Antagonis Novel

Antagonis Novel
32


__ADS_3

keisha bergegas ijin keluar kelas setelah mendapat pesan bantuan dari Clarissa, dia melangkah terburu-buru karena panik.


Xavier yang kebetulan sedang berjalan di sana mengernyit heran melihat nya, dia pun memutuskan untuk mengikuti nya.


saat keisha sudah di depan toilet, Xavier pun segera menghentikan langkah nya yang tidak terlalu dekat dengan keisha, ah ternyata dia hanya ingin ke toilet gue kira ada apa. ucap nya dalam hati.


Xavier pun membalikkan badan nya namun sebelum pergi dia mendengar teriakan keisha yang memanggil amanda sontak membuatnya membalikkan badan lagi dan segera bergegas melihatnya.


saat keisha membuka pintu toilet dia disuguhkan dengan keadaan amanda yang sudah lemas dan keadaan yang kacau. dia pun masuk sambil berteriak memanggil amanda.


" lo, lo apain sahabat gue sampai begini hah." tunjuk keisha pada tania setelah menghampiri amanda.


" gue-, " ucapan tania terpotong saat melihat Xavier yang masuk.


" manda, hey. " ucap Xavier setelah menghampiri amanda lalu menepuk pelan pipinya, dia pun bergegas mengangkat amanda untuk di bawa ke UKS. dia khawatir melihat keadaan amanda yang mengenaskan.


melihat amanda yang udah di bawa keisha pun bangkit dan bergegas menyusul nya tapi sebelum itu dia berbicara sesuatu pada tania.


" lo berani melukai amanda, lo liat aja setelah ini kelakuan lo akan terbongkar." ucap nya lalu pergi.


"ah sial." ucap tania marah dia pun segera pergi dari sana di ikuti temannya.


setelah dirasa aman Clarissa pun keluar dari sana.


" huh syukur lah gak ketauan, sekarang gue harus susul mereka ke uks. " ucap nya tapi sebelum pergi dia mencopot kertas yang ada di pintu itu.


keisha pergi ke uks, sebelum nya dia mengambil baju olahraga yang ada di loker karena melihat baju amanda basah tadi.


saat masuk dia melihat Xavier yang tengah mengoleskan minyak ke hidung amanda. melihat kedatangan keisha dia pun mundur.


" gak ada yang jaga di sini? " tanya keisha saat masuk, biasanya suka ada salah satu anak PMR yang berjaga tapi kini UKS terlihat kosong.


Xavier pun menggelengkan tanda jawaban nya.


" biar gue ganti baju nya dulu lo bisa keluar." ucap keisha yang di angguki oleh nya.


sebenarnya dia sedikit heran, dia mendengar bahwa keisha menjauhi amanda karena amanda kembali membully elena tapi kok sekarang. ah dia baru ingat apa karena hal itu amanda terlihat sedih, pikirnya.


lalu dia pun mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru, dia pun menengok ke arah itu yang ternyata adalah Clarissa juga elena.


kenapa ada elena karena Clarissa yang memberitahu nya. melihat keberadaan Xavier membuat elena sedikit ragu ke sana tapi dia harus melihat keadaan amanda. dia pun memutuskan ke sana.


" gimana keadaan amanda? " tanya Clarissa pada Xavier.


" dia sedang di ganti baju nya oleh keisha tapi dia belum sadar dari pingsan nya. "


pintu terbuka oleh keisha, melihat itu Clarissa segera juga elena, tapi langkah elena terhenti karena ucapan Xavier.


" elena tunggu." ucap Xavier melihat elena berhenti Xavier pun melanjutkan ucapan nya.


" gue mau ngomong sama lo nanti, bisa? " pinta xavier.


elena pun bingung mau Jawab apa, dengan ragu dia pun menganggukkan kepala nya.


" oke gue tunggu lo nanti di perpus pas istirahat."


" baiklah." lalu dia pun melanjutkan langkah nya, di ikuti Xavier.


" gimana keadaan nya? " tanya elena setelah masuk ke dalam.


keisha pun menggelengkan kepala nya lalu kembali mengoleskan minyak ke hidung amanda.


" kok lo bisa kebetulan ada disana?" tanya keisha penasaran.


Xavier menjawab tapi dengan sedikit berbohong, gak mungkin kan dia mengatakan sengaja membuntuti keisha, " ah gue tadi gak sengaja lewat terus denger ada suara teriak makanya gue coba samperin dan ternyata kalian."


keisha pun mengangguk mengerti.


tak lama amanda pun tersadar, mereka yang di sana pun menghela napas lega.


" ssh.. " ringis amanda.


" syukur lah lo udah sadar? " ucap keisha.


amanda pun melihat sekeliling nya dia pun berusaha untuk duduk, melihat itu keisha dan Clarissa dengan sigap membantu.

__ADS_1


" kok gue bisa ada disini?" tanya amanda.


" tadi gue yang nemuin lo dan kebetulan seperti nya Xavier sedang melewati toilet terus dia bantu angkat lo deh kesini. terus baju lo gue yang ganti" jawab keisha.


" thanks ya sha. " keisha pun mengangguk.


amanda pun menatap Xavier, " thanks udah bawa gue kesini."


" gimana keadaan lo sekarang ? " tanya Clarissa saat amanda sudah duduk.


" gue udah gak papa kok, cuma sedikit pusing dan perih aja di bibir. " ucap amanda sambil meringis perih.


" ya ampun sampai sobek gini?" ringis keisha melihatnya.


" sini gue kompresin. " ucap elena sambil membawa air di baskom dan juga kain.


amanda pun mengangguk, Xavier yang sedari tadi diam penasaran dengan situasi sekarang.


" lo di bully? sama tania. kok bisa?" tanya Xavier.


amanda pun mengangguk.


"ya bisa lah Xav, apalagi amanda cuma sendiri sedangkan tania berempat pasti kalah lah. " ucap keisha mewakili.


" terus bukan nya kalian ngejauhin amanda? " lanjutnya.


" engga kok itu cuma gosip aja kita masih sahabatan." jawab keisha.


Xavier pun mengangguk tanda mengerti, dirasa sudah banyak yang menemani amanda Xavier pun memutuskan untuk pergi.


" kalo gitu gue ke kelas dulu ya. " pamitnya.


" iya Xavier, thanks udah bawa gue kesini." ucap amanda.


" sama-sama." setelah itu Xavier pun pergi. melihat Xavier yang sudah pergi amanda pun segera menanyakan hasil rencana mereka.


" cla gimana udah ke rekam semua." tanya amanda.


" semuanya udah gue rekam, terus mau kita apakan rekaman nya?"


ucap amanda.


" oke kalo gitu biar gue yang kasih laporan ke guru bk, jadi nanti lo ke sana setelah semuanya kumpul. dan sekarang gue mau ijinin lo dulu dikelas. " ucap keisha.


" kalian berdua ke kelas aja kalian juga udah lama kan izinnya. biar gue disini sendiri." ucap amanda pada elena juga Clarissa.


" gue tadi izin sih ke UKS bilang lagi gak enak badan jadi gue bisa disini. " ucap elena.


" gue nanti izin juga deh bareng sama keisha. " ucap Clarissa.


" yasudah yuk kita pergi sekarang." ajak keisha pada Clarissa.


Clarissa pun mengangguk. lalu mereka pergi.


setelah kepergian mereka, elena pun duduk di kursi samping ranjang amanda.


" tuh kan gue bilang apa kemarin, lo jadi kayak gini sekarang. " omel elena.


" ya gimana gue gak kayak gini kalo dikeroyok.hehe."


" hmm yasudah sini gue obatin."


elena pun bangkit lalu mengambil kapas dan obat merah, dia pun mengoleskan nya perlahan pada sudut bibir amanda.


saat mengobati amanda memperhatikan elena yang seperti nya sedang menahan sesuatu, lantas membuatnya bertanya.


" lo kenapa? " tanya amanda.


" hah, gue? gue gak papa. " ucap elena berbohong.


" gue tahu lo bohong, kalo lo gak siap cerita juga gak papa. "


elena pun menatap ragu, apakah ia harus mengatakan nya. sebenarnya ia sedang bingung dengan ajakan xavier tadi dan Xander juga pasti melarang." apa ia ceritakan saja siapa tahu amanda punya ide," ucapnya dalam hati.


elena pun akhirnya cerita pada amanda.

__ADS_1


" sebenarnya tadi xavier minta gue untuk bicara di perpus nanti pas istirahat, tapi gue bingung."


" kenapa? kok bingung."


" gue bingung apa gue harus bicara sama dia, dan apa gue harus bilang sama xander. gue takut xander marah. "


amanda mengernyit heran, dia pun baru ingat lagi apa yang di alami oleh elena kini dia mengerti apa yang dibingungkan oleh elena tapi dia tak mungkin mengatakan kalau dia tahu karena cuma sedikit orang saja yang tau apa yang dialami elena, mereka hanya xander dkk. Clarissa dia tak tahu karena elena tak bercerita.


" em gue gak tahu ada masalah apa lo sama xavier, tapi menurut gue mending lo temui aja, dan soal xander lo bisa kasih tau dia biar dia gak marah. siapa tau ada hal penting yang mau dia bicarakan. " saran amanda..


" oke deh, thanks ya udah kasih saran. " ucap elena sambil tersenyum.


" iya Sama-sama." jawab amanda.


" nah udah selesai gue obatin sekarang lo istirahat dulu."


amanda pun mengangguk lalu membaringkan badan nya.


***


di taman belakang sekolah xavier menarik tania, tadi saat berjalan menuju kelas dia tak sengaja bertemu dengan tania yang kebetulan sedang sendiri. entah apa yang sedang dan dari mana dia yang jelas xavier segera menarik tangannya dan membawa nya kesini. dia begitu geram saat melihat kondisi amanda tadi, sebenarnya dia ingin tinggal di UKS tadi tapi seperti nya mereka ingin membahas sesuatu makanya dia memutuskan pergi.


"awsh,, lepas xavier, tangan gue sakit. " ringis tania.


xavier pun melepaskan tarikan tangan nya saat sudah sampai di taman belakang.


" lo kenapa sih? ada masalah apa gue sama lo." ucap tania kesal.


" lo bully amanda tadi? " tanya xavier.


" kalau iya kenapa? toh dia juga bukan siapa-siapa lo. "


" kata siapa? dengar gue peringati sama lo untuk jangan ganggu atau bully lagi amanda."


" emang nya lo siapa nya amanda sampai lo ancam gue begini."


" gue adalah calon tunangan nya, sampai sini paham. jadi kalo lo sedikit aja ganggu dia maka lo berurusan sama gue." ucap xavier sambil menatap tajam membuat tania tak berkutik. setelah itu xavier pun pergi.


" ah sial, kenapa dia jadi punya pelindung apalagi orang nya xavier. "teriak tania marah. tania sadar untuk tidak mengusik xavier karena menurut nya xavier berbahaya apalagi dia ketua geng.


tania pun pergi dengan perasaan kesal.


tringg,,, bel berbunyi pertanda istirahat. xavier pun pergi menuju kantin lalu membeli makanan setelah nya dia pun pergi menuju UKS, tebak untuk siapa? yap amanda. xavier berniat memberikan makanan untuk amanda karena dia yakin amanda masih ada di sana. jadi sebelum bertemu dengan elena dia memutuskan untuk ke UKS terlebih dahulu.


sedangkan elena saat mendengar bel berbunyi dia pamit untuk ke kelas dulu bertemu dengan xander untuk membicarakan pertemuan nya dengan xavier, amanda pun mengizinkan nya. kini amanda tinggal lah seorang diri di UKS setelah beberapa saat kepergian elena datang lah seseorang dia pikir itu Keisha tapi ternyata bukan. dia adalah xavier.


xavier pun masuk dengan membawa makanan di tangan nya. melihat kedatangan xavier amanda pun bangkit dan duduk.


" nih makan. " ucap xavier lalu menyodorkan kotak makanan pada amanda.


amanda pun menerima nya walaupun sedikit heran bukannya xavier harus bertemu dengan elena. amanda pun membuka makanan itu yang ternyata berisi nasi goreng. lalu xavier pun menyodorkan botol air yang sudah di bukanya, tak lupa satu kotak susu. amanda pun menerima nya.


" thanks udah bawain gue makanan."


" Sama-sama, jangan lupa di makan. dan satu lagi pulang bareng gue, gue tunggu diparkiran. gak ada penolakan." ucap xavier lalu melangkah pergi.


" tapi- huh dasar padahal gue belum ngasih persetujuan udah pergi aja." gerutu amanda.


sedangkan elena kini dia sedang berbicara berdua dengan xander dikelas.dia menceritakan permintaan xavier tadi.


" gimana gak papa kan? "


" oke tapi aku ikut, aku gak mau kamu kenapa- kenapa."


" iya kamu ikut. yuk." ajak elena pada xander, mereka pun pergi bersama menuju perpustakaan.


sedangkan xavier kini juga tengah masuk perpustakaan, kenapa dia memilih karena dia pikir ini tempat teraman dan elena juga gak akan berpikiran macam- macam terhadap nya. dia pun duduk di kursi pojok agar terhindar orang yang mendengar ucapan mereka nanti.


setelah menunggu beberapa menit akhirnya elena datang bersama xander yang menggenggam tangannya. melihat keberadaan xander di samping elena membuat xavier sedikit mendengus tapi tak masalah mungkin xander khawatir terhadap elena.


elena pun duduk di depan xavier di ikuti xander yang duduk di sampingnya.


" ada apa lo ngajak bicara sama cewek gue." tanya xander sambil menekannkan kata cewek agar xavier tau elena miliknya.


xavier pun tak peduli dengan hal itu dia pun menjawab pertanyaan xander, " gue... _"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2