dibelakang sambil memelukku." amanda pun tersenyum malu mendengar nya.
setelah mengantarkan amanda Xavier pun beristirahat sebentar sebelum menemui elena nanti. ya Xavier memutuskan untuk menemui elena dia ingin mencari tau apa penyebab elena menjauhi kekasih nya, Xavier sengaja tak memberitahu kan amanda biar nanti saja setelah semua nya pasti.
kini elena pun sudah datang di cafe litzy dia harap Xavier datang dan akhirnya yang ditunggu pun datang elena pun melambaikan tangannya agar Xavier mengetahui keberadaan nya, Xavier yang melihat nya pun segera melangkah ke arahnya.
" jadi apa yang mau lo bicarakan? " tanya Xavier setelah berada di depan elena dia langsung bicara to the point tanpa mereka sadari pertemuan mereka berhasil diabadikan oleh seseorang.
elena pun mengeluarkan semua barang- barang yang ia simpan. Xavier pun mengernyit heran menatap semua barang itu.
" apa semua itu? " tanya Xavier.
" lihat aja." Xavier pun segera membuka nya dia pun terkejut melihat siapa nama pengirim nya.
" itu semua gue dapetin di bawah meja Xander."
" ini bukan amanda walaupun tulisan nya hampir sama tapi gue yakin ini bukan amanda." ucap Xavier.
" seberapa yakin lo? lo gak lupa kan dulu amanda sangat terobsesi sama Xander dan mungkin selama ini dia cuma berpura-pura." ujar elena.
__ADS_1
" jangan bicara sembarangan gue yakin amanda gak melakukan hal murah seperti ini." ucap Xavier marah.
" gue gak maksa lo buat percaya gue cuma mau ngasih tau kelakuan cewek lo dibelakang lo."
" apa ini alasan lo tiba-tiba ngejauhin manda."
" iya cewek mana yang akan tahan dekat sama sahabat yang menusuknya dari belakang."
" kenapa lo gak tanya langsung?"
" buat apa gue yakin dia gak akan ngaku, maling mana sih ada yang mau ngaku."
Xavier pun terdiam apakah semua ini benar, dia benar-benar bingung. apakah selama ini amanda berpura-pura termasuk hubungan mereka.
" gue akan cari tahu semuanya, gue yakin semua ini gak benar."
" gue harap juga begitu semoga aja lo bisa cepat mencari tahu semuanya."
setelah pembicaraan itu mereka pun sama-sama pergi meninggalkan cafe. Xavier pun pergi menemui amanda berharap semua kebimbangan yang ada di hati nya hilang.
sesampainya di sana Xavier pun segera menelpon amanda memberi tahu kalo dia ada di depan rumah nya. amanda pun dengan segera turun menemuinya.
" loh vier kok kamu tiba-tiba kesini?" tanya amanda.
Xavier pun tak menjawab dia pun segera menarik amanda ke pelukan nya.
" kenapa? "
" seperti ini saja dulu." amanda pun mengangguk dia pun memberikan usapan pada punggung Xavier.
Xavier pun melepaskan pelukan nya lalu menatap amanda.
" kamu kenapa? " tanya amanda lagi.
" engga papa aku cuma merasa kangen aja sama kamu."
" baru aja ketemu tadi masa udah kangen lagi."
Xavier pun mengendihkan bahunya, " manda aku ingin tahu gimana perasaan kamu ke aku sekarang? "
__ADS_1
mendengar pertanyaan dari Xavier membuat amanda heran kenapa tiba-tiba kekasih nya itu bertanya seperti ini. amanda pun tersenyum lalu memeluk Xavier " apa kamu gak merasakan, dia selalu berdetak kencang saat di dekat kamu. perasaan aku ke kamu udah gak bisa aku jelaskan. aku bahagia dan merasa nyaman jika bersama kamu. aku sayang dan cinta sama kamu." ucap amanda yang membuat semua kebimbangan dihati Xavier terangkat.
" Terima kasih sudah menerima ku, mencintai ku sebesar itu, begitu pun dengan aku, aku sangat sangat mencintaimu." mereka pun saling tersenyum bahagia mendengar perasaan satu sama lain Xavier pun bertekad untuk mencari tau siapa yang ingin merusak nama amanda.